1.2. Pegawai Tetap yang Tidak Melakukan Kegiatan Usaha dan/atau Pekerjaan Bebas

1.2.3.4. Wanita Kawin yang menjalankan kewajiban perpajakannya sendiri

Pembayaran pajak atas Wanita Kawin yang menjalankan kewajiban perpajakannya sendiri dapat dilakukan seperti ketentuan yang terlampir

1.2.5.3. Pemeriksaan

Direktur Jenderal Pajak berwenang melakukan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak dan/atau tujuan lain. Pemeriksaan dapat dilakukan dikantor (Pemeriksaan Kantor) atau ditempat Wajib Pajak (Pemeriksaan Lapangan) yang ruang lingkup pemeriksaannya dapat meliputi satu jenis pajak, beberapa jenis pajak, atau seluruh jenis pajak, baik untuk tahun-tahun yang lalu maupun untuk tahun berjalan.

1.2.5.2. Restitusi

Yang dimaksud dengan restitusi adalah permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak yang dilakukan oleh Wajib Pajak kepada negara. Kelebihan pembayaran pajak ini merupakan hak bagi Wajib Pajak.

 

1.2.2.1. Penghasilan Neto

Anda wajib menghitung penghasilan neto atas setiap jenis sumber penghasilan Anda. Perlakuan perpajakan sehubungan dengan penghitungan penghasilan neto atas setiap kelompok sumber penghasilan Anda dapat berbeda-beda.

1.2.2. Hitung Penghitungan PPh Terutang

Secara umum, bagi Anda yang tidak melakukan usaha atau pekerjaan bebas, untuk menghitung besarnya Pajak Penghasilan yang terutang dilakukan dengan cara menghitung penghasilan neto (penghasilan neto sehubungan dengan pekerjaan dan penghasilan neto lainnya baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri) dikurangi pengurang penghasilan neto dan dikalikan dengan tarif Pajak Penghasilan Orang Pribadi.

 

Mekanisme penghitungan Pajak Penghasilan sebagai berikut: