Gali Potensi OTA, KPP PMA Enam Diskusi bersama PHRI

Gali Potensi  OTA, KPP PMA Enam Diskusi bersama PHRI

Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Enam (KPP PMA Enam) bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) melaksanakan Sharing Session Perlakuan Perpajakan Atas Komisi Penjualan Kamar Hotel Oleh Online Travel Agents (OTA)  di Ruang Meeting Candi Kalasan, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Selatan (Rabu, 11/10).

Kegiatan ini diikuti oleh 50 (lima puluh)  orang peserta yang merupakan perwakilan dari 11 (sebelas) hotel yang ada di wilayah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan 5 (lima) perwakilan OTA Dalam Negeri (OTA DN yaitu Traveloka, Pegi-Pegi, Tiket.com, Mister Aladin.com, dan Bli-Bli.com).

Sharing session dibuka oleh Ketua PHRI Hariyadi BS. Sukamdani dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus (Kanwil Khusus) Muhammad Haniv. Dalam sambutannya, Haniv menyampaikan struktur organisasi Kanwil Khusus, yang mana untuk sektor perhotelan dibawah pengawasan KPP PMA Enam.

Selain itu Haniv juga menyampaikan peranan pajak sebagai sumber penerimaan negara sehingga semua pegawai pajak harus mencari potensi pajak yang belum tergali, salah satunya dengan melakukan dialog/sharing session guna persamaan persepsi perlakuan perpajakannya. Hariyadi menyampaikan latar belakang dilakukan sharing session yaitu trend pemesanan kamar hotel melalui OTA (OTA DN maupun OTA Luar Negeri (OTA LN)) yang semakin meningkat; komisi yang harus dibayarkan kepada OTA; mengusulkan OTA LN yang sudah beroperasi di Indonesia untuk ditetapkan sebagai Bentuk Usaha Tetap (BUT); dan penyeragaman treatement  aspek perpajakannya.

Ramos Irawadi (Kepala KPP PMA Enam) mengupas Aspek Perpajakan OTA Sektor Perhotelan. Antara lain penerapan pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23, PPh Pasal 26, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Tax Treaty. Para peserta sangat antusias menanggapi paparan yang disampaikan oleh Ramos, salah satunya adalah perwakilan OTA DN yaitu bagaimana treatement perpajakan atas komisi yang diterima dari hotel dan tekhnis /mekanisme pembayaran dan pelaporan pajaknya.

Pelaksanaan sharing session diharapkan meningkatkan pemahaman aspek perpajakan para pelaku usaha di bidang Perhotelan dan OTA.(jpk/*)