"Kalau pajak itu untuk pembangunan, berarti kita juga ikut membangun Indonesia?" tanya salah satu peserta yang mewarnai pelaksanaan Tax Goes To School (TGTS) 2026 di SMP Negeri 1 Baebunta, Kabupaten Luwu Utara (Selasa, 8/9/2026).
Sebanyak 35 siswa dan siswi perwakilan dari berbagai kelas mengikuti kegiatan edukasi perpajakan yang digelar oleh Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Masamba. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala SMP Negeri 1 Baebunta, Abdul Khalis Wahid, bersama wakil kepala sekolah beserta jajaran guru pendamping.
Materi disampaikan oleh penyuluh pajak, Andi Rizal. Para siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diberikan ruang berinteraksi dan berdiskusi. Para siswa diajak mengenal pajak melalui bahasa yang sederhana serta contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan mereka.
Kepala KP2KP Masamba, Muhammad Kasman Roem Hasyim, mengatakan bahwa pengenalan pajak kepada pelajar merupakan investasi penting untuk membangun kesadaran pajak dalam jangka panjang.
“Kami ingin anak-anak mengenal pajak bukan sebagai sesuatu yang rumit, tetapi sebagai bagian dari kehidupan berbangsa. Mereka adalah generasi penerus yang kelak akan menjadi wajib pajak, pelaku usaha, profesional, maupun pemimpin. Karena itu, kesadaran pajak perlu ditanamkan sejak sekarang dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami,” jelas Kasman.
Abdul Khalis mengapresiasi pelaksanaan TGTS 2026 di sekolahnya dan menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman sekaligus wawasan baru bagi para siswa, terutama mengenai hal yang selama ini mungkin terasa jauh dari kehidupan mereka sebagai pelajar.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan TGTS ini. Anak-anak mendapatkan wawasan baru yang mungkin tidak mereka peroleh secara langsung dalam pembelajaran sehari-hari. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena sangat bermanfaat untuk menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab mereka sebagai generasi penerus bangsa,” ungkap Khalis.
Sementara itu, Andi Rizal mengatakan pendekatan yang sederhana dan interaktif menjadi kunci agar materi perpajakan dapat diterima dengan baik oleh para siswa.
“Kami mencoba menjelaskan pajak dengan bahasa yang dekat dengan dunia anak-anak, sehingga mereka bisa memahami bahwa pajak sebenarnya ada di sekitar mereka dan memiliki peran penting dalam pembangunan. Harapannya, dari pemahaman sederhana ini tumbuh kesadaran bahwa membayar pajak merupakan bagian dari gotong royong untuk membangun negeri,” ujarnya.
Para siswa terlihat mengikuti rangkaian kegiatan dan aktif berinteraksi selama sesi berlangsung. Kemeriahan kegiatan berlanjut hingga pengujung acara. Dari seluruh peserta, dua siswa kemudian dipilih sebagai Peserta Terbaik TGTS 2026 SMP Negeri 1 Baebunta. Mereka adalah Edwar Qzan dari kelas 9C dan Gisel Septiani dari kelas 8C. Keduanya dinilai menunjukkan keaktifan terbaik selama mengikuti kegiatan.
Apresiasi tersebut tidak hanya menjadi penghargaan bagi kedua siswa, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi peserta lainnya untuk terus aktif belajar, bertanya, dan berani menyampaikan pendapat.
Pelaksanaan TGTS 2026 di SMP Negeri 1 Baebunta menjadi salah satu bentuk nyata upaya KP2KP Masamba dan KPP Pratama Palopo mendekatkan edukasi perpajakan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
| Pewarta: Amara Roona Zahira |
| Kontributor Foto: Amara Roona Zahira |
| Editor:A. Rezky Amaliah |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 5 kali dilihat



