Tax Goes To School: Sarana Terbaik Kenalkan Manfaat Pajak

Oleh: Deksi Maharani, pegawai Direktorat Jenderal Pajak
Setiap warga negara harus memiliki kesadaran akan pajak. Pajak merupakan kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Hal ini tertuang dalam Pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2009.
Pajak yang merupakan salah satu sumber penerimaan negara harus mendapat perhatian khusus, disamping penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan hibah. Hal tersebut dikarenakan penerimaan negara terbesar bersumber dari perpajakan. Pada tahun 2020, pendapatan negara sebesar Rp1.699,9 triliun yang terdiri dari, Rp1.404,5 triliun penerimaan pajak, Rp294,1 triliun penerimaan negara bukan pajak, dan Rp1,5 triliun hibah.
Sedangkan, belanja pemerintah pusat tahun 2020 sebesar Rp1.975,2 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp763,9 triliun. Total belanja negara tahun 2020 adalah sebesar Rp2.739,2 triliun. Penerimaan perpajakan tahun 2021 tumbuh 2,9% dengan fokus pada kebijakan yang mendukung pemulihan ekonomi dan melanjutkan reformasi.
Tahun 2021, penerimaan pajak akan melanjutkan dukungan pemulihan ekonomi secara lebih terukur dan diproyeksikan tumbuh positif sejalan dengan prospek membaiknya perekonomian dan adanya sokongan terhadap kelanjutan reformasi administrasi pajak. Pajak juga memiliki fungsi regulasi yaitu mengatur pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan perpajakan yang diambil pemerintah.
Selain fungsi regulasi, pajak juga memiliki fungsi anggaran (budgetair) yaitu pajak membiayai pengeluaran negara. Pembangunan nasional dapat berjalan lancar dengan didukung penerimaan pajak yang terkumpul. Dengan ikut berkontribusi membayar pajak, masyarakat memang tidak mendapat imbalan secara langsung.
Namun, pembangunan infrastruktur dan pembangunan fasilitas umum yang sangat berguna bagi masyarakat merupakan manfaat tidak langsung yang diterima masyarakat. Secara sederhana dapat dilihat pada pembangunan akses jalan di daerah, pembangunan fasilitas kesehatan, dan pembangunan sekolah untuk generasi penerus bangsa.
Pada masa pandemi Covid-19, manfaat pajak dapat dirasakan dari program vaksinasi gratis dari pemerintah. Namun, segala kegiatan pengeluaran negara dapat terhambat bila penerimaan tidak optimal. Di sinilah diperlukan kesadaran mengenai perpajakan, bahkan sejak usia dini. Direktorat Jenderal Pajak memiliki program Tax Goes To School sebagai upaya untuk menyosialisasikan pentingnya pajak.
Program Tax Goes To School merupakan upaya edukasi mengenai perpajakan di sekolah bagi generasi muda. Pengenalan tentang pajak sejak dini tentu adalah ide yang sangat brilian. Anak-anak menjadi tidak asing dengan dunia perpajakan. Jika mengenal saja tidak, bagaimana mungkin bisa menumbuhkan rasa kepedulian? Segala proses memerlukan awalan untuk mencapai tujuan.
Pengenalan pajak terhadap pelajar dapat dilakukan dari hal sederhana, seperti mengenalkan manfaat yang mereka rasakan di dunia pendidikan. Anggaran pendidikan pada APBN tahun 2021 sebesar Rp550 triliun dengan rencana pencapaian sebagai berikut:
- Memberikan beasiswa Bidik Misi/KIP 1.108,8 ribu mahasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan 56 ribu mahasiswa dari Kementerian Agama, serta
- Rencana rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana pendidikan untuk untuk 1.670 Sekolah Dasar dan Menengah, 189 Sekolah Madrasah dan Sekolah Keagamaan, 94 Perguruan Tinggi Negeri, dan 12 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri.
Selain itu, anggaran pendidikan APBN tahun 2021 diarahkan untuk meningkatkan mutu hasil pendidikan melalui peningkatan skor PISA dan penguatan penyelenggaraan PAUD, serta peningkatan kompetensi guru. Anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa dapat dikatakan sebagai aset negara. Kelak anak-anak akan tumbuh dewasa dan menjadi penentu kemajuan negara.
Memberikan edukasi perpajakan kepada generasi muda akan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pajak sejak dini. Generasi muda dapat mulai memiliki gambaran mengenai definisi pajak, manfaat dan fungsi pajak, serta jenis-jenis pajak. Dengan begitu, diharapkan nantinya generasi muda memiliki inovasi-inovasi yang baik untuk perekonomian dan kesejahteraan negara.
Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno pernah mengatakan, “Beri aku seribu orang tua akan ku cabut gunung semeru dari akarnya, tapi beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia". Ungkapan ini menunjukan betapa pemuda tidak dapat diremehkan. Jiwa muda dan semangat masih menggelora jika dibekali dengan edukasi yang tepat, tentu hasilnya akan memuaskan.
Namun tetap saja, segala sesuatu tidak akan terjadi bila langkah pertama tidak ditempuh. Pengenalan merupakan langkah awal untuk menimbulkan kepedulian dan diselesaikan dengan tindakan solusional.
Di masa pandemi seperti saat ini, bukanlah suatu hambatan yang berarti untuk tetap menjalankan program Tax Goes To School. Tax Goes To School kini datang dengan media yang berbeda, yaitu secara daring. Menyelenggarakan Tax Goes To School secara daring tidak mengurangi esensi dari kegiatan ini. Maksud dan tujuan program dapat tersampaikan dengan baik walaupun secara daring. Murid-murid tetap dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan pegawai pajak secara daring.
*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi penulis bekerja
- 240 kali dilihat