Formulir Perpajakan

SPT Tahunan
Nama Deskripsi
SPOP dan LSPOP PBB Sektor Lainnya

Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) PBB Sektor Lainnya adalah surat yang digunakan oleh subjek pajak atau Wajib Pajak untuk melaporkan data objek pajak dan subjek pajak atau Wajib Pajak PBB Sektor Lainnya ke Direktorat Jenderal Pajak.

Dalam file terlampir, juga telah termasuk Lampiran Surat Pemberitahuan Objek Pajak (LSPOP) PBB Sektor Lainnya yaitu formulir yang digunakan oleh subjek pajak atau Wajib Pajak untuk melaporkan data rinci objek pajak PBB Sektor Lainnya.

Bentuk formulir telah sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-20/PJ/2015 tentang Tata Cara Pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Sektor Lainnya.

Untuk panduan tata cara pengisian SPOP dan LSPOP PBB Sektor Lainnya dapat disimak pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-20/PJ/2015 tersebut.

SPOP dan LSPOP PBB Perhutanan

Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) PBB Perhutanan adalah surat yang digunakan oleh subjek pajak atau Wajib Pajak untuk melaporkan data objek pajak dan subjek pajak atau Wajib Pajak PBB Perhutanan ke Direktorat Jenderal Pajak.

Dalam file terlampir, juga telah termasuk Lampiran Surat Pemberitahuan Objek Pajak (LSPOP) PBB Perhutanan yaitu formulir yang digunakan oleh subjek pajak atau Wajib Pajak untuk melaporkan data rinci objek pajak PBB Perhutanan.

Bentuk formulir telah sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-42/PJ/2015 tentang Tata Cara Pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perhutanan.

Untuk panduan tata cara pengisian SPOP dan LSPOP PBB Perhutanan dapat disimak pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-42/PJ/2015 tersebut.

SPOP dan LSPOP PBB Perkebunan

Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) PBB Perkebunan adalah surat yang digunakan oleh subjek pajak atau Wajib Pajak untuk melaporkan data objek pajak dan subjek pajak atau Wajib Pajak PBB Perkebunan ke Direktorat Jenderal Pajak.

Dalam file terlampir, juga telah termasuk Lampiran Surat Pemberitahuan Objek Pajak (LSPOP) PBB Perkebunan yaitu formulir yang digunakan oleh subjek pajak atau Wajib Pajak untuk melaporkan data rinci objek pajak PBB Perkebunan.

Bentuk formulir telah sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-31/PJ/2014 tentang Tata Cara Pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perkebunan.

Untuk panduan tata cara pengisian SPOP dan LSPOP PBB Perkebunan dapat disimak pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-31/PJ/2014 tersebut.

SPOP dan LSPOP PBB Minerba

Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) PBB Minerba adalah surat yang digunakan oleh subjek pajak atau Wajib Pajak untuk melaporkan data objek pajak dan subjek pajak atau Wajib Pajak PBB Minerba ke Direktorat Jenderal Pajak.

Dalam file terlampir, juga telah termasuk Lampiran Surat Pemberitahuan Objek Pajak (LSPOP) PBB Minerba yaitu formulir yang digunakan oleh subjek pajak atau Wajib Pajak untuk melaporkan data rinci objek pajak PBB Minerba.

Bentuk formulir telah sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-47/PJ/2015 tentang Tata Cara Pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Minerba.

Untuk panduan tata cara pengisian SPOP dan LSPOP PBB Minerba dapat disimak pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-47/PJ/2015 tersebut.

SPOP dan LSPOP PBB Panas Bumi

Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) PBB Panas Bumi adalah surat yang digunakan oleh subjek pajak atau Wajib Pajak untuk melaporkan data objek pajak dan subjek pajak atau Wajib Pajak PBB Panas Bumi ke Direktorat Jenderal Pajak.

