Mengajar dengan Ikhlas dan Rasa Cinta

Mengajar dengan Ikhlas dan Rasa Cinta

Oleh: Rikfy Bagas Nugrahanto, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Kemenkeu Mengajar merupakan salah satu kegiatan literasi terhadap keinginan dan cita-cita anak-anak. Kemenkeu Mengajar mendekatkan aspek kedekatan pemerintah terhadap mimpi anak-anak untuk membangun Indonesia. Dikarenakan keterbatasan waktu yaitu hanya satu hari, diperlukan metode pengajaran yang mampu memenuhi segala aspek yang dibutuhkan di dalam mengajar. Proses pendidikan dengan memberikan contoh dan teladan yang baik kepada anak-anak oleh pemerintah khususnya teladan dari institusi Kementerian Keuangan adalah yang diutamakan. Bagi saya, untuk metode pengajaran pada kegiatan Kemenkeu Mengajar 1 Sorong tahun 2016 maupun di tahun 2017 pada Kemenkeu Mengajar 2 Semarang, konsep pengajaran yang saya sampaikan yaitu pengenalan dengan berbagi, menginspirasi, dan mengarahkan. Secara garis besarnya antara lain;

1. Pengenalan dengan Berbagi

Memberikan penjelasan mengenai profesi, mengenalkan profil pimpinan dari institusi, struktur dari institusi merupakan salah satu isi dari konsep berbagi menurut saya. Menjelaskan secara jelas tugas pokok dan fungsi institusi yang menjadi bagian dari pemerintah Indonesia. Berbagi penjelasan mengenai peranan institusi dalam pembangunan bangsa. Peranan tiap-tiap eselon 1 di Kementerian Keuangan yang selalu bersinergi membangun kerja sama demi menuju tujuan luhur bangsa Indonesia. Berbagi di sini juga mengenai kesempatan-kesempatan yang diberikan kepada pegawai Kementerian Keuangan untuk dapat mengembangkan diri dan kemampuan individunya. Saat menjadi pegawai Kementerian Keuangan tidak ada kata untuk berhenti belajar. Belajar untuk selalu memperbaiki diri dari kesalahan maupun dari ketidaktahuan kita. Karakter kuat inilah yang ingin dibagi kepada anak-anak. Karena menjadi pengawai Kementerian Keuangan adalah menjadi sosok yang terbaik di bidangnya. Makna berbagi sangat luas jika kita coba uraikan. Negara Indonesia sangat membutuhkan sifat berbagi dari warga negaranya. Berbagi ilmu, informasi, kebahagiaan, dan berbagi inspirasi adalah contoh dari berbagi. Adanya rasa berbagi akan menumbuhkan pula sifat gotong-royong dan saling membantu antara warga negara dengan pemerintah untuk membangun Indonesia yang sejahtera.

2. Menginspirasi

Anak-anak mempunyai sifat rasa ingin tahu yang tinggi. Rasa ingin tahu terhadap sosok yang baru membuat anak-anak akan mudah tertarik dan mengikuti segala apa yang dicontohkan. Sebagai bagian dari institusi Kementerian Keuangan, setiap pegawai Kementerian Keuangan berkewajiban menjadi teladan yang baik. Sebagai pegawai Kementerian Keuangan, berkewajiban menunjukkan sisi terbaik dan selalu memberikan yang terbaik. Hal ini didukung institusi Kementerian Keuangan mempunyai Nilai-Nilai Kementerian Keuangan yang sangat luhur yaitu integritas, profesionalisme, sinergi, pelayanan, dan kesempurnaan. Nilai-nilai inilah akan membentuk karakter pegawai Kementerian Keuangan sebagai pelayan publik yang jujur dan bermartabat. Inspirasi sebagai sosok yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa sangat perlu ditanamkan kepada generasi emas Indonesia. Anak-anak ini adalah calon-calon pemimpin masa depan. Karakter yang cinta akan tanah air, peduli, dan melestarikan budaya Indonesia harus juga dipupuk di dalam diri anak-anak. Inspirasi akan menentukan cita-cita mereka kelak di masa depan. Inspirasi juga bisa dalam hal menyikapi ketika gagal. Mungkin anak-anak akan langsung menyerah dan menangis saat mendapatkan nilai jelek. Bahkan ada yang menangis tersedu-sedu saat tidak memperoleh kesempatan maju menunjukkan kemampuannya. Sikap pantang menyerah dan selalu melakukan perbaikan diri adalah salah satu inspirasi juga. Selain itu, sebagai pegawai Kementerian Keuangan peranan Kementerian Keuangan tidak hanya terbatas dalam satu kota. Namun secara utuh di negara Indonesia. Setidaknya ketika mereka ingin menjadi pegawai Kementerian Keuangan, inspirasi inilah yang akan membuka mata mereka bahwa sebagai pegawai Kementerian Keuangan mereka akan menjadi salah satu calon pemimpin masa depan Indonesia.

3. Mengarahkan

Setelah kita membagikan dan mengenalkan apa itu Kementerian Keuangan cita-cita anak-anak mungkin tidak sepenuhnya ingin menjadi pegawai Kementerian Keuangan. Cita-cita mereka mungkin bisa saja menjadi berbeda seperti yang kita bayangkan mereka akan menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara). Cita-cita menjadi dokter, menjadi insinyur, menjadi polisi, menjadi tentara, bahkan menjadi seorang youtuber, mungkin kita akan dengar dari celotehan mereka. Namun yang dapat diharapkan adalah mereka dapat bertanggung jawab dengan cita-cita mereka dan menyadari peran mereka untuk Indonesia ini sangat dibutuhkan. Seperti sebuah rantai sepeda, bahwa tiap peran di dunia seperti pin-pin di dalam rantai yang saling mengikat dan berhubungan satu sama lainnya. Di sisi terpenting inilah mengarahkan apa yang harus dilakukan anak-anak dan apa yang harus diperbuat ketika mereka menjadi seperti apa yang mereka inginkan. Keberadaan sosok orang tua adalah menjadi bagian yang tak pernah akan terlepaskan dari cita-cita anak-anak. Mengarahkan mereka bahwa tanpa restu orang tua dan Bapak Ibu Guru, cita-cita mereka tidak akan pernah menjadi nyata secara indah.

Ketiga hal tadi sangat mudah diucapkan namun tidak ada kata sulit jika diterapkan dengan sepenuh hati dan ikhlas. Ikhlas untuk berbagi, menginspirasi, dan mengarahkan. Sepenuh hati untuk memberikan yang terbaik kepada keluarga dan juga negara Indonesia. Saat kita mencintai dengan ikhlas pastinya rasa cinta itu kan membawa kita ke sesuatu yang indah dan membawa manfaat ke semuanya.

Quote : “Kita tidak akan pernah tahu kapan bunga itu akan mekar dengan indahnya, namun tidak ada kata berhenti juga untuk terus memberikan yang terbaik untuk mereka.” (*)

*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi di mana penulis bekerja.