Affiliate Marketing, Strategi ‘Spill’ Produk melalui Tautan

Oleh: Pratiwi Debora Sirait, pegawai Direktorat Jenderal Pajak
Bingung memilih produk yang sesuai di antara ratusan bahkan ribuan produk yang tersedia di e-commerce? Para afiliator siap membantumu.
Arti kata "spill" di sini memiliki arti memberikan suatu informasi mengenai foto atau video yang diunggah di media sosial. Kalimat “Spill dong, Kak” acapkali muncul di media sosial agar pengunggah memberikan informasi di mana kita bisa menemukan produk yang ditampilkan. Minat inilah yang menjadi pemicu munculnya afiliator produk di berbagai e-commerce.
Tingginya minat pembeli dalam melakukan transaksi melalui e-commerce menjadi salah satu faktor menjamurnya afiliator di era digital saat ini. Pemasaran afiliasi (affiliate marketing) merupakan strategi pemasaran yang dilakukan oleh para pelaku usaha yang menjajakan produknya melalui internet, yang mana seseorang yang disebut afiliator mempromosikan suatu produk menggunakan tautan afiliasi (affiliate link) dan akan mendapatkan komisi apabila berhasil menjual produk maupun jasa melalui tautan tersebut.
Media sosial telah memengaruhi kebiasaan masyarakat secara signifikan. Tidak heran jenis promosi, yang banyak ditemui adalah promosi melalui media sosial seperti membagikan foto atau video review produk di berbagai platform. Afiliator berlomba-lomba menghasilkan konten promosi yang berkualitas untuk menarik minat pembeli. Berbagai cara juga dilakukan agar pembeli tertarik mengakses link afiliasi. Menulis blog, membentuk komunitas/grup dengan minat dan segmentasi yang sama sebagai media promosi, atau hanya sekadar menyematkan tautan pada komentar suatu unggahan menjadi cara kreatif afiliator untuk menghasilkan penjualan.
Di Indonesia, terdapat beberapa e-commerce yang menggunakan affiliate marketing sebagai salah satu strategi pemasaran. Bukan bermaksud endorse atau promosi, sejumlah nama yaitu Shopee, Tokopedia, Pegipegi, Tiket.com, Zalora, Bukalapak, Lazada, serta berbagai e-commerce lainnya. Sedangkan Amazon Affiliates menjadi salah satu program affiliate yang paling populer di luar negeri. Pemasaran afiliasi menjadi tenar karena model bisnisnya yang mudah dipahami dan menguntungkan tiga pihak, yaitu e-commerce sebagai penjual, afiliator, dan pembeli. Kepopuleran ini dapat dilihat dari banyaknya perusahaan besar yang memilih untuk menggunakan affiliate marketing sebagai salah satu strategi pemasarannya. Inilah revolusi pemasaran masa kini, di mana perusahaan tidak perlu jor-joran menggelontorkan berjibun ongkos pemasaran (baca: iklan) di media konvensional, seperti televisi atau koran.
Keuntungan
Melalui affiliate marketing, penjual diuntungkan karena produk barang maupun jasa yang ditawarkan mampu dijangkau lebih banyak orang tanpa bingung memikirkan ide serta budget yang tidak kecil untuk iklan di media promosi konvensional. Skema ini juga membuat biaya pemasaran menjadi lebih efisien karena komisi yang diberikan adalah murni hasil dari penjualan yang terjadi, khususnya bagi perusahaan yang menggunakan metode Pay per Sale (PPS). Di sisi afiliator, tentunya penghasilan merupakan keuntungan yang diperoleh dari skema ini. Komisi yang diperoleh dari program affiliate dapat menjadi sumber penghasilan tambahan. Sedangkan keuntungan bagi pembeli adalah kemudahan menemukan produk yang sesuai dengan keinginan dan kemudahan memperoleh informasi yang jelas terkait produk tersebut. Hal ini karena informasi dikemas dengan menarik dan terpercaya, mengingat deskripsi dan iklan penjual yang terkadang subjektif.
