Indahnya Pulau Banyak dengan Budaya Sadar Pajaknya
Oleh: Ryan Finisa, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak
Ada yang sudah pernah mengunjungi Pulau Biawak, Pulau Tailana, atau Pulau Matahari? Pulau-pulau tersebut ada di sebuah pulau besar yang di sebut dengan Pulau Banyak. Tiga pulau yang itu hanya bagian kecil dari 63 total pulau yang ada di Pulau Banyak. Bagi yang sudah, memori manis berlibur di pulau-pulau kecil itu pasti akan selalu terkenang dan sulit untuk dilupakan. Mau bukti? Silakan cek akun sosial media wisatawan yang pernah berlibur ke Pulau Banyak. Anda akan banyak menemukan unggahan bertagar latepost di sosial media mereka tentang momen-momen dan keindahan alam yang mereka abadikan saat liburan.
Bagi yang belum pernah ke sana, inilah cerita sedikit tentang Pulau Banyak. Pulau Banyak adalah gugusan pulau-pulau kecil di Kabupaten Aceh Singkil provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Luas wilayah secara keseluruhan adalah 27,196 Ha. Pulau Banyak yang terdiri dari gugusan pulau-pulau berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, tepatnya di ujung sebelah barat Pulau Sumatera. Ada 63 buah pulau di gugus Kepulauan Banyak yang sangat layak dikembangkan menjadi objek wisata andalan. Termasuk keindahan alam bawah laut dan penyu hijaunya. Sebagai daerah kepulauan, Pulau Banyak selain memiliki laut yang cukup luas juga pantai yang sangat panjang dan indah, pantai Pulau Banyak tidak kalah dengan pantai-pantai eksotis lainnya di indonesia. Pasir putihnya lebih lembut, lambaian daun-daun kelapa yang rindang semakin memperindah suasana tamasya dengan pemandangan alam pantai tropis. Indahnya panorama sunset juga menjadi tontonan tersendiri yang mengasyikkan.
Cara Menuju ke Pulau Banyak
Kota terdekat menuju Singkil adalah Medan. Dari Medan menuju Singkil perjalanan bisa menggunakan angkutan umum kijang ongkos Rp130.000. Berangkatlah dari Medan menuju Singkil di malam hari dan tiba di Singkil pagi hari sehingga bisa menghemat biaya penginapan. Dari Singkil menuju Pulau Banyak tersedia kapal tradisional di Pelabuhan Jembatan Tinggi berangkat setiap hari pukul 10.00 WIB dengan biaya Rp25.000. Feri juga melayani rute Singkil – Pulau Banyak setiap hari Senin 09.00 WIB dengan tiket feri seharga Rp16.000. Untuk berkeliling di Pulau Banyak seharian, bisa menyewa perahu nelayan Rp300.000. Pulau Banyak hanya dapat dicapai melalui perjalanan laut dengan sarana angkutan berupa boat (Kapal Motor). Pulau Banyak dapat dicapai dari :
Singkil (3 – 4 jam)
Sibolga (9 – 12 jam)
Nias (6 – 8 jam)
Teluk Jamin (6 – 8 jam)
Akomodasi:
Anda bisa memakai fasilitas jasa penyewahan seperti bungalow, kacamata renang, sepatu renang yang bisa anda sewa untuk menikmati keindahan bawah laut di pulau banyak. Harga bungalow di Pulau Banyak relatif murah.
Bungalow : berkisar Rp50.000 hingga Rp250.000
Perlengkapan Snorkling : Rp15.000/Item
Semua tergantung kebutuhan wisata anda. Jika ingin menginap di pulau tak berpenghuni, pengunjung bisa membawa tenda dan perbekalan makanan kemudian menyewa perahu nelayan untuk diantarkan ke salah satu pulau.
Kapan sebaiknya ke sana?
Untuk menuju dan menikmati keindahan Gugusan Pulau Banyak, sebaiknya berangkat Maret hingga Agustus. Itu saat terbaik untuk mengunjungi Pulau Banyak. Pada bulan itu cuaca cerah dan laut tenang dan waktu terbaik untuk island hoping, kayaking, dan snorkling.
