Kesadaran pajak tidak lahir secara instan. Ia perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda memahami bahwa pajak memiliki peran penting dalam menopang pembangunan dan keberlangsungan pelayanan publik. Hal tersebut menjadi latar belakang Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Painan menggelar Pajak Bertutur 2026 di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Kamis, 3/9/2026).

Mengusung tema “Pajak Kita Energi Generasi Juara”, kegiatan diikuti oleh para pelajar SMP Negeri 1 Painan. Tidak sekadar mengenalkan pajak sebagai kewajiban warga negara, KP2KP Painan juga mengajak para siswa memahami bagaimana pajak berkontribusi dalam kehidupan sehari-hari dan pembangunan bangsa.

Pelaksana KP2KP Painan, Ulfa Sandari, menyampaikan materi perpajakan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Para siswa mengenal pajak sebagai salah satu sumber utama penerimaan negara yang digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik.

“Pajak menyumbang lebih dari 70 persen pendapatan negara. Artinya, ketika kita berbicara tentang pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan berbagai fasilitas yang kita gunakan, pajak memiliki peran yang sangat penting di dalamnya,” ujar Ulfa.

Penjelasan tersebut kemudian dikaitkan dengan berbagai hal yang dekat dengan keseharian para siswa. Mereka diajak melihat bahwa manfaat pajak hadir dalam berbagai fasilitas dan layanan publik yang digunakan masyarakat.

Kepala KP2KP Painan, Nick Vandrik, menyampaikan bahwa edukasi perpajakan kepada pelajar merupakan bagian penting dari upaya membangun kesadaran pajak secara berkelanjutan. Menurutnya, generasi muda perlu mengenal pajak bukan semata-mata sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan.

“Pajak Bertutur menjadi momentum bagi kami untuk mengenalkan pajak kepada generasi muda dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Kami berharap apa yang disampaikan hari ini dapat menjadi pengetahuan dan bekal bagi para siswa untuk memahami peran pajak ketika mereka kelak menjadi bagian dari masyarakat dan wajib pajak,” ujar Nick.

Dirinya menambahkan bahwa membangun kesadaran pajak membutuhkan proses yang berkelanjutan. Oleh karena itu, sinergi antara DJP dan dunia pendidikan menjadi penting untuk menanamkan pemahaman dan nilai kesadaran pajak sejak bangku sekolah.

“Generasi juara bukan hanya generasi yang unggul dalam prestasi, tetapi juga generasi yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Salah satu bentuk kepedulian tersebut adalah memahami bahwa pajak memiliki peran dalam membiayai pembangunan yang kita nikmati bersama,” tambah Nick.

Dalam sesi interaksi, tanya jawab, dan permainan edukatif, para siswa menyampaikan berbagai pertanyaan seputar pajak, mulai dari alasan masyarakat perlu membayar pajak hingga manfaat pajak bagi pembangunan. 

Melalui Pajak Bertutur 2026, KP2KP Painan berharap kesadaran pajak dapat tumbuh sejak dini dan menjadi bagian dari karakter generasi muda. Para pelajar tidak hanya tumbuh sebagai generasi yang cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian serta tanggung jawab terhadap pembangunan bangsa.

Pajak Bertutur menjadi salah satu upaya DJP mendekatkan edukasi perpajakan kepada generasi muda. 

Pewarta: Ulfa Sandari
Kontributor Foto:Tim Dokumentasi KP2KP Painan
Editor: Trio Nofriadi

*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.