Nuzulul Quran di Kalibata, Pegawai Pajak Santuni Anak Yatim

Usai salat zuhur berjamaah, bertempat di Masjid Shalahuddin Komplek Pajak Kalibata, Senin (12/6), pegawai muslim di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Jakarta Khusus mengikuti acara peringatan nuzulul quran yang bertepatan dengan 17 Ramadan 1438 H. Setelah dibuka oleh pembawa acara, para pegawai dengan khidmat mendengarkan pembacaan ayat suci alquran dan saritilawah yang dibawakan oleh anak yatim dari Yayasan Tarbiyatul Yatim.

Kepala Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Khusus, Muhammad Haniv, mengawali sambutannya dengan mengingatkan kepada para pegawai bahwa ayat suci alquran yang pertama turun adalah tentang iqra' yang artinya membaca. Haniv menegaskan pentingnya mengembangkan kemampuan membaca ini untuk mempelajari dan memperdalam berbagai aspek perpajakan. "Kita jangan berhenti belajar", tutup Haniv.

Peringatan nuzulul quran ini dirangkaikan dengan pemberian santunan dan perlengkapan sekolah kepada 90 anak yatim dari empat yayasan yaitu Yayasan Tarbiyatul Yatim, Yayasan Al-Munawar, Majelis Taklim Arifah, dan Majelis Taklim RW 06 Cawang. Selain itu, juga diberikan santunan dan bingkisan lebaran kepada 184 orang yang meliputi satpam, pramubhakti, petugas taman,dan marbut yang bertugas di Komplek Pajak Kalibata. Penyerahan santunan diberikan secara simbolis oleh Kepala Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Khusus kepada beberapa orang perwakilan.

Pada peringatan nuzulul quran kali ini, para pegawai mendapatkan siraman rohani dari Ustaz Syahroni Mardani. Ustaz Syahroni, dalam ceramahnya, menguraikan bahwa ada tiga golongan orang-orang yang merugi yaitu orang-orang yang bertemu dengan bulan Ramadan tetapi tidak mendapat ampunan Allah, orang-orang yang masih bisa bertemu dengan orang tua namun tidak menjadikannya masuk surga, dan orang-orang yang jika nama Nabi Muhammad saw disebut namun tidak berselawat. Ustaz Syahroni juga menegaskan pentingnya berdoa dan meminta untuk didoakan oleh orang yang saleh. "Kita manfaatkan kesempatan emas di bulan Ramadan untuk lebih akrab dengan alquran", ucap Ustaz Syahroni di akhir ceramahnya.

Semoga peringatan nuzulul quran ini bisa meningkatkan kualitas ibadah para pegawai dan kembali mengingatkan pentingnya alquran sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam melaksanakan tugas sebagai pegawai pajak.