Rakorda I Suluttenggomalut 2018 Sepakati Strategi Amankan Penerimaan

Unit di Lingkungan Kanwil DJP Suluttenggomalu menggelar Rakorda di Hotel Swissbell Maleosan Manado (Kamis, 25/01). Acara ini berlangsung hingga 26 Januari 2018 dan diikuti oleh 150 lebih peserta yang terdiri dari perwakilan pegawai dari unit-unit kantor se-Kanwil DJP Suluttenggomalut. 

Mengawali tahun 2018, Kanwil Suluttenggomalut menggelar Rakorda I Tahun 2018 sebagai langkah merencanakan aksi pengamanan penerimaan tahun 2018. Rakorda ini sangat penting mengingat hari kerja di tahun 2018 secara efektif berkurang karena banyaknya hari libur nasional maupun event-event bertaraf Internasional yang akan mengurangi hari kerja secara agregat. Setelah sebelumnya para pejabat eselon dua ke atas melakukan Rapimnas di Jakarta, Rakorda ini menjadi momentum untuk menyamakan langkah dengan hasil Rapimnas tersebut.

Acara dibuka oleh Kepala Kanwil DJP Suluttenggomalut, Agustin Vita Avantin, yang menyampaikan bahwa walaupun tahun 2018 ini banyak hambatan terkait banyaknya hari libur, hal tersebut tetap dapat dijadikan peluang untuk mengamankan penerimaan pajak yang telah ditargetkan. "Para punggawa di lingkungan Kanwil Suluttenggomalut diharapkan dapat membaca potensi-potensi ekonomi di wilayahnya sebagai peluang mengumpulkan pajak, misalnya : perhelatan Pilkada serentak yang akan memunculkan bisnis pendukung untuk mensukseskan pilkada seperti percetakan, restoran, industri alat peraga, dsb. Selain itu, hal yang tidak kalah penting dilupakan adalah musim panen beberapa komoditas yang ada di wilayah Suluttenggomalut, yaitu : cengkeh, kopra, pala dan sebagainya," ungkap Vita Avantin.

Pada kesempatan tersebut, Staf Ahli (Sahli) Menteri Keuangan Bidang Pengawasan Pajak, Puspita Wulandari, memberikan penguatan mental kepada peserta rakorda. Senada dengan Kakanwil, ia juga menyampaikan perlunya membangun the power of positive thinking menghadapi tantangan 2018. Direktur KITSDA, Harry Gumelar, juga turut memberikan motivasi dan penguatan mental. Sebagai penjaga gawang kepatuhan internal, Harry menyampaikan bahwa bekerja sesuai ketentuan merupakan hal yang mutlak. Perilaku yang tidak tidak sesuai norma maupun kode etik harus disingkirkan. Pembicara dari Bank Indonesia, Bea Cukai, dan Kejaksaan adalah pemateri dari luar yang turut diundang. Mereka memberikan wawasan yang memperkaya langkah ke depan untuk memetakan strategi pengamanan penerimaan.

Dalam kesempatan tersebut, diberikan pula penghargaan kepada unit-unit yang telah mencapai target sesuai yang ditentukan organisasi. Pertama adalah KPP Pratama Poso sebagai kantor dengan pencapaian penerimaan terbaik tahun 2017. Pencapaian 140% dari target merupakan prestasi fenomenal. Kantor tersebut menduduki peringkat dua nasional. Demikian juga KPP Pratama Gorontalo sebagai juara umum pencapaian IKU (Indikator Kinerja Utama) terbanyak yang memenuhi target selama tahun 2017. Penghargaan juga diberikan kepada individu-individu yang berprestasi. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan motivasi berkarya lebih baik ke depannya.

Untuk menyatukan langkah strategi pengamanan penerimaan 2018, dibentuk komisi-komisi berdasarkan fungsi yang ada: Komisi Pengawasan dan Penggalian Potensi, Komisi Pemeriksaan, Komisi Penagihan dan Komisi Humas, Umum, dan Keberatan. Masing-masing komisi merumuskan langkah realistis sesuai tupoksi masing-masing disertai lini masa per bulan selama tahun 2018. Tujuannya adalah supaya semua strategi tersebut dapat diukur dan dievaluasi sehingga tepat sasaran yang berujung pada pencapaian target penerimaan pajak. Acara dua hari tersebut ditutup dengan pembagian target pajak kepada para kepala KPP di lingkungan Kanwil DJP Suluttenggomalut. "Deng Doa, Kerja Kras, dan Kerjasama Torang Amankan Penerimaan 2018," ungkap Vita Avantin menutup Rakorda I Tahun 2018. (kbc/*)