Jakarta, 27 Januari 2026 - Sebuah energi luar biasa memenuhi aula dan ruang virtual Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Timur saat sebanyak 221 mahasiswa resmi dilantik menjadi Relawan Pajak Untuk Negeri (Renjani) 2026. Melalui proses seleksi yang sangat kompetitif sejak Agustus 2025, para relawan ini berhasil menyisihkan ratusan pendaftar lainnya, di mana hanya sekitar separuh dari total 411 pelamar yang dinyatakan lolos menjadi Relawan Pajak
Program Renjani lahir dari sebuah urgensi besar untuk mentransformasi kesadaran perpajakan di Indonesia. Di balik pengukuhan ini, terdapat misi mulia untuk mendampingi wajib pajak dalam menunaikan kewajiban moralnya, sekaligus memastikan target penerimaan SPT Tahunan tercapai melalui sentuhan edukasi yang lebih humanis. Para relawan dari 12 Tax Center di lingkungan Jakarta Timur ini dipersiapkan untuk menjadi wajah ramah DJP yang akan mendampingi masyarakat melintasi kerumitan birokrasi menuju kemudahan layanan digital. Kegiatan ini juga menjadi momen perpisahan yang manis sekaligus penutupan bagi masa tugas Renjani 2025 yang telah memberikan kontribusi luar biasa sepanjang tahun 2025.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi yang tak terhingga, acara dibuka dengan pengumuman tiga Relawan Pajak Terbaik tahun 2025. Penghargaan tersebut diberikan kepada mahasiswa berprestasi asal Universitas Negeri Jakarta, yakni Saudara MRP, Saudara MAFP, dan Saudari SNS, yang telah membuktikan bahwa kontribusi nyata mahasiswa mampu membawa dampak positif bagi kepatuhan pajak. Setelah pemberian penghargaan, prosesi berlanjut ke pengukuhan Renjani 2026 yang ditandai dengan penyerahan relawan kepada perwakilan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) secara simbolis, menandakan kesiapan mereka untuk terjun langsung ke masyarakat.
Kepala Kanwil DJP Jakarta Timur, Ahmad Djamhari, dalam sambutannya menekankan betapa pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menanamkan nilai-nilai kewarganegaraan. Beliau menyatakan harapannya agar partisipasi aktif ini bisa menjadi pemantik kepatuhan yang luas di masa depan.
“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran pajak sejak dini kepada mahasiswa-mahasiswi dan masyarakat,” ungkap Ahmad Djamhari.
Tak hanya itu, beliau juga menggarisbawahi bahwa pengalaman ini merupakan investasi ilmu yang sangat berharga bagi masa depan para relawan.
“Semoga dapat memberikan pemahaman lebih kepada relawan pajak tentang wawasan perpajakan, khususnya tata cara pengisian SPT Tahunan menggunakan Coretax sehingga wajib pajak semakin terbantu dan terjadi peningkatan kepuasan atas layanan perpajakan,” tambahnya.
Memasuki sesi inti, para relawan mendapatkan asupan materi teknis, dimulai dari bedah sistem terbaru DJP. Tim Penyuluh Kanwil DJP Jakarta Timur yang terdiri dari Rudy Rudiawan, Leonard Simorangkir, dan Eka Ardi Handoko memaparkan kemudahan aktivasi akun Coretax sebagai masa depan administrasi pajak Indonesia.
Kemampuan teknis tentu tidak akan sempurna tanpa kemampuan interpersonal yang mumpuni. Untuk itu, Kak Windy dan Kak Mita hadir membekali para mahasiswa dengan Communication Skill yang prima guna menghadapi berbagai karakter wajib pajak di lapangan. Mereka berpesan agar relawan tidak hanya sekadar hafal aturan, tapi juga mampu menyentuh sisi emosional pelanggan dengan pelayanan yang santun.
“Relawan Pajak diharapkan memiliki public speaking yang baik, memahami aturan perpajakan, mengemas penjelasan pajak dengan bahasa yang mudah dipahami, serta wajib memperhatikan bahasa non-verbal dalam melayani wajib pajak agar tercipta kenyamanan,” tegas mereka di depan para peserta yang menyimak dengan saksama.
Setelah jeda istirahat, antusiasme peserta tidak surut sedikit pun saat memasuki materi mengenai ekosistem aplikasi RENJANI yang disampaikan oleh Relita Rezeki Yanti dan Anindya Putri dari Direktorat P2Humas Kantor Pusat DJP. Relita menjelaskan bahwa program ini sangat inklusif dan memberikan keuntungan ganda bagi karier akademik mahasiswa.
“Relawan Pajak adalah mahasiswa dari semua jurusan dengan latar belakang perpajakan maupun non-perpajakan yang berkomitmen penuh mengikuti serangkaian program, dan menariknya, kegiatan ini bisa dikonversi menjadi pemenuhan SKS kuliah melalui Program Magang Berdampak,” papar Relita.
Ia juga menjabarkan bahwa selain membantu asistensi SPT dan layanan Business Development Services (BDS), para relawan akan mendapatkan manfaat besar berupa pengembangan kompetensi profesional dan relasi lintas universitas yang sangat luas.
Sesi pembekalan ditutup dengan materi yang sangat fundamental mengenai nilai-nilai Kementerian Keuangan dan komitmen antigratifikasi yang disampaikan oleh Penyuluh Pajak Aried Budi Nugroho. Materi ini bertujuan untuk membentengi integritas para relawan agar tetap tegak lurus pada aturan selama bertugas di unit kerja.
Menjelang akhir hari, suasana yang tadinya serius berubah menjadi penuh tawa dan sorak-sorai saat sesi games interaktif digelar. Kemeriahan ini menjadi penutup sempurna yang menggambarkan semangat membara para Renjani 2026 untuk segera terjun dan melayani wajib pajak di Jakarta Timur hingga akhir masa tugas nanti.
- 2 kali dilihat