Sisi Lain

Menambah SDM fungsional penilai PBB Ditjen Pajak

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak membutuhkan banyak Sumber Daya Manusia (SDM) sampai 5 tahun ke depan. Salah satunya para fungsional penilai PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Para penilai PBB ini nantinya akan diarahkan melakukan ekstensifikasi.

Antusiasme masyarakat ikut kelas pajak

Program kelas pajak yang diselenggarakan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mendapat tanggapan yang baik dari masyarakat. Karena itu, Ditjen Pajak pun terus menyempurnakan lagi program kelas pajak sebagai edukasi masyarakat tentang ilmu perpajakan.

"Antusiasme sangat tinggi tapi memang ada beberapa hal yang perlu kita pahami. Tema mungkin menjadi salah satu kata kunci keberhasilan: sosialisasi," kata Kepala Seksi Dukungan Penyuluhan, Direktorat Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas), Ditjen Pajak, I Putu Sudiana.

Meningkatkan kompetensi SDM Ditjen Pajak

Berbicara mengenai manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, maka tak terlepas dari blue print manajemen SDM. Dimulai dari rekrutmen, pengembangan pegawai, pola karier, dan penghargaan kepada pegawai. Semuanya merupakan satu mata rantai yang harus dikembangkan ke depan.

Menggandeng LAPAN dalam memetakan potensi pajak

Upaya ini agar dapat memantau dengan sistem penginderaan jarak jauh terhadap potensi pajak di seluruh Indonesia.

Sumber: merdeka.com
Foto: isn

 

rotating image

 

 

Mencapai penerimaan negara dari tanah Papua

Ditjen Pajak menugaskan KPP Pratama Manokwari untuk meraih target penerimaan negara dari sektor pajak sebesar Rp 854 M.

Sumber: merdeka.com
Foto: nfi

 

rotating image

 

 

Pahit getir tugas juru sita Ditjen Pajak di pelosok Papua

Banyak tantangan yang harus dihadapi petugas juru sita ini seperti medan jalan yang buruk hingga membuat kaki lecet.

Sumber: merdeka.com
Foto: ISN

 

rotating image

 

 

Video pantau potensi penerimaan pajak melalui LAPAN

Indonesia dengan wilayah yang luas memiliki potensi penerimaan negara dari sektor pajak yang besar. Namun tidak mudah untuk memetakan potensi penerimaan pajak di Indonesia yang dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia tersebut. Perlu adanya dukungan dari instansi pemerintah lainnya dengan kecanggihan teknologi yang dimilikinya.