Artikel

Siasati Kartu NPWP Kempos di Remote Area

Oleh: Grandhis Pradana Muhammad, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak dan Surat Keterangan Terdaftar disampaikan kepada Wajib Pajak melalui pos tercatat. (PER-20/PJ/2013 pasal 7 ayat 2)

Kutipan peraturan diatas pasti terdengar tidak asing di telinga pegawai pajak yang bekerja di luar Pulau Jawa, terlebih di remote area. Sangat sulit untuk menjalankan Standart Operasioal Procedure (SOP) tersebut karena masih banyak daerah-daerah di wilayah Republik Indonesia ini yang belum terpetakan secara jelas alamatnya.

Gratis e-Filing Pajak Badan Bisa Juga di OnlinePajak

Gratis e-Filing Pajak Badan Bisa Juga di OnlinePajak

Kini wajib pajak badan dapat merasakan kemudahan lapor pajak tanpa harus datang ke KPP (Kantor Pelayanan Pajak) dan antre lagi. Adanya efiling pajak atau lapor pajak online, memungkinkan wajib pajak badan melaporkan SPT Masa dan SPT Tahunan hanya dengan mengklik satu tombol di aplikasi efiling. Sangat menghemat waktu dan biaya.

Seperti lapor pajak manual, setelah melakukan efiling, wajib pajak juga akan mendapatkan bukti lapor namun berbentuk elektronik yang dinamakan Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) yang di dalamnya terdapat Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE) dan Nomor Transaksi Pengiriman ASP (NTPA).

Amnesti Pajak dan Kebijakan Pemanfaatan Media

Amnesti Pajak dan Kebijakan Pemanfaatan Media (Aditya Wibisono)

Oleh: Aditya Wibisono, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Seperti yang telah kita ketahui, saat ini program Amnesti Pajak telah memasuki periode II di tahun 2016 dengan pencapaian 57,3% dari target Rp.165 Triliun. Walaupun mencapai lebih dari yang pernah diperkirakan oleh institusi lain di luar Direktorat Jenderal Pajak dan Kementerian Keuangan, namun kenyataannya jumlah Wajib Pajak yang memanfaatkan program pengampunan pajak dari Pemerintah masih sangat sedikit, yaitu masih berkisar 2% dari jumlah Wajib Pajak terdaftar. Apakah hal ini berarti sisanya tidak berminat memanfaatkan Amnesti Pajak atau para Wajib Pajak merasa sudah melaporkan kewajiban perpajakannya secara benar, atau masih banyak Wajib Pajak yang ternyata belum paham atau bahkan tahu mengenai program Amnesti Pajak ini?

Pembayar Pajak, Pahlawan Kekinian

Pembayar Pajak, Pahlawan Kekinian (oleh: Dolly Wildan Hamdani)

Oleh: Dolly Wildan Hamdani, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia telah dinikmati oleh bangsa ini selama 70 tahun. Kemerdekaan yang merupakan hasil perjuangan para pahlawan yang mempertaruhkan harta dan jiwa raga melawan penjajah. Bahkan perjuangan itu telah berlangsung sejak berabad-abad sebelum kemerdekaan itu diraih. Dan ketika kemerdekaan diproklamirkan, pertaruhan nyawa masih berlanjut dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Ribuan bahkan jutaan nyawa telah dikorbankan oleh para pahlawan bangsa. Berbagai jerih payah dan derita mereka persembahkan untuk kejayaan Indonesia. Semangat berjuang dan rela berkorban apa saja untuk kelangsungan hidup yang terbaik untuk generasi penerus bangsa ini setelah mereka. Lalu apa lagi sekarang.

"Oeang", Bukti Eksistensi Peradaban

"Oeang", Bukti Eksistensi Peradaban

Oleh: Mohammad Yogi Khoirul Amali, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Selamat hari Oeang! Ingat, uang bukan hanya sekedar alat tukar, melainkan juga sebagai identitas bangsa, bukti eksistensi kehidupan berbangsa dan bernegara, yang digunakan dari ujung barat Sumatra hingga ufuk timur bumi Papua, dalam satu keterikatan sebagai satu nusa dan satu bangsa. Nilai Rupiah terhadap dollar Amerika bukan hanya "tiga belas ribu", melainkan juga pemersatu identitas, pengikat keberagaman dan bukti eksistensi peradaban.

Perencanaan Yang Baik, Kunci Keberhasilan Kita dan Organisasi

Perencanaan Yang Baik, Kunci Keberhasilan Kita dan Organisasi

Oleh: Aditya Wibisono, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Benjamin Franklin, salah satu pendiri negara Amerika Serikat pernah berkata, "Jika kamu gagal dalam merencanakan, berarti kamu sendiri yang merencanakan kegagalan itu sendiri"

Apakah pendapatnya benar? Mari kita renungkan sejenak. Sebagai pegawai yang setiap hari datang ke kantor dari pagi sampai sore bahkan malam dan tidak sadar bahwa waktu terus bergulir sampai akhirnya kita akan mutasi, promosi, pensiun dan sebagainya, apakah kita pernah sadar sejauh mana organisasi tempat kita bekerja telah berubah dan beradaptasi dengan keadaan? sebisa apa organisasi kita mencapai tujuan? sebesar apa organisasi memberikan perhatian terhadap pegawai yang menjadi modal utama suatu organisasi agar terus bergerak? Apabila memang ada perubahan, apakah perubahan itu signifikan?

Sri Mulyani: Apapun Posisi Anda, Pegawai Pajak Penyumbang Luar Biasa Pembangunan!

Sri Mulyani: Apapun Posisi Anda, Pegawai Pajak Penyumbang Luar Biasa Pembangunan!

"Masing-masing kalian punya peran yang besar untuk membangun imej dan kinerja buat lembaga perpajakan. Jangan pernah berpikir posisi saya tidak penting, sehingga saya bekerja seenaknya.

Makrifat Pajak

Oleh: Mohammad Yogi Khoirul Amali, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Hilangkan Rasa Takut, Mari Ikut Amnesti Pajak

Kurangnya Informasi Sebabkan Takut Tax Amnesty

Oleh: Hartono, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Bersyukur dengan Jujur

Oleh: Dedy Antropov, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak