Oleh: Grace Sicilia Muchtar, pegawai Direktorat Jenderal Pajak

 

Pagi itu, enam hari sebelum jatuh tempo pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi, kantor kami, mulai "kebanjiran" massa yang berbondong-bondong datang untuk melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Maklum, Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Kerobokan --kantor kami-- merupakan salah satu kantor favorit yang paling ramai dikunjungi oleh para pegawai kantoran maupun pekerja pariwisata setiap tahunnya karena lokasinya yang strategis di Tuban, pusat kawasan pariwisata Bali.

"Ngapain jauh-jauh ke Denpasar, lapor di sini saja lebih dekat,demikian biasanya pengakuan para wajib pajak tersebut. Fenomena lonjakan wajib pajak yang setiap tahun terjadi menjelang akhir Maret selalu saja menyisakan banyak sekali cerita seru. Salah satunya adalah cerita "Pasukan Renjani".

Siapakah Pasukan Renjani?

Pasukan Renjani adalah Pasukan Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani). Saya sebut mereka pasukan karena laiknya prajurit, merekalah kumpulan manusia yang menjadi garda terdepan mengawal masuknya SPT Tahunan di kantor pajak di seluruh Indonesia. Pasukan ini, yang adalah para mahasiswa aktif dari berbagai universitas, rela meluangkan waktu bermain mereka untuk terjun langsung berkontribusi dalam perhelatan akbar penerimaan laporan SPT Tahunan ini.

Salah satu Pasukan Renjani yang bertugas di kantor kami adalah sekumpulan mahasiswa yang berasal dari Politeknik Negeri Bali. Setiap harinya sebelum pukul 08.00  pagi, mereka dengan bersemangat sudah standby di tempatnya masing-masing, siap melayani wajib pajak di hari itu.

Saya tahu tugas mereka tidak mudah. Adapun tugas mereka di antaranya adalah:

  1. Memberikan edukasi pajak
  2. Asistensi pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi, utamanya melalui e-Filing
  3. Asistensi pembayaran PPh kepada Wajib Pajak
  4. Asistensi validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Walaupun sudah dilengkapi sebelumnya dengan pelbagai pembekalan, nyatanya ketika berhadapan langsung dengan wajib pajak mereka tetap menemukan banyak sekali kendala dan permasalahan di lapangan. Sesekali saya lihat mereka akan meminta izin ke back office untuk mendiskusikan beberapa permasalahan dan kendala wajib pajak yang belum mereka pelajari sebelumnya. Meski demikian, tidak ada permasalahan dan kendala yang tidak bisa mereka atasi di hari yang sama.

Dari kegiatan asistensi SPT sendiri, kita juga bisa melihat adanya pengembangan karakter mereka utamanya dari segi pelayanan dan wawasan perpajakan sendiri. Beberapa dari antara mereka bahkan mampu mengembangkan communication skill-nya, di mana mereka bisa melayani wajib pajak orang asing dengan memberikan asistensi dalam Bahasa Inggris. Meskipun di Bali sendiri, berhadapan dengan wajib pajak orang asing adalah sesuatu yang lumrah tetapi menurut hemat saya, apa yang dilakukan oleh Pasukan Renjani ini luar biasa untuk ukuran seorang mahasiswa.

Kembali ke cerita hari ini, sesekali juga saya melihat adik-adik ini meminta izin wajib pajak untuk melakukan selfie bareng. Ternyata hal tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk laporan keberlangsungan kegiatan Relawan Pajak mereka sekaligus sosialisasi ke media sosial mereka masing-masing. Beberapa juga terlihat bercanda kecil untuk memecah keriuhan antrian SPT yang sangat panjang di hari ini, terlihat sederhana tetapi sangat membantu dalam proses pelayanan terhadap para wajib pajak yang kadang-kadang tidak suka berlama-lama mengantre.

Saya rasa selepas dari kegiatan relawan ini, mereka bukan hanya menjadi pengawal SPT melainkan juga bisa menjadi pengawal-pengawal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di kemudian hari. Kehadiran Pasukan Renjani ini sendiri sudah merupakan sarana edukasi dan sosialisasi perpajakan secara tidak langsung kepada masyarakat sekitar. Hal ini merupakan sebuah upaya jenius dari Direktorat Jenderal Pajak dalam memupuk bibit-bibit calon pembayar pajak di masa depan.

Demikian sekelumit cerita seru dari para Pasukan Renjani di KP2KP Kerobokan kami, bagaimana dengan kantor kalian? Untuk #KawanPajak, jangan segan-segan pula berkonsultasi dengan Pasukan Renjani, ya.

 

*) Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi tempat penulis bekerja.

Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.