
Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo selaku Head of Delegation, bersama sejumlah anggota delegasi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menghadiri pertemuan tahunan Study Group on Asia-Pacific Tax Administration and Research (SGATAR) di Kuala Lumpur, Malaysia (Senin, 17/10). Acara yang digelar sampai dengan 21 Oktober 2022 tersebut dihadiri oleh 199 delegasi dari 18 jurisdiksi anggota SGATAR dan 18 observer dari organisasi internasional.
Pertemuan tahunan SGATAR tahun ini merupakan pertemuan tatap muka pertama sejak terakhir kali dilaksanakan di Indonesia pada tahun 2019. Pertemuan kali ini berfokus pada beberpa topik yang dibahas dalam setiap Working Group, yaitu: 1) tantangan organisasi terutama di bidang struktur organisasi dan sumber daya manusia, 2) upaya peningkatan kepatuhan suka rela Wajib Pajak, 3) perkembangan terbaru dalam reformasi perpajakan, 4) pengujian manfaat intragroup services, 5) peningkatan efektivitas pertukaran informasi perpajakan, serta 6) upaya peningkatan kepatuhan Wajib Pajak UMKM melalui digitalisasi.
SGATAR merupakan organisasi yang didirikan pada tahun 1971 yang dilandasi oleh kesadaran akan pentingnya suatu forum bagi administrator perpajakan di wilayah Asia Pasifik untuk dapat berbagi pengalaman dan wawasan dalam mengembangkan sistem pajak yang ideal. Pertemuan tahunan SGATAR bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi negara-negara anggota SGATAR untuk dapat bertemu dan berdiskusi guna memajukan visi dan misi SGATAR yaitu “meningkatkan kapasitas anggota dengan berbagi best practices dan memperkuat program pelatihan; mempromosikan kerjasama bilateral dan/atau multilateral guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan proyek khusus lainnya; melakukan penelitian dan mengikuti perkembangan internasional dan regional di bidang hukum dan administrasi perpajakan; serta menyuarakan pandangan anggota SGATAR di forum internasional”.
Dalam pelaksanaan rangkaian acara 51st SGATAR Annual Meeting 2022, selain bertindak sebagai presenter untuk setiap Working Group, Indonesia juga berperan sebagai: seconder dalam Adoption of the SGATAR Annual Meeting Agenda, Programme, and Working Group Protocol; chairperson dalam Working Group 1 – Benefit Test Issues for Intra-group Services; serta presenter dalam Head of Delegation Forum Topic 2 - Improving Voluntary Compliance.
Acara hari pertama dimulai dengan opening ceremony dengan sambutan yang disampaikan oleh CEO dari (Inland Revenue Board of Malaysia) IRBM serta Menteri Keuangan Malaysia. Peserta kemudian dibagi ke dalam Working Group sesuai topik pembahasan masing-masing. Dalam kesempatan ini Direktur Jenderal Pajak berkesempatan menyampaikan materi mengenai Improving Voluntary Compliance. Selain itu, selaku Chair dari Asia Initiative (AI), Direktur Jenderal Pajak juga menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan Asia Initiative Meeting yang telah dilaksanakan di Bali pada tanggal 31 Agustus s.d. 2 September 2022 serta ajakan bagi negara/jurisdiksi Asia lain yang belum bergabung, untuk turut menjadi bagian dari AI.
Pada hari kedua, diselenggarakan seminar dari 5 narasumber perwakilan dari organisasi internasional yaitu: 1) Mr. Ben Dickinson, Head of Global Relations and Development Division Center of Tax Policy and Administration, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang menyampaikan tema mengenai “Developments in the International Tax and Transparency Landscape and Impacts on Tax Administration “, 2) Mr. Bruno Carrasco, Director General Sustainable Development and Climate Change Department, Asian Development Bank (ADB) yang menyampaikan tema mengenai “ADB’s Support for Tax Reforms in the Asia and Pacific Region”, 3) Mr. Marcio Verdi, Executive Secretary Inter-American Center of Tax Administration (CIAT) yang membawakan topik mengenai “e-Invoicing”, 4) Mr. Kiyoshi Nakayama, Advisor, Fiscal Affairs Department, International Monetary Fund (IMF) yang membahas topik mengenai “Revenue Mobilisation Post-Covid-19“, serta 5) Ms. Ana Cebreiro Gomez, Senior Economist, World Bank yang menyampaikan mengenai “World Bank’s Domestic Resource Mobilization Approach” .
Pada hari terakhir, acara dimulai dengan HOD Forum dengan agenda yaitu recap dari kegiatan yang telah dilaksanakan oleh HOD Forum, presentasi laporan dari masing-masing Working Group, diskusi mengenai rekomendasi dari Working Group untuk program tahunan SGATAR tahun 2023, serta penutupan HOD Forum. Pada malam harinya dilaksanakan SGATAR Night dimana delegasi masing-masing negara/jurisdiksi menampilkan persembahan yang menampilkan kebudayaan masing-masing.
Adapun hasil yang dapat diperoleh dari pelaksanaan 51st SGATAR Annual Meeting yaitu: 1) rekomendasi langkah-langkah yang dapat diterapkan otoritas pajak guna melakukan pengujian manfaat intragroup services untuk menghindari penyalahgunaan praktik transfer pricing dalam kaitannya dengan penggerusan basis pajak dan penggeseran laba, 2) rekomendasi langkah-langkah yang dapat diterapkan oleh otoritas pajak untuk meningkatkan efektivitas pertukaran informasi perpajakan untuk menghindari penghindaran pajak oleh Wajib Pajak, 3) rekomendasi langkah-langkah yang dapat diterapkan oleh otoritas pajak untuk meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak UMKM melalui digitalisasi, 3) sharing pengalaman dari anggota SGATAR mengenai best practice terkait mengatasi tantangan organisasi terutama di bidang struktur organisasi dan sumber daya manusia, upaya peningkatan kepatuhan suka rela Wajib Pajak, serta perkembangan terbaru dalam reformasi perpajakan; serta 4) kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dari seminar internasional yang dilaksanakan.
Selain pelaksanaan rangkaian acara 51st SGATAR Annual Meeting, delegasi Indonesia juga berkesempatan melaksanakan bilateral meeting dengan Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Filipina. Hasil dari bilateral meeting tersebut antara lain: Indonesia dan Malaysia sepakat untuk meningkatkan kerja sama terutama terkait dengan pertukaran informasi withholding taxes secara otomatis guna mencegah penghindaran pajak; Indonesia dan SIngapura sepakat untuk meningkatkan kerja sama terutama terkait data GST dan PPN, penyelesaian sengketa perpajakan internasional, permasalahan dalam P3B serta peningkatan kualitas dan kredibilitas pertukaran informasi perpajakan; serta Vietnamdan Filipinamenyatakan ketertarikannya untuk bergabung dalam Asia Initiative (AI) atas tawaran Indonesia yang saat ini bertindak sebagai Chair dalam AI.
Melalui serangkaian kegiatan dalam acara 51st SGATAR Annual Meeting ini, diharapkan DJP dapat mempererat hubungan kerja sama bilateral dan regional dengan negara/jurisdiksi mitra, memperoleh berbagai informasi terkini terkait pencegahan penggerusan basis pajak dan penggeseran laba oleh perusahaan multi nasional, peningkatan kepatuhan suka rela wajib pajak, serta perkembangan administrasi perpajakan guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DJP.
- 49 kali dilihat