KPP Madya Palembang Gencarkan Kunjungan kepada Wajib Pajak

KPP Madya memiliki keragaman sektor usaha yang diawasi, tidak terkecuali perkebunan kelapa sawit yang tersebar di berapa wilayah di Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. Sebagai informasi, saat ini terdapat 29 Wajib Pajak sektor perkebunan kelapa Sawit berada dalam pengawasan KPP Madya Palembang.

Dalam rangka dialog mengenai kewajiban perpajakan, pencarian informasi dan untuk mengenal lebih jauh kondisi terkini komoditi sektor perkebunan kelapa sawit, Kepala KPP Madya Palembang, Vadri Usman, menginstruksikan pegawainya untuk melakukan kunjungan kerja gabungan, yang merupakan sinergi antara Account Representative, Pemeriksa dan Juru Sita, serta Kepala Kantor yang juga turun langsung mengikuti di beberapa tempat kegiatan. Kunjungan ke lokasi kebun kelapa sawit sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan pengetahuan para Account Representative mengenai bisnis perkebunan kelapa sawit dan tentu saja akan sangat bermanfaat dalam penggalian potensi ke depan.

Selain kebun kelapa sawit, akan dilakukan juga kunjungan ke lokasi tambang batubara di beberapa wilayah yang akan dilewati dalam perjalanan mengunjungi kebun kelapa sawit. Kunjungan kerja untuk sektor perkebunan kelapa sawit tahap pertama dilakukan untuk Wajib Pajak yang tersebar di wilayah daratan Sumatera Selatan.

Rencana visit ke perkebunan kelapa sawit dalam rangka penggalian potensi dimulai dengan penerbitan Keputusan Kepala KPP Madya Palembang Nomor KEP-372/WPJ.03/KP.08/2017 tanggal 19 Juli 2017 tentang Pembentukan Tim Penggalian Potensi Wajib Pajak Sektor Sawit KPP Madya Palembang, dengan susunan tim yang terdiri dari Kepala Kantor, Kepala Seksi Waskon II, III, IV, dan Account Representative. Persiapan selanjutnya adalah dengan menginventarisasi Wajib Pajak sektor perkebunan kelapa sawit, pembuatan Surat Tugas Kunjungan Kerja, permintaan data peta lokasi kebun, penyusunan rute kunjungan kebun sawit, permintaan pendamping dari Wajib Pajak untuk kunjungan di kebun, permintaan data SPOP Wajib Pajak, dan persiapan akomodasi selama di lapangan.

Kunjungan kerja sektor perkebunan kelapa sawit dimulai pada hari Rabu tanggal 26 Juli 2017 sampai dengan 4 Agustus 2017 dan dilakukan oleh Kepala Kantor dserta 3 tim pengawasan dan konsultasi dengan lokasi kunjungan menyebar ke wilayah-wilayah sebagai berikut : 1. Tanjung Api-Api : lokasi kebun milik PT Mahkota Andalan Sawit 2. Kayu Agung : lokasi kebun sawit milik PT Kelantan Sakti di Desa Kedaton dan pabrik pengolahan sawit milik PT Mahkota Andalan Sakti di Desa Gelumbang 3. Ogan Komering Ilir : lokasi kebun sawit milik PT Waimusi Agroindah di Desa Embacang Mesuji, PT Sinar Sasongko di Desa Jaya Bakti Mesuji, PT Aek Tarum di Desa Muara Burnai, PT Gunung Tua Abadi di Desa P Geronggong, PT Sawit Selatan dan PT Selatan Jaya Permai di Desa Sungai Menang, PT Bina Sawit Makmur di Desa Mesuji, PT Treekreasi Marga Mulia di Desa Sriguna, PT Telaga Hilmah dan PT Mutiara Bunda di Desa Padamaran 4. Muara Enim : lokasi kebun milik Golden Blossom yang dilewati melalui jalur sungai, PT Bumi Sawindo Permai di Desa Alang-Alang, dan PT Cipta Futura di Desa Ujan Mas yang merupakan lokasi pembibitan kelapa sawit 5. Baturaja : lokasi kebun milik PT Bandar Sawit Utama di Desa Merbau dan PT Minanga Ogan di Desa Lubuk Batang 6. Ogan Komering Ulu : lokasi kebun milik PT Campang Tiga di Desa Campang dan lokasi tambang batubata milik PT Buana Eltra di Desa Tanjung Baru 7. Lahat : lokasi tambang batubara milik PT Bumi Merapi Energi di Desa Merapi dan Batubara Lahat di Desa Gunung Agung Merapi.

Dari hasil kunjungan ke perkebunan dan pabrik kelapa sawit diperoleh informasi sebagai berikut : 1. Pengetahuan mulai dari proses pembibitan, pembukaan lahan, penanaman, pemupukan dan pemanenan pohon kelapa sawit. Di samping itu juga diperoleh pengetahuan mengenai bagian-bagian dari buah kelapa sawit yang akan diproduksi langsung 2. Pengetahuan mengenai peta lokasi kebun yang memuat informasi mengenai masa tanam dan umur dari masing-masing pohon yang ada di masing-masing kebun 3. Pengetahuan mengenai proses produksi buah kelapa sawit dan bentuk-bentuk olahan kelapa sawit 4. Pengetahuan mengenai penambangan batubara 5. Pengetahuan mengenai manajemen dan proses bisnis perusahaan.