Apa persiapan sebelum ke sana?
Persiapkanlah tabir surya dan jaket untuk pemanas tubuh karena di sana bila pagi hari udara sangat dingin tapi bila siang hari sangatlah panas. Persiapkan juga uang yang cukup karena tidak adanya fasilitas ATM, jadi harus menyediakan uang tunai agar dapat menikmati perjalanan di sana. Dan bawalah senter dan air Mineral yang cukup.
Di sana, anda akan temukan banyak sekali bule maupun wisatawan lokal yang berlalu lalang menyusuri keindahan pulau itu. Nah, anda dapat menikmati indahnya pasir putih di sepanjang garis pantai, eksotisnya matahari saat terbenam maupun terbit, keindahan terumbu karang, serta wisata kuliner maupun hiburan malam juga banyak tersedia di sana.
Bagaimana dengan layanan publik di sana? Perlu diakui, meski cukup banyak penduduk lokal yang tinggal serta ramainya wisatawan yang menginap di sana, layanan publik di tempat yang indah ini memang masih terbatas. Kondisi geografis berupa pulau kecil dan jarak yang cukup jauh ke ibukota kabupaten sebagai pemasok utama kebutuhan layanan publik membuat ketersediaan layanan publik di sana terbatas. Misalkan, fasilitas kesehatan hanya dapat ditemui beberapa klinik kecil, pun dengan fasilitasi pendidikan yang hanya tersedia satu dua pendidikan dasar dan menengah saja.
Bagaimana dengan pelaksanaan kewajiban perpajakan warga Pulau Banyak sebagai warga negara yang baik? Sebelumnya, para wajib pajak di Pulau Banyak harus melakukan penyeberangan ke pulau Aceh Singkil untuk dapat melaksanakan kewajiban perpajakan. Kewajiban seperti pendaftaran NPWP, pelaporan dan pembayaran pajak, dan konsultasi perpajakan bisa dilakukan ke KP2KP Aceh Singkil, tidak harus ke KPP Pratama Subulussalam sebagai KPP terdaftar.
KPP Pratama Subulussalam wilayah kerjanya meliputi Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Aceh Tenggara, dan Kota Subulussalam. Jarak yang jauh dan medan yang cukup merepotkan ini membuat sebagian besar wajib pajak di sana enggan melaksanakan kewajiban perpajakannya. Selain itu, biaya yang dikeluarkan untuk melakukan perjalanan ke KP2KP Aceh Singkil mungkin bisa jadi lebih besar dari nilai pajak yang seharusnya dibayarkan dan dilaporkan. Ini yang menjadi kendala utama KP2KP Aceh Singkil dan sebagian besar KPP dan KP2KP lain di seluruh penjuru nusantara.
Untuk mengatasi hal tersebut, KP2KP Aceh Singkil jemput bola dengan membuka layanan perpajakan berupa pos pajak di Pulau Balai dan juga di Pulau Banyak Barat. Di Pulau Banyak Barat, KP2KP Aceh Singkil membuka booth di Kantor Desa Pulau Banyak Barat yang terletak di Pulau Banyak. Pos pajak ini secara rutin dan terjadwal membuka layanan perpajakan setiap empat bulan sekali. Pos pajak dibuka tiga hari berturut-turut di Pulau Banyak Barat dan dilanjut di Pulau Balai dengan waktu layanan mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB.
Adanya pos pajak ini membuat kedekatan dan hubungan baik antara wajib pajak dan otoritas pajak tetap terjaga. Selain itu, pos pajak dirasakan oleh warga di Pulau Banyak sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan warga negaranya. Simbiosis mutualisme pun timbul dengan adanya pos pajak ini. Wajib pajak yang membutuhkan pelayanan perpajakan akhirnya dapat terpenuhi, di sisi lain kantor pajak secara efektif dapat "merawat" wajib pajak lama dan menjaring wajib pajak baru. Kepedulian dan kesadaran pajak juga akan tetap terjaga di pulau-pulau kecil ini. Tak hanya alamnya, pada akhirnya Pulau Banyak juga menjadi semakin indah dengan budaya sadar pajaknya.(*)
*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi dimana penulis bekerja.
- 292 kali dilihat