Chairul Tanjung membagikan pengalamannya dalam pemenuhan kewajiban perpajakannya kepada seluruh pengusaha di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Selatan I di Balairung Kirana Hotel Kartika Chandra (Kamis, 27/9).
Pria yang akrab disapa CT ini menyampaikan bahwa di beberapa negara maju sebutan wajib pajak tidak dipakai lagi, digantikan dengan pembayar pajak (tax payer). Sedangkan di Indonesia masih menggunakan istilah wajib pajak. “Negara maju semuanya sudah menyebut dengan tax payer, pembayar pajak di mana ada kewajiban dan hak. Mudah-mudahan dengan transformasi sistem perpajakan sebutan tersebut bisa berubah," katanya.
CT juga berharap untuk ke depannya Ditjen Pajak dan para pengusaha bisa lebih bekerja sama dalam meningkatkan kepatuhan perpajakan demi kemajuan dan kemandirian bangsa. “Pajak itu pemahamannya menjadi sebuah instrumen, bukan hanya collection-nya pemerintah tapi menjadi instrumen keadilan, instrumen pemerataan, dan instrumen pertumbuhan," imbuh CT.
“Dalam era saat ini, sinergi harus dilakukan antara petugas pajak dan para pengusaha. Petugas pajak harus bisa memberikan penjelasan tentang hak dan kewajiban perpajakan dan wajib pajak juga harus lebih terbuka sehingga bisa saling membantu, saling mendukung, tidak saling menyalahkan satu sama lain. Ini pasti bisa kita lakukan,” tutupnya.
Acara ini dihadiri oleh 200 wajib pajak dan seluruh pejabat eselon III di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Selatan I. Meskipun hanya berlangsung kurang lebih satu jam, acara berbagi pengalaman ini sangat menarik bagi seluruh pengusaha yang hadir.
- 55 views