Dari hasil kunjungan langsung ke perkebunan kelapa sawit dan dari hasil wawancara dengan karyawan Wajib Pajak yang ada di kebun dapat dijelaskan bahwa produktivitas kebun kelapa sawit pada umumnya baik, bahkan terdapat beberapa kebun yang produktivitasnya meningkat yang disebabkan karena perencanaan lahan yang baik, pembibitan dan pemupukan yang tepat serta pengiriman buah yang tepat waktu. Namun terdapat beberapa kebun yang belum bisa menghasilkan secara maksimal yang diakibatkan karena imbas kemarau panjang sepanjang tahun lalu dan tahun ini serta adanya el nino, adanya hama tikus dan orytest, adanya replanting lahan lama yang dilakukan oleh perusahaan, masa tanam yang masih baru dan usia tanaman di atas 20 tahun yang sudah tidak berproduksi secara maksimal. Selain itu penjualan buah kelapa sawit juga mengalami kendala karena lokasi kebun yang jauh dan akses yang sulit dijangkau.

Di samping itu, terdapat beberapa pabrik pengolahan kelapa sawit yang belum bisa beroperasi secara maksimal karena kurangnya pasokan bahan baku serta perlunya perawatan mesin yang lebih lanjut. Dengan demikian, meski harga sawit masih cukup baik, namun karena masih banyaknya faktor-faktor penghambat seperti tersebut di atas, menyebabkan produktivitas buah kelapa sawit tidak maksimal bahkan ada yang tidak menghasilkan buah sama sekali, yang tentunya akan berdampak pada setoran pajak untuk sektor perkebunan kelapa sawit. Begitu juga halnya dengan pertambangan batubara yang belum mendapatkan hasil yang maksimal karena belum adanya perpanjangan kontrak dan belum adanya investor yang akan melakukan kerja sama operasi.

Dari penjelasan Wajib Pajak di lapangan bila dibandingkan dengan setoran Wajib Pajak yang ada di MPN Info diketahui bahwa terdapat penurunan setoran yang signifikan terhadap beberapa Wajib Pajak sektor perkebunan sawit. Menurut penjelasan dari Wajib Pajak, penurunan setoran tersebut disebabkan karena adanya Lebih Bayar pada SPT Tahunan PPh Badan yang menyebabkan pembayaran angsuran masa PPh Pasal 25 menjadi turun, adanya revaluasi asset dan adanya penjualan ke kawasan berikat yang tidak terutang PPN. Sementara itu, untuk kegiatan penyitaan, juru sita beserta tim dapat melaksanakan tugasnya dengan baik karena Wajib Pajak bersikap kooperatif. Dan kegiatan pemeriksaan dilakukan dalam rangka permintaan data dan keterangan dari Wajib Pajak terkait pemeriksaan.

Dalam kunjungan kerja gabungan tersebut, selain menjalin kerja sama yang baik antar tim dalam mengamati secara langsung perkebunan kelapa sawit dan tambang batu bara, juga saling menjalin silaturahmi dan menjaga kekompakan. Banyak cerita dan diskusi seru sepanjang perjalanan yang seakan tiada habisnya, mulai dari hasil pengamatan kebun dan pabrik kelapa sawit, pemilihan rute perjalanan, sampai dengan cerita-cerita mistis seputar pabrik. Dalam perjalanan kunjungan kerja, tak lupa pula rombongan mengadakan silaturahmi sejenak dengan rekan kerja di beberapa wilayah yang dikunjungi, sekedar ngopi ringan. Dan yang tidak kalah serunya perjalanan rombongan adalah wisata kuliner di masing-masing daerah, mulai dari pindang ikan lezat di Kayu Agung, sop sumsum tulang jumbo di Prabumulih, duren tembaga maknyus di Muara Enim, sate rusa nan empuk di Baturaja, bebek cabe hijau panas di Lahat serta oleh-oleh alpokat mentega dan gula aren asli khas Lubuk Linggau sebagai akhir rute perjalanan.

Ucapan terima kasih dihaturkan tim kepada Kepala Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung yang telah memberikan dukungan penuh pada kunjungan kerja sektor perkebunan sawit ini. Juga kepada Kepala KPP Pratama Madya Ilir Barat dan Kepala KPP Pratama Palembang Seberang Ulu yan telah meminjamkan kendaraan operasional serta seluruh Kepala kantor dan pegawai KPP di wilayah Sumatera Selatan daratan yang telah memberikan pendampingan selama melakukan kunjungan kerja. Melalui kegiatan “Visit Besak-Besakan KPP Madya Palembang” diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan semangat penggalian potensi untuk sektor perkebunan kelapa sawit, menjalin sinergi dan kekompakan antarpegawai dan tentu saja meningkatkan semangat kerja dalam mencapai target penerimaan pajak di KPP Madya Palembang. Seperti pesan yang disampaikan oleh kepala kantor yaitu sebagai tuan rumah, sudah seharusnya kita lebih tahu isi dari rumah kita daripada orang lain, begitu juga dalam hal bekerja, sebagai pegawai KPP Madya, sudah seharusnya lebih mengetahui kondisi-kondisi Wajib Pajak melalui kunjungan kerja langsung ke lapangan dan melakukan dialog-dialog dengan Wajib Pajak. Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang, bisa diartikan juga tak kenal Wajib Pajak sendiri maka tak dalam penggalian potensi nantinya.