Body

Anda sebagai pemungut Pajak Pertambahan Nilai wajib menyampaikan SPT Masa PPN PUT.

Kerangka/ Isi SPT Masa PPN PUT

Saat ini, SPT Masa PPN yang berlaku dan dapat Anda gunakan dalam pelaporan selaku Pemungut PPN adalah SPT Masa PPN 1107 PUT. SPT Masa PPN 1107 PUT terdiri dari:

1.    Induk SPT Masa PPN 1107 PUT - Formulir 1107 PUT (F.1.2.32.02);

2.    Lampiran SPT Masa PPN 1107 PUT, yang terbagi atas:

  •      lampiran 1 Daftar PPN dan PPnBM Yang Dipungut Oleh Bendaharawan Pemerintah - Formulir 1107 PUT 1 (D.1.2.32.03); 
  •      lampiran 2 Daftar PPN dan PPnBM Yang Dipungut Oleh Selain Bendaharawan Pemerintah - Formulir 1107 PUT 2 (D.1.2.32.04). 

SPT Masa PPN 1107 PUT wajib diisi oleh setiap Pemungut PPN kecuali Penerbit SPM.

Bentuk SPT Masa PPN PUT

SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN dapat berbentuk:

1. formulir kertas (hard copy); atau

2. data elektronik yang disampaikan dalam bentuk media elektronik.

Anda selaku pemungut PPN wajib menyampaikan SPT Masa PPN dalam bentuk dokumen elektronik.

Kewajiban menyampaikan SPT Masa PPN dalam bentuk dokumen elektronik ini tidak berlaku bagi

(a) Bendahara Pemerintah Pusat;

(b) Bendahara Pemerintah Daerah; dan

(c) Kepala Urusan Keuangan yang belum pernah menyampaikan SPT Masa  dalam bentuk dokumen elektronik.

 Dalam hal Lampiran SPT Masa PPN PUT disampaikan dalam bentuk formulir kertas (hard copy), Pemungut PPN dapat menyesuaikan bentuk Lampiran SPT sesuai dengan kebutuhannya atau sesuai dengan banyaknya transaksi yang dilakukan.

Penyesuaian bentuk Lampiran SPT Masa PPN PUT ini tetap mencantumkan identitas Pemungut PPN dan memperhatikan unsur-unsur kolom yang ada dalam Lampiran SPT Masa PPN PUT yang benar.

Dalam hal SPT disampaikan dalam bentuk data elektronik, Pemungut PPN harus menggunakan e-SPT yang telah disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Formulir SPT dalam bentuk kertas (hard copy) dan e-SPT dapat diperoleh dengan cara :

1. disediakan secara cuma-cuma di KPP atau KP2KP;

2. digandakan atau diperbanyak sendiri oleh Pemungut PPN; atau

3. diunduh di Home Page Direktorat Jenderal Pajak, dengan alamat http://www.pajak.go.id.

Kelengkapan SPT Masa PPN PUT

Dalam hal SPT dilaporkan NIHIL karena Pemungut PPN tidak melakukan pemungutan PPN atau PPN dan PPnBM, maka Lampiran SPT tidak perlu disampaikan.

Cara Penyampaian SPT Masa PPN PUT

SPT disampaikan oleh Pemungut PPN ke KPP atau KP2KP dengan cara manual, yaitu :

1. Disampaikan langsung ke KPP atau KP2KP; atau

2. Disampaikan melalui Kantor Pos secara tercatat atau melalui perusahaan jasa ekspedisi atau melalui perusahaan jasa kurir, ke KPP atau KP2KP.

Penyampaian SPT dengan cara manual tersebut adalah berupa penyampaian SPT yang Induk SPT-nya disampaikan dalam bentuk formulir kertas (hard copy), sedangkan Lampiran SPT dapat disampaikan dalam bentuk formulir kertas (hard copy) atau dalam bentuk media elektronik