Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Kanwil DJP Sulselbartra) menggelar Pekan Inklusi Kesadaran Pajak yang diikuti oleh tenaga pendidik di dua sekolah, yakni SMP Al-Fityan School Gowa dan SMPN 4 Sungguminasa, Kabupaten Gowa (Selasa, 23/6/2026). Pekan inklusi ini dihelat selama dua hari sejak Senin, 22 Juni 2026.
Mengangkat tema kesadaran pajak, kegiatan ini menjadi salah satu upaya awal mendorong integrasi materi perpajakan ke dalam pembelajaran di sekolah menjelang penerapan program inklusi pajak secara lebih luas.
Program ini merupakan bagian dari upaya DJP untuk menanamkan kesadaran dan pemahaman perpajakan sejak dini pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) melalui pendekatan sinkronisasi, bukan penambahan mata pelajaran baru.
Inklusi dilaksanakan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, serta sesi berbagi strategi memadukan materi perpajakan ke dalam pembelajaran kepada para tenaga pendidik.
Penyuluh pajak, Nurjihad Hasal, menjelaskan bahwa postur APBN 2026, sebesar 85,42% pendapatan negara bersumber dari penerimaan pajak, jauh lebih besar dibandingkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) maupun hibah. Fakta ini menjadi pijakan awal untuk membangun kesadaran para tenaga pendidik akan pentingnya peran pajak bagi keberlangsungan pembangunan nasional.
Pada jenjang SMP, materi kesadaran pajak diedukasikan melalui ilustrasi pohon agar lebih mudah dipahami dan diajarkan kepada peserta didik. Akar pohon digambarkan sebagai pendidikan dasar pembentukan karakter, batang sebagai kesadaran pajak yang menopang kebutuhan bernegara, dan buah sebagai hasil pembangunan nasional yang dinikmati oleh seluruh rakyat. Melalui ilustrasi ini, pajak diperkenalkan bukan sekadar kewajiban, melainkan sebagai investasi bagi masa depan bangsa.
Dalam inklusi ini, tenaga pendidik juga dibimbing untuk menyisipkan muatan kesadaran pajak ke dalam modul ajar pada empat mata pelajaran, yaitu Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Sejarah.
“Pendekatan ini memungkinkan materi perpajakan disampaikan secara kontekstual tanpa menambah beban kurikulum, karena terintegrasi langsung dengan kompetensi yang sudah diajarkan pada masing-masing mata pelajaran,” ucap Nurjihad.
Dengan menyasar tenaga pendidik yang berperan penting dalam membentuk karakter siswa SMP, Kanwil DJP Sulselbartra berharap program inklusi kesadaran pajak ini dapat diteruskan secara berkelanjutan di kelas sehingga kelak melahirkan generasi wajib pajak yang paham, patuh, dan bangga berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
| Pewarta: Kanwil DJP Sulselbartra |
| Kontributor Foto: Kanwil DJP Sulselbartra |
| Editor: A. Rezky Amaliah |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 3 kali dilihat