Body

Anda adalah orang pribadi karyawan yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, wajib melakukan penghitungan PPh pasal 29 pada akhir tahun sebagai dasar:

  1. Pembayaran Pajak Penghasilan dalam hal hasil perhitungan menunjukkan Kurang Bayar (KB) serta dasar pembuatan SPT Tahunan 1770S.
  2. Restitusi dalam hal hasil perhitungan menunjukkan Lebih Bayar (LB) serta dasar pembuatan SPT Tahunan 1770.
  3. Pelaporan SPT Tahunan 1770S atau 1770SS dalam hal hasil perhitungan Nihil.

SPT Tahunan 1770SS hanya diperuntukkan bagi Anda karyawan yang memiliki penghasilan di bawah 60 juta.

Contoh Perhitungan

Anda dapat melakukan perhitungan SPT dengan contoh sebagai berikut:

Tuan Dedi (TK/0) bekerja pada PT. ABC sejak Januari 2017. Penghasilan bruto yang terdiri dari gaji, tunjangan, dan pembayaran lain adalah senilai Rp100.000.000,00. Tuan Dedi membayar iuran pension dan THT/JHT senilai Rp2.000.000,00. Berapakah PPh terutang Tuan Dedi?

Penghasilan bruto (total seluruh gaji, tunjangan dari pembayaran lain oleh perusahaan kepada karyawan)

= Rp. 100.000.000

Pengurang penghasilan (Iuran Pensiun atau THT/JHT)

=(Rp.    2.000.000) -

Penghasilan Netto

   Rp. 98.000.000

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)  (TK/0)

=(Rp. 54.000.000) -

Penghasilan Kena Pajak (PKP)

= Rp. 44.000.000

PPh Terutang (Tarif Pasal 17 x PKP)

=Rp.   2.200.000

PPh yang dipotong/dipungut pihak lain (Kredit Pajak PPh Pasal 21)

=(Rp. 2.200.000)-

PPh KB/LB/Nihil

=Rp. 0 (NIHIL)

Untuk lebih jelasnya, format penghitungan pajak penghasilan dapat dilihat pada :

  1. Formulir Bukti Potong 1721A1 atau 1721 A2
  2. Formulir Induk SPT Tahunan PPh 1770S