Pohon Yang Tidak Terbuah Tapi Selalu Menjadi Perhatian

Oleh: Lindarto Akhir Asmoro, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak
Setiap tanaman memiliki cara tersendiri dalam menyimpan cadangan makanannya. Seperti umbi-umbian yang menyimpan cadangan makanan pada akarnya, atau seperti pohon durian yang menyimpan cadangan makanananya di buah. Karena cadangan makanan inilah manusia banyak menanam tanaman tersebut untuk diambil manfaatnya sebagai bahan makanan atau obat-obatan serta hiasan.
Dalam setahun terakhir ini, di KPP Pratama Tuban memiliki kegiatan menanam pohon di sekitar lingkungan kantor. Berbagai jenis tamanan yang ditanam sebagian besar adalah tanaman buah buahan yang dapat dimanfaatkan buahnya juga kerindangan dari tanaman itu sebagai tempat berteduh dan juga membuat suasana kantor menjadi nyaman. Dari sekian banyak pohon yang ditanam, yang paling menjadi perhatian adalah salah satu tanaman Sawo Kecik yang ditempatkan di tengah Tempat Pelayanan Terpadu KPP Pratama Tuban.
Pohon Sawo ini belum berbuah sawo yang sesungguhnya tetapi berbuah kata-kata yang digantungkan di ranting-ranting pohon ini. Ya benar... kata-kata itu adalah saran dari wajib pajak tentang pelayanan dan kekurangan yang ada di kantor kami ini. Walaupun buahnya memang belum bisa kita nikmati tetapi pohon ini memberikan manfaat lain bagi kami, yaitu berupa masukan dan sekaligus hiburan bagi kami.
Sebagai masukan pastinya saran dan kritik dapat membuka mata kita bahwa banyak hal hal yang masih harus diperbaiki, dalam hal pelayanan dari karyawan KPP Pratama Tuban ataupun infrastruktur yang masih dapat ditambahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan seperti ruang laktasi yang masih sederhana atau perpustakaan yang masih sedikit koleksi bukunya. Selain sebagai masukan, ada kalanya saran dari wajib pajak menjadi hiburan tersendiri ketika kita membacanya. Seperti contohnya, “Tolong petugas TPT diganti, jangan laki-laki terus, sekali kali diganti karyawan wanita biar seger” Wajib pajak modus kalau ini hehehehee... atau contoh yang lainya, “Pelayanan sudah bagus, tetapi lebih bagus lagi apabila dalam menunggu disediakan minuman hangat serta camilan biar nyaman dalam menunggu antrean.”
Pelayanan yang baik adalah pelayanan yang memuaskan konsumennya. Kantor pajak yang memiliki core bisnis pelayanan harus bisa mendengarkan “keluh kesah” konsumennya agar konsumen tersebut loyal terhadap kantor pajak. Keluh Kesah tersebut mau tidak mau harus kita terima, benar atau salah tetap harus kita terima, dan lebih baik lagi apabila keluh kesah itu dapat kita olah menjadi masukan untuk meningkatkan kinerja serta pelayanan kantor pajak. Saran dan kritik dari wajib pajak dapat membuat pelayanan lebih baik dan mendekati standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak, dan bukan tidak mungkin akan menyamai bahkan melebihi standar pelayanan perbankan, tentu disertai dengan langkah nyata dalam memperbaiki kekurangan yang ada di Kantor Pelayanan Pajak Pratama baik dari segi infrastruktur maupun dari segi kualita layanan. Semangat bekerja kawan-kawan, selamat melayani.(*)
*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi di mana penulis bekerja.
- 481 kali dilihat