Sinergi DJP dengan UNSRI untuk Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak

Sinergi Kanwil DJP Sumsel dengan UNSRI

Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kep. Bangka Belitung  melalui Bidang Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) mengundang pengurus Tax Center Universitas Sriwijaya (Unsri).  Pertemuan yang berlangsung di ruang Kepala Bidang P2Humas pada pukul 14.00 sampai dengan 16.00 dihadiri oleh Ahmad Subeki, SE, MM. Ak, CA dan Nilam Kesuma selaku pengurus Tax Center Unsri membicarakan program kerja Tax Center selama tahun 2017.
Seperti yang diketahui bersama, Universitas Sriwijaya dan Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kep. Bangka Belitung telah melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama pembuatan Tax Center Unsri pada tanggal 21 November 2016 lalu.
Plt. Kepala Bidang P2Humas, Muhammad Dahlan Saleh mengatakan, pertemuan ini untuk mensinergikan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Tax Center Unsri bersama sama Direktorat Jenderal Pajak. Kepatuhan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Wajib Pajak merupakan salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut.  Peningkatan kepatuhan Wajib Pajak akan menjadi fokus utama Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel, pasalnya masih rendahnya kesadaran Wajib Pajak yang membuat penerimaan pajak tersendat.
Tax Center sebagai perpanjangan Direktorat Jenderal pajak diharapkan dapat berpartisipasi dalam peningkatan kepatuhan Wajib Pajak, dengan melakukan sosialisasi, kuliah umum serta penilitian bersama terkait hal tersebut.
“upaya peningkatan kepatuhan Wajib Pajak terus kami lakukan, Tax Center Unsri ini adalah salah satunya, dengan mensinergikan program kerja tahun 2017 yang menitikberatkan kearah peningkatan kepatuhan diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak nantinya”, ujar Dahlan.

⁠⁠⁠Ahmad Subeki yang ditemui dalam kesempatan tersebut mengatakan, dalam waktu dekat Tax Center Unsri akan melakukan sosialisasi mengenai kewajiban bendahara serta pelatihan pengisian SPT Tahunan untuk para dosen dan staf Universitas Sriwijaya. Tax Center Unsri siap berpartisipasi untuk meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak dengan cara melakukan sosialisasi dan pelatihan perpajakan serta penelitian tentang perpajakan baik di Kampus Bukit maupun di Kampus Indralaya.
“khusus Kampus Indralaya sedang kami siapkan ruang Tax Center beserta fasilitas pendukungnya, semoga dapat segera selesai. Kedepan Tax Center ini akan menjadi pusat ilmu perpajakan bagi semua masyarakat. Sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai perpajakan dan diharapkan juga meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak”, ungkap Ahmad.
Terkait penelitian bersama, Ahmad menceritakan bahwa penawaran penelitian tentang pajak memang sudah pernah ada, tetapi belum adanya kerjasama antara Universitas Sriwijaya dengan Direktorat Jenderal Pajak yang membuat harus dilepasnya peluang itu.
 “tahun lalu ada tawaran penelitian tentang perpajakan, sayangnya belum ada kerjasama dengan pihak pajak, sehingga akhirnya kami lewatkan. Kedepan sinergitas ini terus kita tingkatkan”, terangnya.