Semangat membangun kesadaran pajak sejak usia muda digaungkan dalam kegiatan Tax Goes To School yang dilaksanakan di SMKN 1 Bawang, Kabupaten Banjarnegara (Senin, 18/5/2026). Kegiatan yang diikuti siswa jurusan Akuntansi tersebut menghadirkan penyuluh pajak dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Purbalingga sebagai pemateri dengan tema “Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju”.
Kegiatan berlangsung di Aula SMKN 1 Bawang dan diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Kepala SMKN 1 Bawang, Khairul Sholih Retnobroto. Dalam sambutannya, ia mengajak para siswa untuk menanamkan semangat kontribusi kepada bangsa sejak dini. “Berkontribusilah kepada negara dengan ikhlas karena dengan keikhlasan sekecil apa pun kontribusi kita kepada negara akan terasa lebih bermakna,” pesannya di hadapan para peserta.
Pesan tersebut menjadi penguat semangat kegiatan edukasi pajak yang tidak hanya membahas kewajiban perpajakan, tetapi juga peran generasi muda dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
Materi disampaikan oleh tiga penyuluh pajak, yakni Eka Nofianti, Faqqih Yudia Nauval, dan Dias Kurnelia Prabawati. Para siswa mendapatkan edukasi mengenai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), sumber pendapatan negara, peran pajak dalam pembangunan, hingga pentingnya membangun kesadaran pajak sejak dini.
Eka Nofianti dalam pemaparannya mengutip pesan inspiratif dari Andrea Hirata tentang pentingnya bermimpi dan berjuang untuk masa depan. Menurutnya, Indonesia juga memiliki mimpi besar untuk menjadi Indonesia Emas pada tahun 2045.
“Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu. Indonesia juga memiliki cita-cita mulia menjadi Indonesia Emas 2045. Untuk mewujudkannya dibutuhkan APBN yang kuat, sumber daya manusia yang hebat, teknologi yang canggih, dan dukungan dari seluruh masyarakat,” ujarnya.
Ia pun mengajak para siswa untuk terus belajar, berusaha, dan menyiapkan diri agar mampu berjalan beriringan dengan cita-cita besar bangsa.
Sementara itu, Faqqih Yudia Nauval menjelaskan bahwa pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara dengan kontribusi hampir 80 persen dari total penerimaan negara. Karena itu, kesadaran masyarakat dalam memenuhi hak dan kewajiban perpajakan menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan nasional. “Target penerimaan negara tidak mudah dicapai. Dibutuhkan kesadaran penuh dari wajib pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakannya,” jelasnya.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Dias Kurnelia Prabawati yang menekankan pentingnya peran pelajar dalam pembangunan Indonesia melalui pendidikan dan prestasi.
“Sebagai pelajar, kontribusi yang bisa dilakukan saat ini adalah belajar dengan giat serta aktif berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik,” ungkap Dias.
Para siswa aktif mengikuti sesi diskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar perpajakan. Salah satunya datang dari Ukhti, siswi kelas XI, yang bertanya mengenai aturan perpajakan bagi pelajar yang telah memiliki penghasilan dari bisnis jualan online.
Acara kemudian ditutup dengan sesi permainan edukatif. Melalui kegiatan ini, KPP Pratama Purbalingga berharap para siswa tidak hanya memahami pentingnya pajak bagi negara, tetapi juga tumbuh menjadi generasi muda yang sadar akan perannya dalam pembangunan Indonesia.
| Pewarta: Eka Nofianti |
| Kontributor Foto: Gannon Bridung Erlinta Putra |
| Editor: |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 10 kali dilihat




