“Melayani Wajib Pajak Adalah Cinta” Puisi dari KP2KP Labuha

Tampak Depan KP2KP Labuha

Oleh: Devid Marthin, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Beberapa tahun yang lalu, batu bacan yaitu Doko dan Palamea, menghentak dunia karena harga selangit, dan dunia seolah digandrungi oleh batu bacan. Tetapi seiring perjalanan waktu, booming batu bacan pun seolah tertelan bumi entah kemana. Karena tugas sebagai pegawai Kantor Wilayah DJP Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara menghantarkan saya ke kota penghasil batu bacan.

Sesuai surat tugas nomor ST-1150/WPJ.16/2017, maka pada tanggal 27 November 2017, saya dan pimpinan yakni Dhani Salas sebagai Kepala Seksi Bimbingan Pelayanan dan Konsutltasi Bidang P2 Humas Kantor Wilayah DJP Sulawesi Utara,Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara pun tiba di Pulau Bacan. Pulau Bacan yang merupakan penghasil batu bacan itu, kami kunjugi karena di pulau indah ini berdiri Kantor Pelayanan , Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan(KP2KP) Labuha. Untuk mencapai kota ini, kami harus menempuh 8 jam perjalanan laut dari Kota Ternate. Walaupun harus berjam-jam terombang-ambing di samudera laut, tak berasa apa-apa, karena kami disuguhi indahnya pemandangan laut dan gugusan pulau-pulau kecil seperti Kasiruta dan Kayoa.

Laut di Halmahera merupakan pemandangan alam yang luar biasa. Itulah alasan mengapa kita bisa menyanyikan lagu “Nenek Moyangku Seorang Pelaut” dengan bangga. Setibanya di Pelabuhan Babang, kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke Kota Labuha. Perjalanan yang ditempuh untuk sampai ke Labuha hampir 30 Menit lamanya. Begitu sampai ke KP2KP Labuha, mata kami berdua dikagetkan oleh indahnya warna branding Direktorat Jenderal Pajak di Pagar dan Gedung KP2KP bahkan di area parker pun di cat serupa. Kata pertama yang keluar adalah “ Luar Biasa”.

Saat kaki kami melangkah ke dalam Gedung KP2KP Labuha, ada pemandangan yang tidak kalah menarik, ruang Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) yang sudah didesain hampir menyerupai standar TPT yang distandarkan oleh DJP. Speechless, mungkin itu kata yang terlalu mendramatisir keadaan, tetapi melihat lokasi Labuha, melihat sulitnya transportasi, melihat inflasi harga, dan melihat keadaan nyata di tempat ini, ini hal yang luar biasa. Apalagi Alokasi DIPA untuk KP2KP Labuha sangat minim, tapi semangat untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk wajib pajak di wilayah Halmahera Selatan yang membuka mata para pegawai KP2KP Labuha untuk melakukan efisiensi anggaran lainnya sehingga dapat dialokasikan untuk memodifikasi Parkiran, Gedung dan Ruang TPT demi memberikan pelayanan yang sungguh untuk para wajib pajak.

Wilayah Kerja KP2KP Labuha adalah Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten yang wilayah administratifnya terdiri dari Pulau Bacan, Pulau Kasiruta, Pulau Palamea,Pulau Obi, Pulau Makeang dan gugusan pulau kecil lainnya. Sehingga moda transportasi utamanya adalah melalui jalur laut. Dengan infrastruktur dan sarana transportasi yang sedang dalam tahap perkembangan, maka memberikan pelayanan kepada seluruh wajib pajak di wilayah ini adalah hal yang sangat sulit. Tetapi pada kenyataannya tidak sulit untuk para pegawai KP2KP Labuha, karena penyuluhan dan pelayanan tetap berlangsung. Mereka tetap menjalani tugas dengan kondisi alam yang tak menentu dengan sepenuh hati. Mungkin karena mereka sering mengkonsumsi “Kamplang” ( kerupuk ikan khas Halmahera Selatan). Atau bisa jadi karena batu bacan sehingga alam seolah selalu bersahabat dengan mereka.

Terlepas dari semua kondisi tersebut diatas, hal yang bisa kita pelajari dari Sidra R.Hi. Habibu (Kepala KP2KP), Muh. Alaudin ( Bendaharawan), David Pradana (Petugas TPT), dan Muh.Yogi Khoirul Amali ( Petugas Konsultasi) adalah Dedikasi, integritas, dan Ketulusan Hati. Karena walaupun ditempatkan di kota kecil diujung samudra ini, bukan keluhan yang ditemukan tetapi Dedikasi, integritas, dan Ketulusan Hati dimana walaupun jauh dan anggaran yang minim mereka tetap mau melaksanakan efisiensi anggaran agar bisa dialokasikan untuk perbaikan Pagar, Parkiran, Gedung dan Area TPT serta aula untuk sosialisasi perpajakan demi memenuhi standar pelayanan yang diamanatkan oleh Kantor Pusat DJP.

Mereka tetap menunjukkan bahwa sebagai Pegawai Negeri Sipil Direktorat Jenderal Pajak, harus siap ditempatkan dan melaksanakan tugas dengan sepenuh hati dan tanggungjawab dimanapun tempatnya sepanjang Merah Putih Berkibar. Cinta mereka akan NKRI khususnya DJP yang membuat mereka mau bertransformasi menuju Excellent Service.

Untuk teman-teman yang lagi berdinas di tempat-tempat lain di Indonesia seperti KP2KP Labuha, tetap semangat dan terima kasih karena tetap setia menjalankan tugas menghimpun penerimaan negara. Untuk kita semua yang adalah Pegawai Negeri Sipil Direktorat Jenderal Pajak, ingatlah Direktorat Jendera Pajak itu adalah dari Sabang Sampai Merauke, dari Mianggas Sampai Rote, ketika kita mengambul sumpah sebagai PNS DJP berarti kita siap untuk ditempatkan dimana saja. Tanpa Mengeluh, Tanpa Tanya mengapa.

Salam Satu Jiwa dari Labuha, Negeri di Ujung Selatan Halmahera.(*)

*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi dimana penulis bekerja.