Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Natar berkomitmen meningkatkan kepatuhan perpajakan di tingkat pemerintahan desa dengan kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pendampingan teknis yang digelar bersama 57 perangkat desa dari Kecamatan Penengahan dan Bakau yang diselenggarakan di Kantor Camat Penengahan, beralamat di Jalan Trans Sumatera KM 69, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Kamis, 20/11).
Kegiatan tersebut berfokus pada kesiapan desa dalam melaksanakan pelaporan perpajakan melalui sistem Coretax DJP. Acara yang merupakan hasil kerja sama antara KPP Pratama Natar dan Kecamatan Penengahan serta Bakau ini menjadi sarana penting dalam memperkuat literasi dan ketertiban administrasi perpajakan di tingkat desa.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Account Representative Pengawasan II serta penyuluh pajak KPP Pratama Natar yang hadir untuk memberikan pengarahan dan pendampingan langsung kepada para bendahara desa. Suasana berlangsung interaktif, di mana para peserta aktif berdiskusi dan melakukan simulasi teknis terkait penggunaan Coretax DJP, mulai dari aktivasi akun hingga tata cara pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT).
Diskusi terbuka yang terjadi membuktikan antusiasme tinggi para perangkat desa dalam memahami dan menguasai perubahan sistem pelaporan pajak yang kini bergerak menuju platform digital terintegrasi. Penyuluh pajak memaparkan mengenai panduan teknis mengenai tata cara pelaporan SPT melalui Coretax DJP, termasuk langkah-langkah pembuatan bukti potong digital dan proses pengiriman laporan
Dalam sesi tanya jawab, Account Representative, Fajar Nugroho menekankan pentingnya kedisiplinan dalam pelaporan pajak dan mengingatkan mengenai potensi sanksi yang dapat timbul apabila terjadi keterlambatan. “Coretax bukan sekadar sistem baru, tetapi langkah maju menuju administrasi pajak yang lebih tertib dan transparan. Karena itu, kami mengingatkan seluruh bendahara desa agar tidak menunda pelaporan. Keterlambatan dapat menimbulkan denda berupa Surat Tagihan Pajak (STP) dan tentu kita semua ingin menghindari hal tersebut,” ungkap Fajar di hadapan para peserta.
Sementara itu, Account Representative, Dewi Putri Wijaya memberikan pendampingan intensif mengenai proses aktivasi akun Coretax yang menjadi pintu masuk utama sebelum pelaporan dapat dilakukan. Ia memastikan setiap perangkat desa memahami langkah-langkah teknis aktivasi dan pembaruan data. “Aktivasi akun adalah pintu masuk utama ke Coretax. Banyak kendala pelaporan terjadi karena akun belum aktif atau data belum diperbarui. Kami pastikan setiap perangkat desa hari ini pulang dengan akun yang siap digunakan untuk pelaporan 2025,” jelas Dewi.
Pada sesi berikutnya, Account Representative, Rizka Arif Nurhasim menegaskan bahwa pemahaman teknis yang baik akan meminimalkan risiko kesalahan administrasi. “SPT Unifikasi di Coretax DJP dibuat agar lebih efisien, tetapi memang membutuhkan ketelitian. Melalui pendampingan ini, kami ingin memastikan seluruh bendahara desa memahami cara membuat bukti potong, menginput data, hingga mengirim laporan secara benar. Semakin terbiasa, semakin kecil potensi terjadinya kesalahan administrasi,” ujar Rizka.
Selain pemaparan materi, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung seluruh tahapan dalam sistem Coretax DJP. Para penyuluh pajak dan Account Representative mendampingi peserta untuk memastikan mereka benar-benar memahami alur kerja dari awal hingga akhir. KPP Pratama Natar berharap melalui kegiatan ini, perangkat desa di Kecamatan Penengahan dan Bakau dapat melaksanakan pelaporan pajak tahun 2025 secara mandiri, tepat waktu, dan sesuai ketentuan. Kegiatan ini juga menjadi tonggak penting dalam mendukung transformasi digital perpajakan nasional serta memperkuat tata kelola administrasi pajak di tingkat desa.
| Pewarta: Anda Puspitarini |
| Kontributor Foto: Anda Puspitarini |
| Editor: |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 30 kali dilihat




