Tetap Tarif Rendah! Manfaatkan Amnesti Pajak Periode II

Tetap Tarif Rendah! Manfaatkan Amnesti Pajak Periode II

Periode pertama program amnesti pajak baru saja berlalu dan telah sama-sama kita ketahui hasilnya. Selama periode amnesti Juli – September 2016, telah dihasilkan uang tebusan sebanyak Rp 93 triliun dan jumlah harta dilaporkan sebesar Rp 3.792 triliun. Jumlah harta tersebut terdiri atas harta repatriasi luar negeri Rp 142 triliun, deklarasi luar negeri Rp 976 triliun, dan harta deklarasi dalam negeri Rp 2.674 triliun.

Capaian amnesti pajak di atas cukup membanggakan dan dinilai oleh banyak pihak sebagai sebuah keberhasilan. Apresiasi dari berbagai kalangan yang disampaikan kepada Pemerintah RI ramai berdatangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Tak kurang, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyebutkan, tax amnesty di Indonesia termasuk yang terbaik di dunia dari sisi uang tebusan yang masuk, lantaran raihan tersebut berhasil dicapai hanya untuk periode pertama.

Terhadap capaian amnesti ini, tak lantas membuat Pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Pajak, berpuas diri, mengingat masih ada dua periode berikutnya yang masih harus dijalani hingga 31 Maret 2017.  Kegiatan sosialisasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan imbauan-imbauan kian gencar dilaksanakan. Sasarannya, tak lain para wajib pajak potensial yang belum memanfaatkan haknya mengikuti amnesti pajak. Mereka adalah para wajib besar, profesional, penunggak pajak, wajib pajak baru dan para pelaku UMKM.

Pemerintah terus mendorong wajib pajak yang belum mengikuti amnesti pajak agar segera memanfaatkan fasilitas ini. Untuk diketahui, angka partisipasi wajib pajak di periode satu program ini terbilang sangat minim. Dari sekitar 20 juta wajib pajak yang wajib SPT, baru 422 ribu saja yang mengikuti amnesti pajak. Dengan kata lain baru 2 persen  wajib pajak yang berpartisipasi dalam program ini.  Alhasil, angka partisipasi ini masih sangat mungkin ditingkatkan lagi.

Memasuki periode kedua amnesti, Oktober – Desember 2016 ini, undang-undang masih menerapkan tarif tebusan yang rendah. Bagi wajib pajak yang melaporkan harta di dalam negeri atau yang ingin merepatriasi harta yang ada di luar negeri, hanya dikenai tarif 3 persen. Untuk wajib pajak yang mendeklarasikan harta di luar negeri, dikenai tarif 6 persen. Bahkan, bagi wajib pajak kelompok UMKM dengan omset sampai dengan Rp 4,8 miliar, tarif tebusannya lebih rendah lagi, yakni 0,5 persen untuk yang melaporkan harta kurang dari Rp 10 miliar atau 2 persen untuk yang melaporkan harta lebih dari Rp 10 miliar.

***