Oleh: Muhammad Rifqi Saifudin, pegawai Direktorat Jenderal Pajak

 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan persentase pengguna telepon genggam di Indonesia mencapai 67,88% pada 2022. Lebih dari setengah populasi masyarakat Indonesia memiliki telepon genggam dan di era disrupsi teknologi ini tentu banyak yang memakai ponsel pintar. Lalu, apa yang dilakukan seseorang ketika ingin mengetahui sesuatu? Internet solusinya.

Sekarang segala hal dapat dicari di internet, baik itu melalui mesin telusur (search engine) seperti Bing atau Google dan media sosial seperti X (dulu Twitter), Instagram, Facebook, YouTube, atau TikTok. Kita tinggal mengetik sesuatu dan muncul beragam pilihan jawaban, apalagi hadirnya kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT dan sejenisnya yang membuat komputer dapat memberikan rangkuman terhadap pertanyaan, tidak perlu lagi mencari satu per satu walaupun tetap harus dicek untuk memastikan kebenarannya.

Definisi SEO

Search Engine Optimization (SEO) atau bisa diterjemahkan menjadi pengoptimalan mesin telusur, adalah teknik untuk memaksimalkan suatu konten di pencarian. Hasil akhir yang diharapkan SEO adalah konten, baik itu di mesin pencari maupun media sosial ada di urutan paling atas sehingga sering diakses warganet. Tidak sembarangan suatu konten berada di urutan atas pencarian, ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi. Mari ambil contoh dari mesin pencari Google.

Google adalah mesin pencari terpopuler, sampai muncul istilah googling yang berarti mencari sesuatu di Google. Padahal banyak mesin pencari lain, salah satunya Bing, yang dikelola oleh Microsoft. Google memiliki algoritma yang digunakan untuk menentukan situs yang akan berada di halaman atas pencarian. Algoritma ini terus diperbaharui sepanjang waktu untuk memastikan hasil pencarian memuaskan warganet dan menjawab kebutuhan mereka. Pakar SEO selalu mengikuti perkembangan algoritma untuk memastikan situs mereka berada di posisi atas.

Tidak hanya Google, media sosial juga memiliki algoritma sendiri, contohnya Tiktok. Warganet yang ingin mencari referensi melalui Tiktok dapat mengetikkan kata kunci yang dicari pada menu pencarian lalu muncul berbagai video terkait. Video yang muncul di barisan atas tidak sembarangan, Tiktok memunculkan video paling sesuai berdasarkan algoritma mereka. Algoritma ini yang harus dipelajari agar dapat berada pada urutan atas tersebut. Mesin pencari dan media sosial lain juga memiliki algoritma sendiri.

Arti Penting

Laman pajak.g.id akan muncul pada urutan teratas saat mengetikkan kata “Pajak” di Google. Tapi di media sosial seperti Instagram dan Tiktok, saat mengetikkan kata “Pajak”, konten resmi Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) tidak muncul di bagian paling atas. Ini mungkin berbeda-beda tiap akun karena algoritma berkaitan erat dengan perilaku akun tersebut.

Kemunculan laman resmi Ditjen Pajak pada bagian atas di mesin pencari dan media sosial dapat menjadi salah satu cara meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Edukasi tidak langsung ini berdampak besar karena menjangkau lapisan masyarakat yang luas di internet. SEO dapat menjaring wajib pajak yang tidak sempat mengikuti edukasi yang diselenggarakan oleh kantor pajak.

Baca juga:
Apakah Kemudahan Pajak akan Meningkatkan Kepatuhan Pajak?
Ketika Pelaporan SPT Dibalut Teknologi AI
Berpacu Meningkatkan Literasi Wajib Pajak
Modernisasi Teknologi Informasi Perpajakan di Era Ekonomi Digital

Januari sampai April adalah bulannya lapor SPT Tahunan, momen ini dapat dimanfaatkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menerapkan SEO agar ajakan pelaporan SPT Tahunan sampai ke warganet. Selain itu, warganet yang kebingungan diharapkan dapat menemukan jawaban langsung melalui laman resmi DJP, bukan tempat lain yang diragukan keabsahannya. SEO adalah cara agar hal tersebut terwujud.

Tidak hanya lapor SPT Tahunan, berbagai jawaban atas pertanyaan mengenai perpajakan dapat diperolehkan warganet melalui laman resmi apabila SEO dijalankan dengan tepat. SEO erat kaitannya dengan kata kunci. Teknik ini dapat membuat halaman pertama pencarian dari tiap kata kunci mengenai perpajakan diisi oleh laman resmi DJP.

Laman pajak.go.id sudah mulai menerapkan SEO. Pegawai pajak yang menjadi penulis di laman tersebut dibekali dengan ilmu SEO dasar. Laman artikel pada situs resmi ini juga sudah menerapkan fitur “Baca Juga” seperti terlihat pada artikel ini. Hal ini berdampak pada bertambahnya durasi warganet berselancar di situs karena disuguhkan berbagai artikel yang berkaitan. Makin lama suatu situs diakses maka algoritma akan menganggap situs ini adalah jawaban yang tepat atas suatu pencarian.

SEO juga berpengaruh terhadap hasil dari chatbot artificial intelligence (AI) seperti ChatGPT atau Bard karena AI tersebut mendapatkan data dari mesin pencari, makin banyak konten dari laman resmi DJP ada di urutan atas maka jawaban yang diberikan pun berasal dari laman tersebut. Ini akan penting karena saat ini wajib pajak sudah dapat menanyakan berbagai hal, termasuk masalah perpajakan melalui chatbot tersebut.

Tidak hanya agar wajib pajak mendapatkan info yang kredibel, pemanfaatan SEO juga menjadi ajang DJP membasmi berbagai penipuan yang muncul di internet. Saat warganet mencari informasi perpajakan, kadangkala oknum tertentu memanfaatkan ketidaktahuan untuk mengambil keuntungan, baik dengan meminta sejumlah uang untuk layanan yang sebenarnya gratis atau malah menggiring warganet menuju laman phising sehingga data mereka diambil.

SEO adalah teknik penting untuk memastikan konten seseorang berada di laman atas pencarian. DJP tentu semakin memanfaatkannya agar berbagai informasi perpajakan terjamin kebenarannya. Warganet yang sudah memahami perpajakan dengan baik pasti akan menyadari pentingnya membayar pajak. Kesadaran tersebut akan membuat kepatuhan pajak meningkat.

 

*) Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi tempat penulis bekerja.

Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.