Ruteng berjarak sekitar 120 kilometer dari Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kota yang dingin dan jauh dari keramaian. Namun, Ruteng adalah tempat yang menjadi lumbung penerimaan pajak di Nusa Tenggara.

Ketika pertama kali dengar namanya, mungkin kita baru tahu ada kota bernama Ruteng. Di mana itu Ruteng? Untuk menuju Kota Ruteng, dapat ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 3-4 jam ke arah timur dari Labuan Bajo. Medannya pun bisa dikatakan menantang. Garis keriting di peta yang menunjukkan jalan berkelok dengan tikungan tajam dan kontur naik turun siap mengocok perut kita selama perjalanan menuju ke sana.

Lalu bagaimana sebuah kota yang jauh dari keramaian dapat menjadi lumbung penerimaan pajak?

Lumbung penerimaan pajak dapat diartikan sebagai tempat untuk menghimpun dan mengumpulkan pajak. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ruteng adalah lumbung penerimaan pajak tersebut. Sudah belasan tahun KPP Pratama Ruteng bertugas mengumpulkan penerimaan pajak dengan wilayah kerja yang meliputi Manggarai Raya, tiga kabupaten di bagian barat Pulau Flores yang mencakup Kab. Manggarai Barat, Kab. Manggarai, dan Kab. Manggarai Timur.

Wilayah kerja KPP Pratama Ruteng menyimpan banyak sekali potensi pajak yang dapat digali. Potensi tersebut antara lain bersumber dari kekayaan alam yang melimpah. Mulai dari hasil bumi, sasaran investasi dan pembangunan, sampai keindahan panorama yang mengundang kegiatan pariwisata.

 

Sektor Strategis

Salah satu sumber potensi yang besar adalah Labuan Bajo yang terletak di Kab. Manggarai Barat. Daerah destinasi wisata yang sedang digandrungi, tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia internasional.

Banyak sekali kegiatan ekonomi di sana. Pembangunan yang sedang digalakkan, kegiatan pariwisata, sampai kedatangan turis domestik maupun mancanegara, semuanya dapat dimanfaatkan bagi sumbangsih penerimaan negara.

Pemerintah juga sedang mengembangkan daerah pariwisata ini. Terdapat 42 paket pembangunan infrastruktur mulai digarap sejak tahun 2020 untuk mendukung Labuan Bajo menjadi salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) bersama empat daerah lainnya. Pembangunan tersebut antara lain bertujuan untuk penataan kawasan, jalan, penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk pembangunan KSPN Labuan Bajo. Pembangunan tersebut tentunya akan melibatkan banyak pihak dan salah satunya adalah perusahaan jasa konstruksi. Atas proyek pembangunan tersebut, roda ekonomi akan berputar, dan potensi pajak pun dapat digali. Dengan angka kontrak dan potensi pajak yang tinggi, sektor konstruksi akhirnya menjadi sektor strategis penerimaan di KPP Pratama Ruteng.

Selain pembangunan, Labuan Bajo juga masih menyimpan potensi lain. Salah satunya bersumber dari aktivitas ekonomi masyarakat yang berupa kegiatan pariwisata. Potensi tersebut juga selaras dengan upaya pemerintah untuk mengembangkan pariwisata di Labuan Bajo. Dengan upaya tersebut, diharapkan turis domestik maupun mancanegara akan semakin banyak yang tertarik untuk datang ke Labuan Bajo.

Investor dari sektor privat pun mulai melirik potensi yang dapat mendatangkan keuntungan tersebut. Dipandang sebagai tempat dengan prospek yang bagus, Labuan Bajo menjadi tempat pilihan investor untuk mulai mengembangkan usahanya. Berbagai jenis bisnis penginapan dan kegiatan pariwisata seperti hotel dan resort sedang menjamur saat ini. Selain itu, banyak juga usaha penyewaan kapal wisata untuk menikmati panorama yang indah.

Potensi selanjutnya datang dari kekayaan alam berupa hasil bumi yang juga menjadi sektor strategis penerimaan KPP Pratama Ruteng. Kegiatan pertanian dan holtikultura menjadi primadona karena sektor tersebut menjadi salah satu kontributor terbesar pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kab. Manggarai.

Hasil bumi yang cukup tenar dari daerah Manggarai antara lain kopi dan cengkeh. Lahan seluas sekitar 8.000 hektar terbentang untuk budidaya tanaman tersebut. Selain itu masih banyak komoditi lain yang dihasilkan seperti kemiri, kelapa, petatas, dan kakao dengan luas lahan lebih dari 250.000 hektar.

Kekayaan tersebut lantas mengundang banyak investor yang ingin berbisnis hasil bumi. Seiring waktu, kegiatan jual beli hasil bumi semakin pesat di daerah Manggarai. Pemasaran produknya tak hanya di lingkup regional, bahkan sudah dipasarkan ke daerah lain. Muaranya, kegiatan jual beli tersebut tentu juga menjadi potensi penerimaan pajak bagi KPP Pratama Ruteng.

