Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sorong telah menyelenggarakan edukasi yang inklusif bagi seluruh pengusaha kena pajak (PKP) yang baru dikukuhkan sejak awal tahun 2025 di KPP Pratama Sorong, Kota Sorong (Kamis, 13/8/2026). Sebelumnya edukasi ini telah berlangsung juga pada 6 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kelas pajak yang diinisiasi oleh penyuluh pajak KPP Pratama Sorong demi menjaga pemenuhan hak dan kewajiban PKP tetap berjalan dengan baik.
Penyuluh pajak, Sidiq Adi Widagdya, menyampaikan bahwa sudah menjadi kewajiban tiap kantor pajak memberikan upaya optimal untuk melakukan edukasi yang intensif dan inklusif. Batasan ruang tidak lagi menjadi kendala saat komitmen pelayanan prima telah menjadi tekad yang kuat.
"Di era derasnya informasi saat ini, kita dapat memperoleh refreshment dan brainstorming dari berbagai cara, tidak hanya melulu soal bertukar pendapat di ruang kelas tapi juga melalui pemanfaatan saluran media digital. Atas dasar inilah, Kantor Pajak Sorong ingin terus membimbing wajib pajak dalam berbagai kesempatan," jelasnya sembari membuka kelas pajak.
Materi yang diberikan oleh penyuluh pajak adalah hak dan kewajiban sebagai PKP serta diskusi tata cara pemenuhan kewajiban perpajakan melalui Coretax DJP.
Bersamaan dengan itu, para peserta mendapat kesempatan untuk melakukan diskusi dan konsultasi secara daring selama kelas pajak berlangsung. Penyuluh pajak, Ika Prasetya Triwahyudi Budianto, turut memandu jalannya konsultasi daring ini.
"KPP Pratama Sorong terus berkomitmen untuk menjadi teman diskusi yang suportif bagi Wajib Pajak, utamanya yang baru dikukuhkan sebagai PKP baru," tambahnya.
Sejak awal tahun 2025, setidaknya lebih dari 100 PKP telah berhasil dikukuhkan di Provinsi Papua Barat Daya. Hal ini sejalan upaya pemerintah daerah dalam mendorong agar mitra pemerintah (rekanan) berasal dari pengusaha lokal. Para pengusaha lokal ini yang kemudian membutuhkan status PKP agar dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam berbagai proyek pembangunan.
Maraknya pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan peningkatan kredibilitas usaha turut menjadi mesin pendongkrak tumbuhnya PKP baru di Papua Barat Daya. Meski cakupan wilayah kerja yang luas, edukasi tetap berjalan dengan lancar menggunakan sarana ruang kelas dalam jaringan (daring) berbentuk Zoom Meeting.
| Pewarta: Wahyudi Darmawan Hardiansyah |
| Kontributor Foto: Grahita Pradana |
| Editor: Gayatri Indah Puspitorini |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 10 kali dilihat


