Oleh: Eko Priyono, pegawai Direktorat Jenderal Pajak

 

Dalam era fiskal yang semakin kompleks, pentingnya menjaga pikiran terbuka terhadap peran dan pentingnya pajak dalam membangun masyarakat yang adil dan berkelanjutan telah menjadi semakin mendesak. Generasi Z, yang lahir pada akhir 1990-an hingga awal 2010-an, yang sering dianggap kurang peduli terhadap kewajiban sosial, termasuk kewajiban pajak, sebenarnya memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan sistem perpajakan yang berkelanjutan. Dalam tulisan ini, kita akan menjelajahi betapa pentingnya sikap terbuka pikiran, atau "open mind," dalam memahami dan memenuhi kewajiban pajak, khususnya bagi Generasi Z. Generasi Z sering dituduh kurang peduli terhadap kewajiban sosial, termasuk pajak. Namun, pandangan tersebut tidak mencerminkan keberagaman dan kompleksitas individu dalam generasi ini. Memiliki pikiran terbuka berarti melampaui stereotip dan memahami bahwa sikap terhadap pajak dapat bervariasi di antara anggota Generasi Z, seperti halnya pada generasi sebelumnya.

Pentingnya pajak tidak boleh diabaikan. Memiliki pemahaman yang terbuka tentang pentingnya pajak membantu Generasi Z melihat pajak bukan hanya sebagai beban finansial, tetapi juga sebagai kontribusi sosial yang penting. Melalui pajak, mereka berpartisipasi dalam pendanaan layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan perlindungan sosial. Sikap terbuka ini membantu mengubah pandangan pajak dari sekadar biaya menjadi investasi dalam kesejahteraan bersama.

Sikap terbuka pikiran juga memungkinkan Generasi Z untuk memahami dampak pajak pada masyarakat secara lebih luas. Mereka menyadari bahwa kebijakan perpajakan dapat memiliki implikasi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang signifikan. Dengan demikian, mereka mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik serta memperjuangkan keadilan fiskal. Dalam konteks ekonomi yang tidak pasti dan tantangan finansial yang dihadapi oleh Generasi Z, terbuka pikiran adalah kunci untuk menavigasi kompleksitas sistem perpajakan. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengakses informasi tentang hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Dengan demikian, mereka dapat mengoptimalkan manfaat yang mereka terima dari sistem perpajakan.

Mempromosikan sikap terbuka pikiran juga berarti membangun kesadaran pajak di kalangan Generasi Z. Melalui pendidikan dan kampanye penyuluhan yang efektif, mereka dapat memahami pentingnya pajak dalam membiayai layanan publik yang mereka nikmati sehari-hari. Pemahaman yang lebih baik tentang kontribusi mereka, dapat memperkuat partisipasi mereka dalam proses perpajakan. Sikap terbuka pikiran juga memungkinkan Generasi Z untuk mengkritisi dan memperjuangkan reformasi pajak yang lebih adil dan berkelanjutan. Mereka mengakui bahwa sistem perpajakan yang baik harus memperhitungkan kebutuhan dan keadilan semua anggota masyarakat, serta mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan.

Dalam menghadapi kompleksitas fiskal modern, penting bagi Generasi Z untuk memelihara pikiran terbuka terhadap peran dan pentingnya pajak dalam membangun masyarakat yang adil dan berkelanjutan. Melalui sikap terbuka pikiran, mereka dapat memperkuat partisipasi mereka dalam proses perpajakan, memperjuangkan keadilan fiskal, dan membangun kesadaran pajak yang lebih baik. Dengan demikian, Generasi Z dapat menjadi agen perubahan yang penting dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi semua orang. Generasi Z memiliki tantangan dan peluang unik dalam memahami dan menghadapi kewajiban pajak mereka. Dalam menjelajahi kompleksitas perpajakan modern, terdapat beberapa aspek penting yang perlu dipertimbangkan lebih dalam. Salah satu aspek tersebut adalah pentingnya mendidik Generasi Z tentang makna dan implikasi pajak secara holistik.

Dalam upaya meningkatkan pemahaman mereka, program pendidikan pajak harus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik Generasi Z. Program semacam itu dapat mencakup pengajaran tentang bagaimana sistem perpajakan bekerja, bagaimana pajak didistribusikan dan digunakan untuk membiayai layanan publik, serta bagaimana keterlibatan mereka dalam proses perpajakan dapat memengaruhi masyarakat secara keseluruhan. Selain dari pendidikan formal, perlu juga ada kampanye penyuluhan yang efektif yang mengomunikasikan pentingnya pajak secara menyeluruh kepada Generasi Z. Kampanye semacam itu dapat menggunakan berbagai media, termasuk media sosial, untuk menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran tentang peran penting pajak dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan. Selain itu, penting bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk melibatkan Generasi Z dalam proses perumusan kebijakan perpajakan. Dengan memberikan mereka kesempatan untuk berpartisipasi dan mengemukakan pendapat mereka tentang masalah-masalah perpajakan, pemerintah dapat memastikan bahwa kepentingan dan perspektif Generasi Z diakomodasi dalam kebijakan perpajakan yang dibuat.

Selanjutnya, penting juga untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi Generasi Z untuk mengembangkan sikap terbuka pikiran mereka terhadap pajak. Hal ini dapat dilakukan dengan mempromosikan diskusi terbuka dan inklusif tentang perpajakan di lingkungan pendidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum. Dengan demikian, Generasi Z akan merasa lebih nyaman untuk bertanya, belajar, dan berpartisipasi dalam diskusi tentang pajak. Di samping itu, perlu diakui bahwa keterlibatan Generasi Z dalam pembahasan perpajakan tidak hanya penting untuk masa kini, tetapi juga untuk masa depan. Sebagai generasi yang akan mewarisi dunia yang diwariskan oleh generasi sebelumnya, Generasi Z memiliki tanggung jawab untuk memastikan keberlanjutan sistem perpajakan yang adil dan berkelanjutan bagi generasi yang akan datang.

Dengan demikian, dalam mengeksplorasi dan memahami kewajiban pajak mereka, Generasi Z harus diingatkan untuk tetap terbuka terhadap berbagai perspektif dan pandangan yang ada. Hanya dengan demikian mereka dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi semua orang. Dalam mengakhiri pembahasan ini, adalah penting untuk menekankan bahwa menjaga pikiran terbuka bukanlah tugas yang mudah, terutama dalam konteks perpajakan yang kompleks dan sering kali kontroversial. Namun, dengan komitmen dan kesadaran yang tepat, Generasi Z memiliki potensi untuk menjadi kekuatan positif yang mendorong perubahan menuju sistem perpajakan yang lebih adil, transparan, dan berkelanjutan.

 

*) Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi tempat penulis bekerja.

Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.