1.1.4.5. Contoh pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi (1770)

Bagi anda Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan usaha/pekerjaan bebas yang melakukan pembukuan dapat melakukan penghitungan PPh terutang di SPT Tahunan dengan menghitung Penghasilan Kena Pajak yaitu penghasilan neto dari pembukuan dikurangi PTKP, kemudian mengalikan dengan tarif pajak sesuai ketentuan undang undang.

Contoh : Tn. Joko mempunyai usaha jual beli mebel, telah berkeluarga dengan 3 orang anak yang menjadi tanggungan, dan melakukan pembukuan, selama tahun 2014 PPh pasal 25 yang sudah dibayarakan Tn. Joko sebesar Rp 300.000.000.

Penghitungan PPh terutangnya adalah :

Peredaran usaha 5.000.000.000

HPP (3.000.000.000)

Biaya usaha lainnya (500.000.000)

Penghasilan Neto 1.500.000.000

PTKP (K/3) (32.400.000)

Penghasilan kena pajak 1.467.600.000

PPh terutang

5% x 50.000.000 2.500.000

15% x 200.000.000 30.000.000

25 % x 250.000.000 62.500.000

30% x 967.600.000 290.280.000

PPh terutang 385.280.000

Kredit pajak PPh pasal 25 (300.000.000)

PPh yang harus dibayar Tn. Joko 85.280.000

Pengisian di SPT 1770 adalah sebagai berikut:

 

Bagi anda yang tidak melakukan pembukuan dapat menggunakan norma penghitungan dengan terlebih dahulu memberitahukan ke KPP tempat anda terdaftar.

Penghasilan Neto bagi anda yang menggunakan norma penghitungan diperoleh dengan cara mengalikan peredaran bruto anda dengan norma penghitungan.

Catatan : Norma penghitungan hanya dapat digunakan oleh Wajib Pajak dengan omzet 4,8 Milyar kebawah. Bila lebih dari itu harus melakukan pembukuan.

Proses: