Puteri Indonesia 2022, Harapan bagi Ekonomi Bali

Oleh: Kadek Agung Deby Kusuma, pegawai Direktorat Jenderal Pajak
Puteri Indonesia adalah kontes kecantikan yang telah diselenggarakan sejak tahun 1992 oleh Yayasan Puteri Indonesia. Yayasan Puteri Indonesia lahir dari pemikiran Mooryati Soedibyo setelah beliau menyaksikan acara Miss Universe 1990 di Bangkok, Thailand. Mooryati berkeinginan untuk membuat wanita Indonesia percaya diri tampil di dunia internasional.
Berkat pencapaian Puteri Indonesia, Yayasan ini didukung secara luas oleh Presiden dan bahkan pada tahun 2019, Joko Widodo mengumumkan Puteri Indonesia sebagai “Warisan Budaya Takbenda Nasional Indonesia” yang mengusung nilai-nilai kebersamaan budaya dan masyarakat Indonesia. Penghargaan ini untuk merayakan peran perempuan dalam industri kreatif, lingkungan, pariwisata, pendidikan dan kepedulian sosial.
Sayangnya pada tahun 2021, ajang ini tidak diselenggarakan sebagai akibat pandemi Covid-19. Namun pada tahun 2022, Pemilihan Puteri Indonesia kembali diselenggarakan dengan 44 finalis dari seluruh penjuru di Indonesia dan menjadikan tahun ini sebagai tahun dengan kontestan terbanyak dalam sejarah Pemilihan Puteri Indonesia. Puteri Indonesia yang terpilih akan menjadi wakil atau duta Indonesia pada kegiatan-kegiatan yang bertaraf internasional dan ikut serta dalam memajukan komoditas ekspor, pariwisata, dan budaya Indonesia.
Mahkota Puteri Indonesia 2022
Pada Puteri Indonesia 2022, wakil Bali bernama Laksmi Shari De Neefe Suardana dianugerahi mahkota Puteri Indonesia 2022.
Awalnya Laksmi terjun ke dunia Kontes Kecantikan dengan mengikuti kontes tingkat provinsi Puteri Indonesia Bali dan terpilih sebagai pemenang Puteri Indonesia Bali 2022. Laksmi juga memenangkan penghargaan khusus Miss Intelegensia. Setelah lolos sebagai Puteri Indonesia Bali 2022 di tingkat provinsiLaksmi pun mewakili Bali dalam Puteri Indonesia 2022 yang diadakan pada 27 Mei 2022.
Laksmi lahir pada 26 Januari 1996 di Ubud dan merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dari ayah yang berasal dari Bali, Ketut Suardana dan ibu yang berdarah Australia, Janet De-Neefe yang berasal dari Melbourne, Australia. Laksmi juga merupakan cucu dari pengusaha taipan Australia John De Neefe.
Bersama kedua orang tuanya, Laksmi mendedikasikan dirinya untuk membangun dan membantu masyarakat Bali dengan mendirikan Ubud Writers and Readers Festival untuk mencoba dan menghidupkan kembali minat internasional melalui acara sastra dan puisi literasi, pertunjukan tarian tradisional, yoga, pasar budaya dan bidang seni, budaya, pariwisata dan alam Pulau Dewata, hingga berhasil mendapat pengakuan besar di seluruh dunia.
Ubud Writers and Readers Festival dikenal sebagai festival sastra literasi terbesar di Asia Tenggara. Banyak penulis dan seniman terkenal yang berpartisipasi di dalamnya. Pada tahun 2019, festival ini dinobatkan sebagai salah satu dari lima festival sastra terbaik di dunia oleh The Daily Telegraph di Inggris. Laksmi juga membawa advokasi ini di ajang Puteri Indonesia 2022.
Pariwisata Penopang Ekonomi Bali
Memiliki mahkota Puteri Indonesia 2022, Laksmi Shari De Neefe Suardana akan mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2022. Membangkitkan pariwisata dan perekonomian lokal akan menjadi fokus pertamanya saat menjalani tugas Puteri Indonesia 2022. Ia menyampaikan hal tersebut setelah berhasil menyabet titel Puteri Indonesia 2022 pada malam final, Jumat (27/5/2022).
Bali merupakan daerah wisata yang gencar diangkat pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19. Sorotan juga tertuju pada Bali karena perannya sebagai tuan rumah pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi G20 pada November mendatang.
