Kanwil Jawa Barat I Raup Penerimaan Pajak 26.7 Triliun

Bandung, Hingga Sabtu (31/12) pukul 20.30 WIB, Kanwil DJP Jawa Barat I meraup penerimaan pajak sebesar Rp 26,7 Triliun Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I, Yoyok Satiotomo, mengatakan, raihan tersebut sebesar 88,7 % dari target yang telah ditetapkan sebesar 30,1 Triliun.
"Dengan demikian penerimaan kami tumbuh 23,4% dibandingkan tahun lalu," kata Yoyok, di Kantor Wilayah DJP Jawa Barat I di Bandung. Dia mengatakan pencapaian tersebut diharapkan masih akan terus bertambah hingga pukul 12.00 malam menjelang pergantian tahun.
Penerimaan pajak Kanwil DJP Jawa Barat I ditopang oleh penerimaan Tax Amnesty hingga menjelang akhir periode II ini sebesar Rp 5,58 triliun. Terjadi peningkatan penerimaan Tax Amnesty di Periode II sebesar 13% dibandingkan periode I yakni sebesar Rp 701 milyar.
“Masyarakat masih punya kesempatan untuk menyampaikan Surat Pernyataan Harta Tax Amnesty periode II sampai dengan malam ini, kantor pajak buka layanan tanggal 31 Desember sampai dengan pukul 24.00”, ujar Yoyok.
Periode II Tax Amnesty akan berakhir pada 31 Desember 2016, masyarakat diharapkan untuk dapat memanfaatkan Tax Amnesty periode II ini karena fasilitas tarif yang masih rendah. Tarif uang tebusan untuk Deklarasi harta dalam negeri dan Repatriasi sebesar 3% dan tarif deklarasi luar negeri sebesar 6%. Tarif tersebut akan naik pada periode III menjadi 5% dan 10%.
Berbeda dengan tarif di atas, khusus untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang memiliki peredaran usaha sampai dengan Rp 4,8 milyar pada tahun pajak terakhir memperoleh tarif khusus sebesar 0,5% dengan deklarasi harta sampai dengan Rp 10 milyar dan 2% dengan deklarasi harta di atas Rp 10 milyar. Tarif tersebut berlaku hingga akhir periode III pada tanggal 31 Maret 2017.