Di era digital sekarang ini, affiliate marketing adalah salah satu model bisnis dengan keuntungan yang besar. Seseorang dapat memperoleh penghasilan dengan mudah, di mana saja, dan kapan saja. Kesempatan menjadi afiliator terbuka bagi semua kalangan. Siswa, mahasiswa, pekerja, konten kreator pemula, hingga influencer ataupun artis yang sudah memiliki banyak pengikut dapat memeroleh tambahan penghasilan dari skema affiliate ini.
Aspek Perpajakan
Penghasilan yang didapatkan adalah berupa komisi per penjualan yang terjadi melalui tautan afiliasi. Umumnya komisi dihitung menggunakan persentase dari harga barang yang terjual. Besarnya persentase ditentukan oleh e-commerce sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah disepakati. Di Indonesia umumnya berkisar dari 1% hingga 10% dari harga produk. Pajak yang berlaku di skema affiliate adalah pemotongan PPh pasal 21 oleh e-commerce dengan tarif progresif sesuai Pasal 17 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (UU PPh) sebagaimana beberapa kali diubah terakhir dengan Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU Ciptaker). Afiliator yang tidak memiliki NPWP akan dikenakan tarif 20% lebih tinggi.
Skema affiliate marketing sangat bergantung pada jumlah penjualan. Maka dari itu, penghasilan yang diperoleh dapat bervariasi setiap waktunya. Sebagai contoh, Shopee Affiliates Program melakukan pemotongan PPh Pasal 21/26 atas komisi afiliasi setiap dua minggu (sesuai periode pembayaran). Sebagai pemberi penghasilan, Shopee berkewajiban untuk menghitung, memotong, menyetorkan, serta melaporkan pemotongan PPh Pasal 21/26 tersebut. Selain itu, Shopee seharusnya juga menerbitkan bukti potong untuk afiliator. Hal inilah yang harus menjadi perhatian bagi pemotong agar afiliator dapat mengklaim kredit pajaknya.
Sedangkan bagi afiliator, penghasilan tersebut dilaporkan dalam SPT Tahunan sebagai penghasilan dari pekerjaan bebas, sehingga dapat menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto atau NPPN (apabila menggunakan metode pencatatan) dikurangi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Tapi, jangan lupa untuk menyampaikan pemberitahuan penggunaan NPPN paling lambat bulan Maret tahun pajak bersangkutan --bagi wajib pajak yang menganut tahun pajak Januari-Desember. Selain itu, PPh Pasal 21 yang telah dipotong juga dapat dikreditkan apabila terdapat dokumen berupa bukti potong yang lengkap dan valid.
Keunggulan Jejaring
Keunggulan dari skema affiliate marketing adalah penggunaan jaringan (network) yang menghubungkan penjual dan afiliator. Kebanyakan e-commerce mengandalkan jaringan untuk mengadministrasikan serta melacak kegiatan afiliasi agar seluruh data dan angka dapat terpantau secara otomatis. Hal ini memudahkan perusahaan dan afiliator dalam menghitung penghasilan yang diterima secara periodik. Harapannya, hal ini juga memudahkan seluruh pihak dalam menghitung kewajiban perpajakannya.
Kesimpulan
Skema affiliate marketing yang cukup populer ini merupakan strategi kreatif yang menjadi win-win solution bagi seluruh pihak yang terlibat. Skema ini dapat membantu para pelaku kreatif yang masih kecil untuk mendapatkan penghasilan serta menghubungkan pembeli dengan penjual yang tentunya dapat mendorong roda perekonomian di Indonesia. Harapannya, baik penjual maupun afiliator dapat melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan baik agar dapat berkontribusi terhadap penerimaan negara. Apalagi, affiliate marketing diprediksi menjadi strategi pemasaran yang akan banyak digunakan di masa depan.
Jadi, mau di-spill link produk apa nih, Gan?
*) Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi tempat penulis bekerja.
Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 1631 kali dilihat