
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Organization of Economic Cooperation and Development (OECD) menyelenggarakan pelatihan virtual berskala internasional di tengah pandemic Covid-19.
“Saya sangat bersyukur bahwa dalam situasi yang kurang bersahabat, di mana interaksi fisik dibatasi, kita dapat menemukan cara baru untuk menyelenggarakan forum internasional dalam bentuk virtual,” kata Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo dalam sambutannya di Ruang Rapat Utama Lantai 5, Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat DJP, Jakarta (Selasa, 21/7).
Acara yang berlangsung dari tanggal 21 sampai 23 Juli 2020 mengundang delegasi dari otoritas pajak 17 yurisdiksi anggota Study Group on Asian Tax Administration and Research (SGATAR), yaitu Australia, China, Filipina, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Kamboja, Korea, Macao, Malaysia, Mongolia, New Zealand, Papua Nugini, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Tercatat 167 partisipan Indonesia dan 109 partisipan dari yurisdiksi anggota SGATAR mengikuti acara ini.
Suryo juga menyampaikan, penyelenggaraan virtual capacity building ini merupakan perwujudan komitmen Indonesia sebagai Chair of 2020 SGATAR Task Force. Bersama dengan Jepang dan Malaysia sebagai anggota Task Force, Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia anggota SGATAR.
Suryo melanjutkan, ke depannya tantangan di bidang transfer pricing bagi otoritas pajak di wilayah Asia Pasifik akan semakin menjadi isu penting untuk diantisipasi, terutama menyangkut transaksi finansial dan transaksi di sektor industri ekstraktif. Oleh karena itu, pembahasan tema tersebut dalam acara itu menjadi sangat berharga dan memberikan manfaat tersendiri bagi otoritas pajak yang mengikuti.
Selain dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Pajak, Director of Centre for Tax Policy and Administration of the OECD Pascal Saint-Amans dan CEO of Internal Revenue Board of Malaysia Dato’ Sri Dr. Sabin bin Samitah hadir dan memberikan sambutannya.
Pascal menyampaikan penghargaannya kepada Indonesia yang telah berinisiatif menyelenggarakan acara ini. OECD sangat mendukung setiap upaya peningkatan kerjasama antarotoritas pajak demi menciptakan solusi bersama.
Senada dengan Pascal, Dato’ Sabin menyampaikan apresiasinya kepada DJP sebagai sahabat sejalan dalam memajukan SGATAR. Dato’ juga menegaskan perlunya kerjasama antarotoritas pajak demi kemaslahatan bersama Oleh karena itu, Malaysia sebagai bagian dari Task Force SGATAR 2020 yang ditunjuk untuk pengembangan program capacity building, akan terus mengupayakan pelaksanaan program tersebut bagi seluruh anggota SGATAR.
Pengembangan kapasitas yang berlangsung selama tiga hari tersebut mengusung topik-topik substansial dalam lingkup transfer pricing serta mencoba mengulik kebijakan otoritas pajak dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Direktur Perpajakan Internasional John Hutagaol dalam laporannya selaku Ketua Organizing Committee acara ini menyampaikan topik-topik substansial yang akan dibahas yaitu Responding to Covid-19 and Tax Administration Issues, Transfer Pricing on Financial Transactions, dan Transfer Pricing on Extractive Industries. Ahli transfer pricing dari OECD Melinda Brown dan ekonom senior dari Australian Taxation Office (ATO) Paul Wilson akan membawakan materi dengan tema-tema tersebut.
Selain itu, disajikan pula materi program Tax Inspector Without Borders (TIWB) oleh Senior Advisor OECD, Rusudan Kemularia. Rusudan menyampaikan, program TIWB ini bertujuan untuk memberikan asistensi jangka pendek kepada negara-negara tertentu. DJP menjadi salah satu tax administration partner yang akan memberikan asistensi kepada otoritas pajak negara lain.
Satu hal lagi yang patut dicatat dari acara ini adalah munculnya platform baru dalam berbagi informasi dan pengalaman antarotoritas pajak melalui forum roundtable discussion. Forum yang dipandu oleh Dwi Astuti ini menampilkan para panelis dari lima anggota SGATAR terpilih. Dwi menyampaikan pertanyaan menyangkut tema-tema dalam virtual capacity building ini yang selanjutnya ditanggapi oleh masing-masing panelis yang mewakili pandangan otoritas pajak masing-masing anggota.
- 227 kali dilihat