Di lain sisi, rasanya potensi yang tersimpan di bagian barat Pulau Flores ini masih banyak yang belum tereksplorasi. Masih banyak lahan yang belum dikelola dengan maksimal. Kegiatan pembangunan juga masih baru mulai digencarkan. Para investor juga baru mulai melirik potensi yang ada.

Seiring berjalannya waktu, ekosistem kegiatan ekonomi di daerah Manggarai Raya diharapkan semakin berkembang. Pendampingan dan dukungan dari pemerintah juga sangat diperlukan agar potensi pajak yang ada dapat terus terpelihara dengan baik.

 

Upaya dan Prestasi

Spanduk bertulisan “Pencapaian 100%. Terima Kasih, Wajib Pajak!” tampak banyak menghiasi lingkungan kantor selama dua tahun ini. Sebuah sinergi antara KPP Pratama Ruteng sebagai perpanjangan tangan negara dalam menghimpun pajak bersama wajib pajak, membawa hasil pencapaian kinerja yang tidak mengecewakan.

Potensi yang melimpah akan jadi bijih emas di kubangan lumpur jika tidak dimanfaatkan. Perlu usaha ekstra untuk mengubah ‘bijih emas’ tersebut menjadi sesuatu yang bernilai. Dalam hal ini KPP Pratama Ruteng tentu menyadari bahwa untuk memaksimalkan potensi pajak tidaklah mudah.

Berbagai upaya mulai dari ekstensifikasi, intensifikasi, sampai pengawasan semua dilakukan untuk menggali potensi tersebut. KPP Pratama Ruteng juga bersinergi dengan pemerintah daerah setempat untuk bersama-sama memelihara ekosistem ekonomi yang ada dan mengoptimalkannya.

Pada tahun 2020, KPP Pratama Ruteng berhasil mencapai penerimaan pajak yang menyentuh angka 108,08% dari target yang ditetapkan. KPP Pratama Ruteng berhasil menyulap ‘bijih emas’-nya menjadi perhiasan yang bernilai tinggi. Pencapaian tersebut tentunya diraih berkat kerja keras seluruh pegawai serta upaya untuk terus menjaga sinergi dengan para stakeholder.

Atas pencapaiannya, KPP Pratama Ruteng menjadi kantor pelayanan pajak berprestasi di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Nusa Tenggara. KPP Pratama Ruteng menerima 13 penghargaan dari Kanwil DJP Nusa Tenggara untuk tahun 2020. Penghargaan tersebut antara lain:

  1. Peringkat I Kantor Pelayanan Pajak Pratama dengan Kinerja Terbaik (NKO) Tahun 2020;
  2. Peringkat I Persentase Realisasi Penerimaan Pajak Tertinggi Tahun 2020;
  3. Peringkat I Pencapaian Komitmen Penerimaan Terbaik Tahun 2020;
  4. Peringkat I Persentase Pertumbuhan Penerimaan Pajak Bruto Terbaik Tahun 2020;
  5. Peringkat I Pencapaian Penerimaan Effort Ekstensifikasi Terbaik Tahun 2020;
  6. Peringkat I Indeks Kepuasan Pengguna Layanan Umum Tahun 2020;
  7. Peringkat I Kantor Pelayanan Pajak Pratama dengan Kinerja Penanganan Upaya Hukum Keberatan dan Non Keberatan Terbaik Tahun 2020;
  8. Peringkat I Account Representative dengan Kegiatan Ekstensifikasi Terbaik Tahun 2020;
  9. Peringkat II Persentase Penyelesaian Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan Wajib Pajak Strategis Terbaik Tahun 2020;
  10. Peringkat II Person In Charge KPP Pratama dengan Kinerja Penanganan Upaya Hukum Keberatan dan Non Keberatan Terbaik Tahun 2020;
  11. Peringkat III Persentase Tingkat Pencapaian Pertumbuhan Wajib Pajak Non PP 23 yang Melakukan Pembayaran Terbaik Tahun 2020;
  12. Peringkat III Persentase Penyelesaian Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan Terbaik Tahun 2020; dan
  13. Peringkat III Persentase Capaian Effort Pemeriksaan Tertinggi Tahun 2020.

Apresiasi dan ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh wajib pajak yang telah berkontribusi. KPP Pratama hanyalah pelayan bagi wajib pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakannya. Wajib pajak yang dengan giat memutar roda ekonomi serta pembangunan sembari taat pada peraturan perpajakan menjadi pahlawan masa kini atas sumbangsihnya.

Semoga sinergi yang terjalin antara KPP Pratama Ruteng dengan para wajib pajak terjalin dengan baik agar penerimaan pajak dapat terus maksimal. Demi pembangunan yang makin merata, demi negeri Indonesia kita tercinta.

*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi penulis bekerja.