
KPP Pratama Banjarmasin Selatan dan Utara bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI), Tbk Wilayah Banjarmasin menjalankan sinergi ini melalui penyelenggaraan kegiatan Business Development Service (BDS) di Hotel Rattan Inn, Banjarmasin (Rabu, 19/6). Bertajuk "Produk Banua Menembus Pasar Nusantara", BDS diisi kegiatan seminar dan talkshow dengan penyampaian informasi dan pelatihan strategi dalam hal pemasaran produk-produk UKM lokal Banjarmasin melalui e-commerce agar produk lokal Banua dapat lebih berekspansi dan dikenal ke seluruh Nusantara. Acara ini dihadiri 36 peserta berlatar belakang pelaku UMKM dan diliput tujuh media lokal.
Acara ini dihadiri 36 peserta berlatar belakang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Banjarmasin yang juga menjadi binaan BNI Wilayah Banjarmasin. Sinergi ini terlaksana berkat adanya kesamaan misi antara DJP dan BNI sebagai BUMN dalam mengembangkan dunia UMKM yang saat ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional, yakni berkontribusi 60,3 persen terhadap PDB (BPS, 2017).
BUMN sendiri telah mempunyai program sejenis BDS bernama Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang telah dijalankan sejak 2015, sementara BDS baru dimulai sejak 2016. RKB mengusung misi, selain menyediakan akses modal/kredit murah melalui subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah, menggencarkan edukasi dan sosialisasi strategi pengembangan usaha dan pengetahuan mengenai fasilitas kredit tersebut. Sementara, BDS DJP lebih bertujuan untuk mendorong pelaku UMKM mengetahui kewajiban perpajakannya mengingat PPh final UMKM pada 2017 masih berkontribusi 2,2 persen dari total penerimaan pajak.
Program BDS, yang diadakan paling tidak dua kali setahun, diharapkan mampu semakin meningkatkan kesadaran (awareness), keterikatan (engagement), dan kepatuhan (compliance) Wajib Pajak. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak nomor SE-13/PJ/2018 tanggal 9 Juli 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Business Development Service (BDS). Hasil yang diharapkan adalah pelaku UMKM secara bertahap dapat memahami kewajibannya sebagai warga negara, yaitu dimulai dengan mendaftarkan diri untuk memiliki NPWP, menyetorkan pajak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, hingga melaporkan SPT-nya setiap tahun.
Acara dimulai sejak pukul 09.30 WITA dan dibuka oleh Kepala KPP Pratama Banjarmasin Selatan, Bapak Sudarmawan Haris Hartadi. Kemudian, Head of Network and Services BNI Wilayah Banjarmasin, Bapak Untung Rahmad Basuki, serta Kepala Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah, Bapak Cucu Supriatna, turut menyampaikan sambutannya dan mengingatkan pentingnya peran UMKM terhadap perekonomian Indonesia sehingga perlu dibina dan diarahkan agar berada pada track yang benar. Acara inti diisi oleh beberapa narasumber dari berbagai latar belakang. Sesi pagi dibawakan oleh Donny Maradona, AR KPP Pratama Banjarmasin Utara, dengan materi kewajiban perpajakan bagi UMKM.
Setelah itu, materi dibawakan oleh perwakilan Shopee, salah satu marketplace terbesar di tanah air, yaitu Adam Nugraha Wiradhana yang menjelaskan kiat bisnis melalui e-commerce yang sedang berkembang pesat saat ini. Ia mengajak para pelaku UMKM untuk memanfaatkan marketplace agar produk lokal mampu bersaing di kancah nasional, atau justru mampu menembus pasar ekspor. Sesi siang menghadirkan dua narasumber dari salah satu penyedia jasa logistik, J&T, dan pengusaha Kain Sasirangan yang juga CEO Butik Ganang Mamikat, Tiara Yessie Suwignyo.
- 169 kali dilihat