Memasuki Ramadan 2026, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Balikpapan menghelat agenda bertajuk "Ngabuburit Spectaxculer" di area Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) KPP Madya Balikpapan, Jalan Ruhui Rahayu No.1, Gn. Bahagia, Kec. Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan (Rabu, 25/2).
Acara ini memadukan asistensi perpajakan dengan tradisi berbagi takjil menjelang berbuka puasa. Melalui agenda asistensi ini, sistem administrasi perpajakan terbaru (Coretax) yang menggantikan DJP Online tersebut diperkenalkan karena menawarkan kemudahan di era digital.
Mulai pukul 15.30 hingga 18.00 WITA, KPP Madya Balikpapan terbuka luas bagi seluruh masyarakat umum, tanpa terbatas pada wajib pajak yang secara administrasi terdaftar di KPP Madya Balikpapan.
Dengan prinsip borderless, siapapun kini dapat melakukan aktivasi akun Coretax hingga asistensi SPT Tahunan di mana saja. Kehadiran Coretax DJP di tengah momen Ramadan ini memberikan efisiensi tinggi, alias wajib pajak tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kantor pajak terdaftar, menjadikan pelaporan pajak kini lebih cepat dan lebih mudah.
Kepala Seksi Pelayanan, Christian Sahetapy, menyatakan bahwa kehadiran layanan fisik ini sangat krusial di tengah masa transisi digital nasional agar masyarakat tetap merasa terbantu secara personal. "Kami memahami bahwa perpindahan dari DJP Online ke Coretax DJP adalah langkah besar yang membutuhkan adaptasi teknis bagi wajib pajak. Fokus kami adalah memastikan setiap warga yang datang mendapatkan solusi atas kendala sistemnya. Kami akan jaga dan dampingi sampai berhasil," tegas Christian.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bagi para wajib pajak orang pribadi untuk segera menunaikan pelaporan SPT Tahunan sebelum tenggat waktu 31 Maret 2026. Di tengah hiruk-pikuk persiapan berbuka, KPP Madya Balikpapan mencoba menanamkan pesan bahwa kepatuhan pajak adalah bentuk gotong royong modern yang menjaga stabilitas ekonomi bangsa.
“Dengan sebuah takjil di tangan dan laporan pajak yang terselesaikan di sistem Coretax DJP, para wajib pajak pulang dengan perasaan lega. Sebuah langkah kecil yang membuktikan bahwa teknologi canggih sekalipun tetap memerlukan sentuhan kemanusiaan agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” pungkas Christian.
| Pewarta: Muhammad Choirul Afrizal |
| Kontributor Foto:Muhammad Choirul Afrizal |
| Editor:Muhammad Choirul Afrizal |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 7 views

