Ada pemandangan yang tak biasa di Aula Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Denpasar Timur yang beralamat di Gedung Keuangan Negara (GKN) II Denpasar, Kota Denpasar (Rabu, 18/2). Sejumlah wajib pajak warga negara asing (WNA) yang menjalankan usaha di Kota Denpasar tampak memanfaatkan layanan asistensi pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di KPP Pratama Denpasar Timur.

Fenomena ini bukan sekadar antrean biasa. Ia menjadi sinyal kesadaran perpajakan di kalangan pekerja dan pelaku usaha asing di Bali. Di tengah berbagai penyesuaian sistem dan dinamika regulasi, para WNA memilih datang langsung untuk memastikan kewajiban mereka ditunaikan dengan benar.

Melalui Satuan Tugas Pelaporan dan tim asistensi, para wajib pajak mendapatkan pendampingan menyeluruh: mulai dari pengecekan kelengkapan dokumen, pendampingan pelaporan melalui aplikasi Coretax DJP, pembuatan kode billing, hingga finalisasi pelaporan SPT Tahunan. Bagi sebagian WNA, perubahan aplikasi dan perbedaan sistem perpajakan Indonesia dibanding negara asal menjadi tantangan tersendiri.

Andrew, warga negara Australia yang mengelola restoran di kawasan Sanur, mengaku terbantu dengan kehadiran Satgas. Ia sempat kebingungan dengan pembaruan aplikasi, namun penjelasan langsung dari petugas membuat proses pelaporan menjadi jauh lebih mudah dan jelas.

Koordinator Harian Satuan Tugas Pelaporan SPT Tahunan, Susiana Helmi Andri, menyampaikan bahwa layanan asistensi terbuka bagi seluruh wajib pajak tanpa memandang kewarganegaraan. Pendekatan persuasif dan edukatif, menurutnya, menjadi kunci membangun kepatuhan sukarela.

"Kami berusaha semaksimal mungkin memberikan layanan dengan menyediakan petugas yang lancar berkomunikasi dalam bahasa Inggris untuk memastikan proses asistensi berjalan lancer,” ujar Susiana.

“Langkah ini bukan sekadar soal administrasi. Di ruang layanan itu, terbangun pesan penting: bahwa siapa pun yang berusaha dan memperoleh penghasilan di Indonesia, termasuk komunitas internasional di Bali, adalah bagian dari ekosistem kepatuhan pajak yang sama. Dan ketika pelayanan hadir secara inklusif dan solutif, kepatuhan bukan lagi beban melainkan kesadaran bersama,” tambahnya.

Pewarta: Ferry Kristiani
Kontributor Foto: Ferry Kristiani
Editor:

*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.