Di Hadapan Para Dosen, Widi Menyampaikan Paparan mengenai Overview Perpajakan Indonesia

Seratus dosen yang mewakili 53 perguruan tinggi swasta dan 5 perguruan tinggi negeri di NTB menghadiri Sharing Session Inklusi Kesadaran Pajak di Aula Kanwil DJP Nusa Tenggara (Kanwil Nusra), Mataram (Rabu, 13/2).

Acara tersebut diadakan oleh Kanwil Nusra bekerja sama dengan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VIII. Selain para dosen, turut hadir sebagai pembicara Ketua Kopertis Wilayah VIII I Nengah Dasi Astawa. Acara yang dibuka oleh Kepala Bagian Umum Kanwil Nusra tersebut diadakan guna menyamakan persepsi mengenai peran dosen dalam memberikan inklusi kesadaran pajak kepada para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.

Perlu diketahui, berdasarkan nota kesepahaman antara Kementerian Keuangan dengan Kementerian Riset dan Pendidikan tinggi, perguruan tinggi akan dilibatkan dalam membangun karakter generasi yang sadar pajak. Muatan mengenai peran penting pajak akan disisipkan pada mata kuliah wajib umum antara lain Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia.

Salah satu peran perguruan tinggi adalah mencetak manusia yang terdidik. Menurut Astawa, manusia terdidik erat kaitannya dengan kecintaan terhadap negaranya, yang hal itu ditunjukkan dengan ketaatan dan ketertiban dalam kewajiban perpajakan. “Cara paling tuntas, lugas, dan cerdas untuk mewujudkan hal itu adalah melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dan jalan singkat dan strategis untuk itu adalah melalui pendidikan,” tuturnya.

Menurutnya, pajak merupakan indikator kesejahteraan suatu negara. Kesejahteraan negara dapat diukur dari jumlah kontribusi rakyat kepada negaranya, semakin banyak pajak berhasil dikumpulkan semakin sejahtera suatu negara. “Kita patut berbangga atas dedikasi dalam bidang pendidikan, di mana di masa mendatang, usaha kita tidak akan sia-sia dengan terlahirnya generasi masa depan yang sadar pajak,” seru Astawa berapi-api.

Turut menjadi pembicara dalam acara tersebut, Kepala Bidang P2 Humas Kanwil Nusra Widi Widodo, Kepala Seksi Keberatan, Banding, dan Pengurangan III Kanwil Nusra Kartika Candra Sari, Fungsional Pemeriksa KPP Pratama Mataram Timur Siska Rahmawati dan Dosen Universitas Negeri Mataram Yuliatin. Mereka secara bergiliran menyampaikan paparan mengenai overview perpajakan Indonesia, inklusi dalam pendidikan tinggi, dan implementasi pembelajaran kesadaran pajak.

Dalam paparannya, Widi percaya bahwa investasi terbaik adalah melalui edukasi. Menurutnya, membangun ketahanan fiskal dimulai dengan menumbuhkan kesadaran pajak sejak dini. Dampak dari membangun kesadaran pajak sejak dini memang tidak bisa dirasakan secara instan, namun akan terlihat hasilnya di masa mendatang. Di masa itu, Widi berkeyakinan orang akan menjadi aneh sendiri jika tidak taat pajak sementara lingkungan di sekitar sudah membudayakan taat pajak.

Di akhir acara, Widi secara lantang memberikan afirmasi kepada para dosen yang hadir, “Sekali lagi saya bertanya, siapkah Bapak dan Ibu sekalian membangun generasi Indonesia yang sadar pajak?” Dengan penuh semangat, para dosen serentak menimpali, “Siap!”