Dalam file terlampir, juga telah termasuk Lampiran Surat Pemberitahuan Objek Pajak (LSPOP) PBB Panas Bumi yaitu formulir yang digunakan oleh subjek pajak atau Wajib Pajak untuk melaporkan data rinci objek pajak PBB Panas Bumi.

Bentuk formulir telah sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-45/PJ/2013 tentang Tata Cara Pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Pertambangan untuk Pertambangan Minyak Bumi, Gas Bumi, dan Panas Bumi.

Untuk panduan tata cara pengisian SPOP dan LSPOP PBB Panas Bumi dapat disimak pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-45/PJ/2013 tersebut.

SPOP dan LSPOP PBB Migas

Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) PBB Migas adalah surat yang digunakan oleh subjek pajak atau Wajib Pajak untuk melaporkan data objek pajak dan subjek pajak atau Wajib Pajak PBB Migas ke Direktorat Jenderal Pajak.

Dalam file terlampir, juga telah termasuk Lampiran Surat Pemberitahuan Objek Pajak (LSPOP) PBB Migas yaitu formulir yang digunakan oleh subjek pajak atau Wajib Pajak untuk melaporkan data rinci objek pajak PBB Migas.

Bentuk formulir telah sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-45/PJ/2013 tentang Tata Cara Pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Pertambangan untuk Pertambangan Minyak Bumi, Gas Bumi, dan Panas Bumi.

Untuk panduan tata cara pengisian SPOP dan LSPOP PBB Migas dapat disimak pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-45/PJ/2013 tersebut.

 

SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Sederhana Tahun Pajak 2014 (Formulir 1770S)

Bentuk formulir SPT ini telah sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-34/PJ/2010 tentang Bentuk Formulir Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan beserta Petunjuk Pengisiannya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-19/PJ/2014.

Formulir ini digunakan untuk pengisian SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun Pajak 2014 dan seterusnya.

SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Sederhana Tahun Pajak 2014 (Formulir 1770S) diperuntukkan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang mempunyai penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja, penghasilan dalam negeri lainnya, dan/atau memperoleh penghasilan yang dikenai Pajak Penghasilan (PPh) Final dan/atau bersifat final.

Pada formulir dalam bentuk PDF Isian, besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menggunakan PTKP Tahun 2014. Terdapat perbedaan antara PTKP yang berlaku di tahun 2014 dan dan Tahun 2015.

Gunakan Petunjuk Pengisian sesuai dengan SPT yang akan dilaporkan.

 

SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun Pajak 2014 (Formulir 1770)

Bentuk formulir SPT ini telah sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-34/PJ/2010 tentang Bentuk Formulir Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan beserta Petunjuk Pengisiannya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-19/PJ/2014.

Formulir ini digunakan untuk pengisian SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun Pajak 2014 dan seterusnya.

SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun Pajak 2014 (Formulir 1770) diperuntukkan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha/ pekerjaan bebas, memperoleh penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja, memperoleh penghasilan yang dikenai Pajak Penghasilan (PPh) Final dan/atau bersifat Final, dan/atau memperoleh penghasilan dalam negeri lainnya/luar negeri.

Pada formulir dalam bentuk PDF Isian, besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menggunakan PTKP Tahun 2014. Terdapat perbedaan antara PTKP yang berlaku di tahun 2014 dan dan tahun-tahun berikutnya.

Gunakan Petunjuk Pengisian sesuai dengan SPT yang akan dilaporkan.

 

Permohonan Legalisasi Fotokopi Surat Keterangan Bebas Pemotongan atau Pemungutan PPh bagi Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu

Sesuai dengan Lampiran Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2013 Tentang Tata Cara Pembebasan Dari Pemotongan Dan/Atau Pemungutan Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Yang Dikenai Pajak Penghasilan Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 Tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.

Penolakan Permohonan Surat Keterangan Bebas Pemotongan Pemungutan PPh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu

Sesuai dengan Lampiran Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2013 Tentang Tata Cara Pembebasan Dari Pemotongan Dan/Atau Pemungutan Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Yang Dikenai Pajak Penghasilan Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 Tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.