Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Sekadau bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sanggau melakukan edukasi perpajakan Tax Goes To School kepada siswa kelas 12 Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Sekadau Hilir (Kamis, 16/7/2026).
Tujuan utama program Tax Goes To School adalah untuk menanamkan kesadaran pajak sejak dini dan memberikan edukasi mengenai peran penting pajak dalam pembangunan negara. Kegiatan ini mengenalkan generasi muda pada dasar-dasar perpajakan agar kelak menjadi masyarakat yang cerdas, taat, dan peduli terhadap masa depan bangsa.
Kepala SMAN 5 Sekadau Hilir, Darmawati, menyampaikan perlunya para siswa mempunyai pengetahuan tentang pajak. “Kegiatan Tax Goes To School sangat penting karena memberikan pengetahuan perpajakan sejak dini dan menjadi bekal nanti ketika sudah bekerja atau wira usaha sekaligus wujud bela negara dan cinta tanah air,” pesan Darmawati.
Sementara Kepala KP2KP Sekadau Nasrul Affandi menyampaikan bahwa target peserta adalah siswa yang merupakan Gen Z dan berdasarkan data kependudukan diketahui Gen Z merupakan kelompok dengan jumlah penduduk terbesar yaitu 26% dari seluruh penduduk Indonesia. “Oleh karena itu, perlu dipersiapkan generasi produktif yang sadar dan peduli pajak, karena pajak adalah tiang penyangga utama di negeri ini. Lebih dari 80% sumber penerimaan APBN berasal dari pajak,” kata Nasrul.
Tujuan program kegiatan Tax Goes To School selaras dengan peringatan hari pajak 14 Juli yang mengusung tema “Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh” yang memiliki tujuan strategis yaitu mendorong kepatuhan wajib pajak dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menunaikan kewajiban perpajakan. “Peserta Tax Goes To School diharapkan menjadi duta pajak bagi lingkungan keluarga dan masyarakat sehingga memberikan kepedulian terhadap bangsa,” imbuh Nasrul
Kegiatan edukasi diisi dengan penyampaian materi dan diskusi oleh Penyuluh KPP Pratama Sanggau, Shalahudin Saesar. “Pajak merupakan tulang punggung pembangunan Indonesia dan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing maka dialokasikan anggaran pendidikan Rp724,3 triliun, sedangkan anggaran kesehatan sebesar 218, 5 triliun untuk mewujudkan SDM sehat dan produktif, serta mendukung transformasi sistem kesehatan.”
Di akhir diskusi, Esar mengajak para siswa untuk ikut berperan positif dalam kehidupan bernegara, dengan cara belajar yang giat dan jangan pernah lelah untuk terus mencintai negeri ini.
| Pewarta: Nasrul |
| Kontributor Foto: Satria |
| Editor: |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 6 views

