Kanwil DJP Jakpus Hadirkan Pajak dalam Seluruh Kegiatan Hidup

Guna lebih mengenalkan pajak kepada generasi muda, Kanwil DJP Jakarta Pusat mengadakan kegiatan “Pajak Bertutur” yang dihadiri oleh kurang lebih 300 mahasiswa yang melibatkan kampus dari Institut STIAMI, Universitas Bung Karno dan Institut Kesenian Jakarta. Kegiatan ini bertempat di Aula Gedung KPP Madya Jakarta Lantai 3, Jakarta Pusat pada Jumat, 11 Agustus 2017 Pukul 14.00 WIB. Program “Pajak Bertutur” yang secara serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia ini ingin menanamkan kesadaran pajak sejak dini kepada mahasiswa Perguruan Tinggi sehingga dapat menjadikan mereka generasi muda yang paham pentingnya pajak.

Sebuah persembahan Tarian “Lenggang Nyai” dari mahasiswa Institut STIAMI mengawali acara ini. Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Kanwil DJP Jakarta Pusat, Wahju K. Tumakaka, Kepala Bidang P2Humas, Trilawanti, Kepala KPP Madya Jakarta Pusat, Asprilantomiardiwidodo, Kepala KPP Pratama Jakarta Menteng Dua, Muhammad Faiz dan juga Wakil Rektor Institut STIAMI, Hasim A. Abdullah, serta perwakilan dari Institut Kesenian Jakarta. Dalam sambutannya, Wakil Rektor Institut STIAMI berterima kasih sudah dilibatkan dalam kegiatan Pajak Bertutur yang bisa memberikan wawasan manfaat pajak kepada mahasiswa dan menimbulkan kesadaran untuk berpartisipasi dalam mensosialisasikan pajak kepada masyarakat. Sebagai apresiasi, Kanwil DJP Jakarta Pusat memberikan plakat dan piagam kepada perwakilan dari perguruan tinggi yang hadir dalam kegiatan “Pajak Bertutur” ini.

Di tengah acara, Kepala Kanwil DJP Jakarta Pusat, Wahju K Tumakaka, selaku narasumber memberikan materi “Pajak Bertutur” kepada para mahasiswa. Wahju menyampaikan tujuan dari pemungutan pajak adalah supaya negara bisa melakukan kontrol atas sumber daya ekonomi yang dimiliki dan dikuasai oleh negara yang sebagian besar bersumber dari pajak untuk pelaksanaan pembangunan dan menciptakan kemakmuran untuk masyarakat Indonesia.

Mahasiswa begitu antusias mengikuti kegiatan ini, banyak dari mereka yang aktif bertanya mengenai pajak. Sebagai hiburan, Kanwil DJP Jakarta Pusat juga menyediakan souvenir menarik bagi mahasiswa yang bertanya maupun memberikan saran atau kritik bagi instansi Direktorat Jenderal Pajak.

Program “Pajak Bertutur” ini merupakan kick off  atas kerja sama Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang disebut Inklusi Kesadaran Pajak. Melalui kerja sama tersebut materi tentang pajak akan masuk dalam kurikulum sekolah dasar sampai perguruan tinggi untuk mengedukasi generasi muda tentang pajak sejak dini dan untuk mengenalkan pentingnya pajak bagi pembangunan negara.