DJP Berbagi di Kampung Warna Warni

Kanwil DJP (Direktorat Jenderal Pajak) Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimra) membagikan bingkisan bahan kebutuhan pokok gratis kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar Kampung Warna Warni, Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan, Senin (19/06). Kepala Kanwil DJP Kaltimra, Samon Jaya, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program DJP Berbagi sebagai bentuk kepedulian DJP untuk membantu mereka yang membutuhkan.

"Ini bentuk kepedulian Direktorat Jenderal Pajak. Inilah fungsi uang pajak. Setiap uang pajak yang kita bayarkan kepada negara nantinya akan kita nikmati, 'Pajak Kita Untuk Kita'," ujarnya sebelum membagikan bingkisan. "Semoga dengan adanya bingkisan sembako ini bisa sedikit membantu masyarakat dalam mencukupi kebutuhannya, terutama menjelang Lebaran ini”.

Sementara itu Kabid P2Humas, Emri Mora Singarimbun, menambahkan pembagian bingkisan menggunakan kupon yang sudah dibagikan melalui RT setempat. “Pembagian kupon dilakukan dengan bantuan ketua RT setempat agar sasarannya tepat yaitu warga yang kurang mampu”, katanya. "Kami menyiapkan 120 bingkisan untuk 69 kepala keluarga di RT 3, 31 kepala keluarga di rumah susun sewa (rusunawa) Manggar dan 20 warga di sekitar Kampung Warna Warni. Setiap bingkisan yang dibagikan berisi 1 liter minyak goreng, 1 kg tepung, 1 kg gula pasir, garam, teh, mentega dan sirup."

Ketua RT 3, Mukhlis Sukarno, mengapresiasi kepedulian DJP yang telah memilih masyarakat wilayahnya untuk pembagian paket sembako gratis. "Penghasilan rata-rata warga jauh di bawah upah minimum. Sehari-hari warga bekerja sebagai buruh nelayan tangkap, buruh kebun karet, dan petani", kata Mukhlis, "Untuk itu saya mewakili warga mengucapkan banyak terima kasih telah memilih Kampung Warna Warni untuk dibagikan sembako gratis." Kampung Warna Warni sejatinya merupakan perkampungan atas air di tepian Sungai Manggar yang padat rumah penduduk dengan celah jalan yang begitu sempit. Sebelumnya, Pemerintah Kota Balikpapan menyulap tampilan kampung dari yang tadinya suram dan kumuh menjadi penuh warna. Dinding rumah, atap, lantai jalan yang sebagian besar terbuat dari kayu di cat dengan aneka warna.