Menggandeng generasi muda Papua Barat Daya mahasiswa Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sorong menggelar Pajak Bertutur tahun 2026 di UNIMUDA Convention Center (UCC), Aimas, Kabupaten Sorong (Kamis, 3/9/2026).
Mengusung tema "Pajak Kita, Energi Generasi Juara", kegiatan ini merupakan sebuah edukasi perpajakan serentak yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di seluruh Indonesia. Sebagai langkah konkret, UNIMUDA terpilih menjadi mitra inklusi kesadaran pajak pada sektor pendidikan di Papua Barat Daya. Hal ini juga sejalan dengan rencana pemerintah untuk mencetak generasi muda yang andal menuju Indonesia Emas 2045.
Mahasiswa mengikuti kegiatan bukan hanya sekadar hadir, melainkan melahirkan percakapan penting tentang masa depan bangsa. Sebanyak lebih dari 50 mahasiwa aktif berdiskusi dan berkenalan lebih dekat dengan pajak.
Kepala KPP Pratama Sorong, Teddy Ferdian, membuka kegiatan dan menegaskan bahwa Pajak Bertutur ini bukan hanya sosialisasi teknis, melainkan gerakan menanamkan kesadaran pajak sejak dini bagi generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa.
"Pajak merupakan salah satu sumber utama pembiayaan negara. Ia adalah energi bagi keuangan negara dimana tiap rupiah pajak yang kita bayarkan telah menjadi kontribusi nyata bagi pendidikan dan pembangunan nasional, termasuk Papua Barat Daya," jelasnya di hadapan para peserta yang menyambut dengan tepuk tangan.
Rektor UNIMUDA Sorong, Sirojuddin, mengucapkan terima kasih sekaligus menjadi sebuah kebanggaan atas penunjukan UNIMUDA untuk menjadi bagian penting dalam mencetak generasi muda yang berkarakter.
"Kiranya kita perlu bersyukur sebab KPP Pratama Sorong memilih lokasi penyelenggaraan Pajak Bertutur tahun 2026 di UNIMUDA Sorong. Kegiatan ini tentu sangat sejalan dengan komitmen kampus untuk terus mendukung pengembangan generasi muda di Papua Barat Daya melalui pendidikan tinggi yang berkualitas," tambahnya.
Sesi pemaparan materi disampaikan oleh penyuluh pajak, Grahita Pradana. Pada sesi ini, mahasiswa mendapatkan materi tentang pentingnya pajak dan pengenalan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
"Perlu kita semua tahu bahwa APBN adalah sumber energi negeri ini. Ia bagai stop kontak raksasa yang siap menyalurkan energi ke berbagai pelosok Indonesia. Oleh karenanya, sebagai tulang punggung APBN, literasi pajak yang kuat bisa menjadi investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045 nanti," jelas Grahita.
Puncak kebersamaan diakhiri dengan sesi foto bersama puluhan mahasiswa dan tim dari KPP Pratama Sorong.
| Pewarta: Wahyudi Darmawan Hardiansyah |
| Kontributor Foto: Ika Prasetya Triwahyudi Budianto |
| Editor: Gayatri Indah Puspitorini |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 10 views




