Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cilacap menggelar kegiatan tax goes to school di Aula SMP Negeri 2 Cilacap, Kabupaten Cilacap (Rabu, 29/7/2026), dengan menghadirkan Kepala KPP Pratama Cilacap, Aprinto Berlianto, bersama penyuluh pajak, Briansah Widhi Hantoro dan Wakhidatul Laila Dian Sari, sebagai narasumber.
Melalui kegiatan ini, 50 peserta yang menjadi peserta mengenal fungsi dan manfaat pajak dalam kehidupan bernegara sekaligus membangun kesadaran pajak sejak dini menuju Indonesia Emas 2045.
Sulastri selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 2 Cilacap mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tax goes to school di sekolahnya. Menurutnya, edukasi perpajakan merupakan bekal penting bagi generasi muda untuk memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara.
"Kami berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan siswa mengenai pentingnya pajak bagi masyarakat dan negara sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang peduli pada negeri," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala KPP Pratama Cilacap, Aprinto Berlianto, menegaskan bahwa membangun budaya sadar pajak merupakan investasi jangka panjang yang perlu ditanamkan kepada generasi muda sejak di bangku sekolah.
"Saya percaya setiap anak muda memiliki potensi untuk membawa perubahan, baik melalui prestasi, inovasi, maupun kepedulian terhadap sesama. Semangat itulah yang perlu dipupuk sejak dini, termasuk pemahaman bahwa pajak bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk gotong royong dan kontribusi nyata kepada negara,” jelasnya.
Mengusung tema "Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju", Aprinto mengajak peserta memahami bahwa generasi muda merupakan pemegang kunci masa depan negara. Hal tersebut menjadi alasan mengapa generasi muda harus memiliki kepedulian terhadap negeri, yang tercermin dalam empat peran penting.
“Menciptakan masa depan yang lebih baik, mendorong pembangunan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan menjalankan tanggung jawab kewarganegaraan. Bentuk kepedulian terhadap negeri juga dapat diwujudkan melalui pembayaran pajak,” ujarnya.
Briansah Widhi Hantoro lanjut memberikan pemahaman tentang pengertian pajak dan perannya dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, dan penyediaan fasilitas umum.
Tak hanya mendengar materi, peserta mengajukan pertanyaan, serta menjawab kuis yang diberikan oleh narasumber.
“Apa dampaknya jika kita tidak membayar pajak?” tanya Atha, salah seorang peserta dalam sesi tanya jawab.
Wakhidatul Laila Dian Sari menjelaskan bahwa pajak merupakan penyumbang terbesar penerimaan negara yang digunakan untuk membiayai semua kepentingan umum. Oleh karena itu, apabila masyarakat tidak memenuhi kewajiban perpajakannya, penerimaan negara dapat berkurang sehingga berpotensi menghambat penyelenggaraan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Pada sesi penutupan, Shericka sebagai perwakilan peserta mengaku memperoleh pemahaman baru dari kegiatan ini. "Saya baru tahu bahwa pajak memiliki manfaat yang sangat besar untuk membiayai pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Cara penyampaiannya juga seru sehingga materinya mudah dipahami," ungkapnya.
Kegiatan tax goes to school menjadi sarana edukasi yang efektif dalam memperkenalkan perpajakan kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, para siswa memperoleh pemahaman bahwa pajak memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
KPP Pratama Cilacap terus berkomitmen memperluas edukasi perpajakan kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran pajak sejak dini menuju Indonesia Emas 2045.
| Pewarta: Dewi Pertiwi |
| Kontributor Foto: Tatan Dwi Priyatna |
| Editor:Agung Sutrisno Hadi |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 4 views
