Jakarta, 22 Januari 2026 - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Timur menggelar aksi layanan perpajakan di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terkemuka, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Kegiatan bertajuk "Edukasi dan Aktivasi Massal Akun Coretax" ini dilaksanakan secara selama dua hari, yakni Rabu (21/1) hingga Kamis (22/1), dengan menyasar kurang lebih 6.000 pegawai Transjakarta.

Kanwil DJP Jakarta Timur menerapkan strategi layanan terpadu dalam kegiatan ini. Pada hari pertama, fokus kegiatan dititikberatkan pada penyampaian materi dan aktivasi serentak. Sementara pada hari kedua, Kanwil DJP Jakarta Timur secara khusus membuka meja bantuan (Helpdesk) atau pojok pajak di lokasi untuk melayani pegawai yang mengalami kendala teknis secara one-on-one. Kehadiran Helpdesk fisik ini menjadi solusi taktis bagi ribuan pegawai untuk menyelesaikan kendala aktivasi tanpa harus datang ke kantor pajak.

Direktur Operasional dan Keselamatan PT Transjakarta, Daud Joseph, menyambut hangat sinergi ini sebagai wujud kepatuhan institusi. Dalam sambutannya, Daud menekankan bahwa sebagai BUMD, Transjakarta memegang teguh prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Governance), termasuk dalam aspek transparansi dan akuntabilitas perpajakan.

“Hari ini kita melaksanakan dua langkah pertama dari lima aksi peningkatan pemahaman perpajakan, yaitu pelayanan dan edukasi. Transformasi digital dengan diterbitkannya Coretax ini menyatukan proses yang dulunya terpisah. Sebelum adanya integrated Coretax ini, perpajakan dilakukan berdasarkan aplikasi berbeda seperti e-filing dan e-billing, namun dengan adanya Coretax kini jadi satu kesatuan,” ujar Daud.

Ia juga mengajak seluruh jajarannya untuk memanfaatkan momen sosialisasi ini sebaik mungkin. “Sosialisasi ini menjadi momen yang sangat baik bagi kita untuk memahami perubahan sistem ini seperti apa, apa yang berbeda, dan bagaimana cara kita memahaminya dari proses administrasi pendaftaran hingga pelaporan pajak,” tambahnya.

Kepala KPP Madya 2, Irwan Martis, turut hadir memberikan apresiasi atas predikat Transjakarta sebagai Wajib Pajak dengan tingkat kepatuhan tinggi. Irwan Martis menyadari bahwa perubahan sistem kerap menimbulkan pertanyaan, sehingga kehadiran tim DJP adalah untuk memangkas kebingungan tersebut.

“SPT merupakan kewajiban kita, makanya DJP berusaha membuat cara pengisian sesimpel mungkin. Tapi karena Coretax merupakan hal baru, pasti ada kebingungan di antara teman-teman yang hadir hari ini. Oleh karena itu, kami hadir hari ini untuk membantu teman-teman semua memahami cara pengisian SPT Tahunan melalui Coretax,” jelas Irwan.

Sesi teknis yang dibawakan oleh Penyuluh Pajak Kanwil DJP Jakarta Timur, Arief Budi Nugroho, mengupas tuntas fitur-fitur revolusioner Coretax. Arief menggunakan analogi "Rumah Besar" untuk menggambarkan integrasi sistem baru ini.

“Untuk dapat masuk ke 'rumah besar' Coretax, Wajib Pajak harus mengaktivasi akun Coretax-nya terlebih dahulu. Caranya sangat mudah, Wajib Pajak cukup menyiapkan nomor telepon dan email yang aktif serta NIK KTP,” terang Arief. Ia juga menyoroti kemudahan bagi istri yang bekerja, di mana pelaporan SPT Tahunan kini dapat digabung dengan suami secara lebih praktis.

Terkait pengisian SPT Tahunan, Arief menjelaskan perubahan signifikan pada jenis formulir yang digunakan. Kompleksitas pemilihan formulir lama kini telah dihapuskan demi kemudahan pengguna.

“Pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi di Coretax sudah tidak lagi menggunakan jenis formulir yang selama ini kita kenal seperti 1770, 1770S, dan 1770SS, melainkan hanya menggunakan satu jenis formulir saja,” papar Arief.

Meski lebih ringkas, Arief mengingatkan pentingnya detail pelaporan. “Pengisian harta dan utang pada SPT Tahunan Coretax ini lebih detail dibandingkan dengan pengisian menggunakan DJP Online,” pungkasnya.

Selama dua hari pelaksanaan, meja layanan (Helpdesk) yang disediakan Kanwil DJP Jakarta Timur dipadati oleh pegawai yang antusias. Tim satgas dengan sigap membantu proses aktivasi, pemulihan akun, hingga konsultasi teknis pengisian, memastikan transisi digital perpajakan di tubuh Transjakarta berjalan mulus.