Ary Ginanjar: Menuju SurgaNya Dengan Membayar Pajak

Membayar pajak menjadi sangat menyenangkan apabila diniatkan sebagai sedekah. “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya," kata Ary Ginanjar Agustian motivator pendiri ESQ mengutip sebuah hadits dalam Inspiring Moment pada acara Tax Gathering Kanwil DJP Jakarta Pusat di Grand Mercure Hotel Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu 30 September 2015.

Cara pandang tentang pajak harus berubah. Melaksanakan kewajiban pajak dengan benar akan membuat hati senang dan hidup menjadi lebih bermakna. Hal ini sebagai wujud rasa syukur karena mendapatkan karunia rejeki sehingga mampu untuk berbagi.

“Setiap rupiah pajak yang anda bayar menjadi jalan menuju surgaNya,” ujar Ary peraih Doctor Honoris Causa di bidang pendidikan karakter oleh Universitas Negeri Yogyakarta ini.

Saat revolusi kemerdekaan (1948) Negara masih kekurangan dana, terjadi fenomena Rakyat Aceh memberikan hadiah pesawat terbang Seulawah pada kepada pemerintah RI. Rakyat Aceh memiliki alasan kuat untuk berkontribusi menyelesaikan masalah negara.

“Siapa yang akan membiayai operasional Negara kalau bukan rakyat Indonesia sendiri,” tambah Ary Tokoh Inspiratif dari Balai Pustaka dan majalah Horison tahun 2013.

Membayar pajak dapat dilihat dari tiga dimensi, yaitu : secara fisik menjadi beban atau kehilangan uang, secara kemanusiaan menjadi media untuk berbagi, dan secara spiritual melaksanakan perintah Tuhan. “Uang tidak memiliki arti kalau tidak ada motivasi dan alasan yang kuat untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi banyak orang,” kata Ary yang lahir di Bandung, Jawa Barat, 24 Maret 1965.

Senang atau susah kewajiban pajak harus dilaksanakan. “Tuhan tidak akan salah menghargai anda untuk apa bersedih, mari kita tersenyum, bergembira dan ihlas membayar pajak agar hidup bahagia,” ajak Ary di akhir acara.

Dalam acara Tax gathering tersebut digelar talksow yang mengupas tuntas kebijakan Tahun Pembinaan Wajib Pajak 2015, dengan menampilkan narasumber Direktur Peraturan Pajak II KPDJP, pengacara kondang Juniver Girsang menjadi advokat, Yustinus Prastowo Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) dengan moderator Ani Natalia.

Kegiatan Tax gathering bertujuan menjalin silaturahmi dan komunikasi antara Wajib Pajak dengan petugas pajak. Wajib Pajak yang hadir dalam acara tersebut adalah 100 Wajib Pajak pembayar pajak terbesar di Kanwil DJP Jakarta Pusat. Turut hadir dan memberikan sambutan, Kepala Kanwil DJP Jakarta Pusat sebagai penyelenggara, Direktur P2Humas KPDJP.