Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menghadiri Pertemuan Tahunan Study Group on Asian Taxation Administration and Research (SGATAR) ke-48 untuk berbagi pengalaman dengan 16 anggota SGATAR lainnya di Hangzhou, Cina (Selasa, 13/11).
Selain Indonesia, pertemuan SGATAR yang berlangsung selama tiga hari hingga Kamis 15 November 2018 ini dihadiri oleh anggota SGATAR lainnya, yakni Australia, Kamboja, RRC, Cina Taipei, Hong Kong SAR, Jepang, Macao SAR, Malaysia, Mongolia, Selandia Baru, Papua New Guinea, Filipina, Korea Selatan, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Pertemuan SGATAR bertujuan untuk memperkuat solidaritas antar anggota. Dalam pertemuan kali Ini juga hadir sejumlah pengamat yuridiksi dan lembaga-lembaga internasional lainnya, seperti OECD, IMF, ADB, DGFiP Perancis, AOCTA, India, IBFD, dan kelompok Bank Dunia.
Selain untuk menerima Bendera sebagai tuan rumah pertemuan SGATAR tahun depan, SGATAR juga merupakan ajang berbagi pengalaman dan informasi mengenai perkembangan isu-isu tertentu di negara masing-masing.
Dirjen Pajak Robert Pakpahan menyatakan Indonesia siap untuk menjadi tuan rumah. Robert juga memaparkan tentang proses Reformasi Pajak di Indonesia. Pertemuan SGATAR dibagi dalam kegiatan forum diskusi dan tiga kelompok kerja (Working Group).
Perwakilan Ditjen Pajak yang mewakili Indonesia dalam Head of Delegation (HoD) Forum adalah Robert Pakpahan selaku Ketua Delegasi didampingi John Hutagaol, Dwi Astuti selaku drafting committee Indonesia, Rachman Ferry Isfianto, Adrian Munandar, M. Faisal Ahda, dan Franxis Erika Murtiasari.
Perwakilan Ditjen Pajak yang mewakili Indonesia dalam Working Group 1 – BEPS adalah Pontas Pane selaku Ketua Kelompok, Achmad Amin, dan Romario Riskitala. Perwakilan Ditjen Pajak yang mewakili Indonesia dalam Working Group 2 – CRS adalah Catur Rini Widosari, Abdul Gafur, dan Dwi Budi Iswahyu.
Sedangkan perwakilan Ditjen Pajak yang mewakili Indonesia dalam Working Group – Tax Service adalah Lindawaty, Yeheskiel Minggus Tiranda, dan Sanityas J. Prawatyani.
- 432 views