Bandung, 20 Januari 2026
- Perkembangan APBN hingga 31 Desember 2025
- Kinerja ABPN Regional Jawa Barat sd 31 Desember 2025 menunjukkan Realisasi pendapatan negara sebesar Rp145,65 Triliun (95,99% target), tumbuh 6,44% (yoy). Belanja terealisasi sebesar Rp119,22 Triliun (96,88% pagu), mengalami kontraksi 6,77% (yoy). Sehingga menghasilkan Surplus regional sebesar Rp26,43 Triliun.
- Penerimaan Pajak mencapai Rp109,01T atau 92,47% dari target, tumbuh sebesar 8,19% (yoy). Dari empat jenis pajak yang menjadi kontributor utama penerimaan negara di Jawa Barat, seluruhnya mengalami pertumbuhan positif. Pajak Lainnya mengalami pertumbuhan positif yang signifikan (9546,65%) sebagai dampak diimplementasikannya kebijakan Deposit Pajak.
- Secara khusus untuk Kanwil DJP Jawa Barat II, penerimaan pajak mencapai Rp49,7 T atau 101,7% dari target, tumbuh sebesar 19% (yoy) apabila memperhitungkan dampak implementasi CTAS. Dari sisi sektoral, mayoritas sektor usaha utama tumbuh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya dengan realisasi sejumlah sektor usaha yang menunjukkan pertumbuhan positif, di antaranya: Industri Pengolahan (+29% yoy), Konstruksi & Real Estat (+5,9% yoy), dan Jasa Perusahaan (+1,5% yoy).
- Realisasi Penerimaan kepabeanan dan cukai tercapai Rp28,52 Triliun atau 100,70% dari target, mengalami penurunan sebesar 0,30%. Realisasi penerimaan Bea Masuk mencapai Rp0,41 Triliun atau 108,99%, penerimaan cukai mencapai Rp28,11 Triliun atau 100,59%. Penerimaan Cukai masih didominasi oleh penerimaan Cukai hasil Tembakau.
- Realisasi PNBP sebesar Rp8,12 Triliun atau 146,64 % dari target Rp5,54 Triliun mengalami pertumbuhan sebesar 8,58% (yoy); dengan rincian PNBP Lainnya mencapai Rp3,88 Triliun atau 202,65% tumbuh sebesar 6,27% (yoy) serta PNBP BLU mencapai Rp4,24 Triliun atau 117,08% tumbuh sebesar 10,79% (yoy).
- Belanja Negara telah terealisasi Rp119,22 Triliun atau 96,88% dari pagu sebesar Rp123,06 Triliun, secara yoy mengalami kontraksi sebesar 6,77% (yoy). Perlambatan ini terutama pada Belanja K/L sebesar -19,47%. Sedangkan realisasi TKD tumbuh sebesar 2,40%.
- Belanja K/L sampai dengan 31 Desember 2025 terealisasi sebesar Rp43,22 Triliun atau 94,21% dari pagu. Realisasi Belanja Pegawai mencapai Rp22,04 Triliun atau 98,35% dari pagu, Belanja Barang mencapai Rp15,58 Triliun atau 89,82% menjadi capaian realisasi terendah dibandingkan realisasi jenis belanja yang lainnya, Belanja Modal mencapai Rp5,53 Triliun atau 91,35%, sedangkan realisasi Belanja Sosial mencapai Rp0,068 Triliun atau 99,99% realisasi ini merupakan capaian penyerapan tertinggi terhadap pagu.
- Realisasi TKD sampai dengan 31 Desember 2025 tercapai sebesar Rp76,01 Triliun atau 98,47% dari pagu sebesar Rp77,18 Triliun. Realisasi DBH mencapai Rp7,48 Triliun atau 92,21% menjadi realisasi penyerapan terhadap pagu yang terendah, DAU mencapai Rp40,63 Triliun atau 99,86%, DAK Fisik mencapai Rp1,08 Triliun atau 95,91%, DAK Non Fisik mencapai Rp20,57 Triliun atau 99,21%, DIF mencapai Rp0,19 Triliun atau 100% merupakan capaian realisasi terhadap pagu yang tertinggi, Dana Desa mencapai Rp6,06 Triliun atau 95.60%.
- Berbagai program prioritas terus berlanjut dan memberi manfaat kepada masyarakat di wilayah Jawa Barat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dilaksanakan di 27 Kab/Kota oleh 4.233 unit SPPG menjangkau 11,14 juta penerima manfaat. Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah terbangun 62 ribu unit, tersebar di 1.799 lokasi dengan realisasi pembiayaan sebesar Rp7,84 Triliun. KDKMP telah terbentuk 5.908 unit koperasi dan telah memiliki akun Simkopdes. Program Sekolah Rakyat telah beroperasi sebanyak 13 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 1.390 siswa. Telah dilakukan Revitalisasi Sekolah pada 1.574 sekolah dan pembangunan 6 unit Sekolah Baru. Program SMA Unggul Garuda telah berjalan sejak tahun ajaran 2025 dengan realisasi belanja sebesar Rp44,61 Miliar. Realisasi belanja Tematik Ketahanan Pangan sebesar Rp6,51 Triliun dengan capaian produksi gabah sebesar 10,23 juta ton. Penyaluran KUR sebesar Rp28,61 Triliun untuk 510 ribu debitur dan penyaluran UMi sebesar Rp2,14 Triliun untuk 417 ribu debitur.
- Kondisi Makroekonom
- Prospek ekonomi global pada tahun 2025 masih cukup resilien, meskipun dinamika pasang surut tensi perdagangan antara AS dengan Tiongkok masih terus berlangsung bertambah dengan ketegangan geopolitik yang melebar ke Eropa. Harga komoditas dunia masih bergerak fluktuatif.
- Perekonomian Jawa Barat triwulan III 2025 tumbuh 0,46% (q-to-q) dan 5,20% (y-on-y). PDRB ADHK (yoy) sebesar Rp 461,90 Triliun dan ADHB sebesar Rp759,80 Triliun.
- Inflasi Desember 2025 tercatat 2,63% (yoy) dengan IHK 110,15. Komoditas yang memberikan andil inflasi: emas perhiasan, cabai rawit dan daging ayam ras, dan cabai merah.
- Neraca Perdagangan November 2025 (yoy) mencatatkan Surplus USD 2,35 M dengan total Ekspor USD 3,20 M dan Total Impor USD 0,85 M. Pada Januari-November 2025, dilihat dari transaksi perdagangan Nonmigas dengan AS menunjukkan surplus mencapai USD 5,79 M.
- NTP naik 1,26% menjadi 116,61, sedangkan NTN turun 0,51% menjadi 113,85.
- Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tetap terjaga kuat dan berkesinambungan, dijaga melalui dukungan kinerja positif berbagai sektor, seiring percepatan belanja negara dan optimalisasi penerimaan guna menjaga ruang fiskal yang sehat dan responsive.
- APBN beserta mesin pertumbuhan yang lain akan terus dioptimalkan peranannya dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Berbagai langkah reformasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas APBN, baik dari sisi pendapatan, maupun belanja.
- APBN terus berperan sebagai shock absorber dalam rangka melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas perekonomian dengan memastikan program prioritas berjalan efektif serta memperkuat perlindungan masyarakat.
#PajakTumbuhIndonesiaTangguh
- 2 views