Bupati Cantik Ajak Masyarakat Isi SPT Benar, Lengkap dan Jelas

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah memperlihatkan Tanda Terima Elektronik

Tak banyak wanita yang mendapat kesempatan memimpin sebuah pemerintahan kabupaten yang terpilih selama 2 kali periode. Salah satunya adalah Hj. Anna Sophanah yang memimpin Kabupaten Indramayu dari 2010-2015 dan terpilih kembali utk periode 2016 selama 5 tahun kedepan. Bukan kebetulan bagi wanita kelahiran 23 Oktobber 58 tahun lalu terlahir cantik ini aktif dan memimpin beberapa organisasi diantaranya, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Indramayu Tahun 2000 – 2010, Penasehat GOW Kab. Indramayu Tahun 2000 – 2010, Ketua DPD KPPG Kab. Indramayu Tahun 2004 – 2009, Ketua DPD Pengajian Al-Hidayah Kabupaten Indramayu Tahun 2004 – 2009 dan Ketua Umum FKKP/K3S Kab. Indramayu Tahun 2000 – 2010. Tidak banyak pemimpin suatu daerah yang sangat peduli pada kepatuhan pada kewajiban perpajakan. Bukan pada besarnya berapa pembayaran pajak namun lebih pada kejujuran.

Menurut Anna demikian panggilan akrabnya, letak kepatuhan ada pada kejujuran dalam mengisi sumber penghasilan, besarnya penghasilan dan harta. Ketika diminta berpendapat mengenai pajak, ibu tiga anak ini menjawab lugas bahwa pajak sangat penting karena hampir seluruh APBN dan APBD ditopang oleh pajak, baik itu pajak daerah dan pajak pusat. Anna juga mencontohkan bahwa meskipun Indramayu merupakan kabupaten penghasil minyak bumi, tapi masyarakat Indramayu tidak sepenuhnya menikmati hasil bumi tersebut. Indikasinya adalah terbukti dengan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terbesar di Jawa Barat berasal dari Indramayu. Data dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencatat pada tahun 2014, Kabupaten Indramayu memasok 25.521 orang. Terbesar kedua seluruh Indonesia setelah kabupaten Lombok Timur.

Anna sebagai Bupati tidak dapat mencegah warganya eksodus dengan menjadi TKI, apalagi sebagian besar bekerja disektor informal. Menurutnya, jika di kabupaten Indramayu tersedia lapangan kerja yang cukup dan memadai, tentunya tidak perlu warganya berbondong-bondong pergi keluar Indramayu untuk mencari penghidupan. Anna juga menjelaskan bahwa ketersediaan lapangan kerja di kabupaten Indramayu akan cukup memadai jika pemerintah daerah Indramayu memiliki dana (APBD) yang cukup untuk mengembangkan kabupaten Indramayu. Potensi yang dimiliki kabupaten Indramayu sangat besar. Selain dari pertambangan migas (Pertamina) juga potensi perikanan yang sangat besar. Menurutnya, dengan dua sektor usaha tersebut saja, kabupaten Indramayu akan bisa mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang memadai untuk bisa membiayai pengembangan kabupaten Indramayu.

Anna juga menyayangkan bahwa potensi tersebut hilang karena beberapa hal yaitu salah satunya adalah perusahaan-perusahaan yang beroperasi tidak terdaftar di Kabupaten Indramayu. Selain itu, perusahaan-perusahaan tadi tidak tertib dalam menjalankan kewajiban perpajakannya. Sebagai Bupati, Anna memiliki tekad untuk berkarya bagi Kabupaten Indramayu dengan mewujudkan visi Indramayu Remaja. Remaja adalah kepanjangan dari Religius, Maju, Mandiri dan Sejahtera. Religius dapat diartikan bahwa masyarakat Indramayu, diharapkan memiliki tingkat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama secara baik dan benar, sehingga dapat tercermin dalam pola berfikir dan bertingkah laku sesuai dengan nilai-nilai agama yang diyakininya.

Maju dapat diartikan bahwa masyarakat Indramayu cerdas, terampil, bergerak dinamis, kreatif, inovatif, serta tangguh menghadapi tantangan. Mandiri dapat diartikan bahwa segala sumberdaya dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat Indramayu sehingga sesuai dengan nafas dan tujuan hakiki penyelenggaraan otonomi. Sejahtera dapat diartikan bahwa masyarakat Indramayu memiliki rata-rata tingkat pendapatan yang memadai, tingkat pendidikan yang cukup, dan derajat kesehatan yang baik sehingga dapat hidup layak baik secara fisik maupun non fisik.

Untuk dapat mewujudkan visinya tersebut yang pertama kali dilakukan adalah mengajak masyarakat khususnya masyarakat Indramayu untuk tertib dan menyampaikan kewajiban perpajakannya dengan mengisi SPT Tahunan secara benar, lengkap dan jelas. Inilah kunci agar Indramayu bisa mandiri untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya. Anna juga menyinggung bahwa DJP sudah sangat maju dengan memperkenalkan e-Filing sebagai bentuk penyampaian SPT yang kekinian.

Menurut Anna, masyarakat juga diminta untuk menyesuaikan dengan kemajuan teknologi yang dimiliki DJP dalam memberikan kemudahan melaksanakan kewajiban perpajakannya. Anna menyampaikan bahwa masyarakatlah yang harus dipaksa untuk berubah dari penyampaian SPT secara manual ke e-Filing. Diakuinya, dirinya sendiri sempat kesulitan dalam mengisi SPT e-Filing. Namun ternyata setelah mencoba sendiri, SPT e-Filing mudah, cepat dan aman.(*)