Bali yang biasa disebut dengan Pulau Seribu Pura memiliki ritual keagamaan yang kental dan memengaruhi hampir setiap unsur kehidupan masyarakat Bali. Hal ini menjadikan Bali tidak hanya memiliki pemandangan yang indah tetapi juga kebudayaan yang unik, eksotis, dan terjaga. Bali adalah tujuan wisata internasional yang seringkali lebih dikenal daripada Indonesia itu sendiri. Perekonomian Bali sebagian besar ditopang oleh sektor pariwisata. Berbagai kegiatan ekonomi dan kawasan baru telah dan sedang dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata, seperti ekonomi kreatif, pariwisata maritim, dan ekowisata di Ubud, Nusa Dua, Seminyak, Jimbaran, dan beberapa tempat lainnya.
Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang harus dimanfaatkan sebagai bagian dari pembangunan Nasional. Pembangunan kepariwisataan mempunyai tujuan akhir untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang pada akhirnya melalui pajak dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Hal ini tidak hanya mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Namun juga menciptakan permintaan, baik konsumsi maupun investasi yang pada gilirannya akan menimbulkan kegiatan produksi barang dan jasa.
Menurut Badan Pusat Statistik Bali, jumlah wisatawan mancanegara yang melakukan perjalan menuju Bali sangat menurun drastis. Pada Februari 2020, terhitung sejumlah 364.639 orang wisatawan memasuki pintu masuk Bali, baik melalui jalur darat maupun udara. Sedangkan pada Februari 2022, hanya 14.620 orang wisatawan mancanegara yang tercatat memasuki pulau dewata ini. Jumlah tersebut menurun hampir 96 persen jika dibandingkan dengan periode Februari 2020.
Maka dari itu, sejalan dengan tugasnya, Laksmi Shari De Neefe Suardana, Puteri Indonesia 2022 diharapkan dapat membantu Bali untuk kembali menjadi destinasi wisata dunia. Dengan meningkatnya citra Bali di kancah internasional tentu akan menarik minat wisatawan asing untuk berkunjung melihat keindahan serta kebudayaan yang Bali tawarkan.
Puteri Indonesia 2022 menjadi Harapan
Menurut Yoeti (2008), Sektor pariwisata berfungsi sebagai katalisator pembangunan sebuah wilayah sekaligus mempercepat proses pembangunan itu sendiri. Adapun peran sektor pariwisata bagi perekonomian suatu wilayah, yaitu: 1. Meningkatkan perolehan devisa negara; 2. Mempercepat dan memperluas proses kesempatan berusaha; 3. Memperbesar kesempatan kerja bagi masyarakat; 4. Mempercepat proses pemerataan pendapatan; 5. Meningkatkan penerimaan negara melalui pajak dan penerimaan daerah melalui retribusi; 6. Meningkatkan pendapatan negara; 7. Memperkuat posisi neraca pembayaran negara; 8. Mendorong pertumbuhan dan pembangunan wilayah yang memiliki sumber daya alam terbatas. Terwujudnya aspek-aspek tersebut tentu akan menjadi angin segar bagi penerimaan pajak khususnya pada provinsi Bali karena memiliki dampak yang berkelanjutan bagi perekonomian Bali.
Wisatawan asing yang datang ke Bali akan meningkatkan permintaan barang maupun jasa yang dibutuhkan seperti kebutuhan pokok, penginapan, transportasi umum, jasa perjalanan serta jasa lainnya. Percepatan dan perluasan kesempatan berusaha bagi masyarakat akan mendorong terciptanya pengusaha-pengusaha baru yang akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja khususnya di Bali.
Penghasilan yang meningkat bagi pengusaha dan pegawai tidak hanya akan meningkatan penerimaan pajak dari sisi pajak penghasilan, namun juga penerimaan pajak pertambahan nilai sebagai akibat adanya transaksi barang serta jasa kena pajak. Lebih jauh, dengan meningkatnya kemampuan belanja masyarakat tentunya akan mendorong sektor lain untuk lebih berkembang.
Mengingat besarnya dampak yang akan ditimbulkan atas peningkatan pariwisata di Bali, diharapkan Puteri Indonesia 2022 mampu menjadi perwakilan Indonesia untuk mempromosikan keindahan dan budaya Indonesia khususnya Bali di kancah internasional.
*)Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi tempat penulis bekerja.
- 133 views