Kopertis Wilayah IX Gelar Sharing Session Inklusi Kesadaran Pajak

Sambutan Kepala Bidang P2Humas Kanwil DJP Suluttenggomalut

Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara (Suluttenggomalut) bekerjasama dengan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IX Sulawesi menggelar “Sharing Session Inklusi Kesadaran Pajak dalam Pendidikan” kepada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Provinsi Sulawesi Utara di aula Gedung Keuangan Negara Manado (Kamis, 18/1).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Program Inklusi Kesadaran Pajak yang dikembangkan oleh DJP sejak tahun 2014 setelah kick off yang digelar serentak seluruh Indonesia pada tanggal 11 Agustus 2017 lalu dengan adanya perhelatan edukasi pajak berupa kegiatan Pajak Bertutur. Acara yang diikuti 65 Dosen Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) perwakilan dari 33 PTS, secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Suluttenggomalut, FN Rumondor.

Dalam sambutannya, Rumondor mengapresiasi Kopertis Wilayah IX yang telah memberikan dukungan atas terselenggaranya acara ini. Lebih lanjut, Rumondor mengatakan bahwa Sharing Session bersama Dosen MKWU bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang pajak dan bagaimana pembelajaran kesadaran pajak dalam perkuliahan sehingga dapat terwujud generasi Emas Indonesia Cerdas dan Sadar Pajak.

Kegiatan hari itu dibagi dalam beberapa sesi. Diawali oleh Trainer Inklusi Kanwil DJP Suluttenggomalut, Muhammad Syahroni, menyampaikan peranan pajak dalam APBN serta poin-poin penting yang melatarbelakangi DJP menyiapkan program edukasi nilai-nilai kesadaran pajak kepada generasi muda melalui pendidikan. Selanjutnya, Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah IX, Hawignyo, menyampaikan kebijakan-kebijakan Kementerian Riset dan Teknologi serta peran penting perguruan tinggi dalam program inklusi kesadaran pajak ini. Hawignyo mengajak para dosen yang hadir untuk mendukung program ini dapat berjalan dengan baik di perguruan tinggi masing-masing.

Materi Implementasi Pembelajaran Kesadaran Pajak dibawakan oleh Anita Ludia Vivian Wauran, selaku Perwakilan Tax Center Politeknik Negeri Manado. Anita memaparkan penerapan metode pembelajaran pajak dalam program inklusi kepada mahasiswa yang menitikberatkan pada menumbuhkan sikap sadar pajak. Materi diakhiri dengan pengenalan microsite edukasi.pajak.go.id yang disiapkan DJP dengan tujuan memberikan informasi kepada peserta atau pihak eksternal tentang sumber-sumber pembelajarannya.

Perlu diketahui, roadmap inklusi kesadaran pajak terbagi menjadi tiga masa: Masa Edukasi (2014-2030) dimana kesadaran pajak dibelajarkan kepada peserta didik, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat, Masa Kesadaran (2030-2045) di mana pendidikan kesadaran pajak terus berlanjut dan diwujudkan dalam produk hukum lembaga pemerintah/swasta, dan Masa Kesejahteraan (2045-2060) di mana kepemimpinan nasional/daerah sudah fokus kepada pajak dan warga negara merasa malu jika belum melaksanakan kewajiban perpajakannya.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama membahas kendala dan teknis pelaksanaan. Akhir acara ditutup dengan penyerahan cinderamata, games dan foto bersama.